"Bu Putri udah berapa lama?" tanya Gw dikala semua guru sedang mengajar dan hanya Gw, Bu Putri dan Muti yang berada di ruang guru.
579Please respect copyright.PENANAYu1FTmWIJN
"Udah lama apanya?" tanya dia heran dengan pertanyaan Gw.
579Please respect copyright.PENANAuY4n9UsP2v
"Ya pacaran sama Pak Rizki laahh."
579Please respect copyright.PENANABjFDXuHvyg
"Ih kamu kepo banget, Jak." timbrung Muti yang sedang istirahat karena kelasnya diisi oleh pelajaran olahraga Pak Rudi.
579Please respect copyright.PENANAicMlyzwvPF
"Abis, banyak banget omongan kayak gitu tapi gak ada yang tau beneran atau enggak nya." jawab Gw.
579Please respect copyright.PENANAZDSsZm1Ubm
"Kalau kamu mau tau gitu, jangan tanya ke Bu Putri, Jak." kata Muti.
579Please respect copyright.PENANAQD8EdQhtFl
"Terus ke siapa? Pak Rizki?"
579Please respect copyright.PENANADweXDGozb4
"Sama saya. Hahahaha." jawab Muti mengejek Bu Putri.
579Please respect copyright.PENANAK4C6sRMw8c
"Wehh kamu nih, Mut. Gabisa dikunci yaa mulutnya." timpal Bu Putri dengan wajah sebal sambil mengganti-ganti channel di TV.
579Please respect copyright.PENANAkqIVeR1VLN
"Jadi gini, Jak.... " kata Muti untuk mengawali ceritanya.
579Please respect copyright.PENANAzzyD0mQoVj
"Muuutttt..." ucap Bu Putri seakan menyuruhnya berhenti menceritakan hal tentang dirinya.
579Please respect copyright.PENANATUpPkUqL7z
"Tuh, Jak. Gak dibolehin sama yang punya cerita."
579Please respect copyright.PENANAVtDR3m6f6b
"Ah, Bu Putri. Saya minta ibu cerita gak boleh, saya minya Muti cerita gak boleh juga. Jadi apa harus saya minta Pak Rizki cerita?"
579Please respect copyright.PENANAuzDE7bLmud
"Minta Pak Bashir aja Jak yang cerita. Biar sang ayahanda yang ngasih tau cerita kongkritnya langsung. Hahaha." ucap Muti.
579Please respect copyright.PENANAutAensrNPQ
Memang, Bu Putri adalah anak dari Guru Agama yang sudah sepuh disini. Tetapi memang Pak Bashir jarang terlihat karena hanya mengisi kelas di jam pagi lalu jika sudah tidak ada jam mengajar, beliau akan langsung pulang untuk mengajar pengajiannya di tempat lain.
579Please respect copyright.PENANAxdAxWp1A8u
"Ihh, ngawuurrr. Mau ditimpuk pake gorengan yang mana, Mut? Tempe atau tahu?" tanya Bu Putri sambil melihat ke arah piring gorengan yang disediakan oleh pihak sekolah untuk sarapan para guru.
579Please respect copyright.PENANAdKBRSaub2j
"Gak deh, makasih. Aku lagi diet." jawab Muti.
579Please respect copyright.PENANA65bnKjKzBb
"Pake gelas aja, Bu. Rendah kalori kan tapi lumayan bikin benjol. Hahaha." sambung Gw ke Bu Putri.
579Please respect copyright.PENANASpUdO8tKzT
"Ide bagus, Jak. Kira-kira gelas yang keramik atau gelas kaca ya?"
579Please respect copyright.PENANAiYju7ukjPC
"Ihh kalian cocok juga ya. Sebagai psikopat tapi." ucap Muti disambung dengan tawa kami bertiga.
579Please respect copyright.PENANAF2WuZ1H0RV
"Rudi kok gak ada suaranya di bawah, Mut?" tanya Gw menanyakan Rudi yang sedang mengajar muridnya Muti pelajaran olahraga.
579Please respect copyright.PENANARjvY82NH0f
"Iya tadi dia bilang mau bawa anak-anak ke luar sekolah. Mau main bola di lapangan tanah."
579Please respect copyright.PENANAz3BmPz1HgC
"Enak ya dia jadi guru olahraga gitu-gitu doang. Bawa anak-anak jalan-jalan, main bola, bikin lomba-lomba kecil. Semau-mau nya aja gitu. Enggak kayak kita yang semua sesuai RPP. Huft." timpal Bu Putri.
579Please respect copyright.PENANAj7fS9B8tbX
"Yehh, apaan. Keliatannya aja enak tapi kalo lagi enggak enaknya baru ke saya. Kemarin-kemarin pernah abis olahraga pas istirahat minta tolong saya kakinya keseleo. Mana Pak Rizki lagi ada jam, kamu Jak lagi bantuin Bu Nisa. Saya doang sendirian disini nolongin dia. Saya kan gak ngerti-ngerti banget masalah begituan." kata Muti.
579Please respect copyright.PENANA7Xy1LzOhz1
"Terus, terus. Gimana tuh?" tanya Gw.
579Please respect copyright.PENANABZNqtSdgeN
"Ya mau enggak mau aku stretching angkle nya. Mana dianya ketawa-ketawa bilang tangan aku gak ada tenaganya."
579Please respect copyright.PENANAZBkvPzYpwy
"Emang bener apa? Coba Mut teken telapak tangan saya deh." kata Gw sambil menengadahkan telapak tangan agar dipijat sama dia.
579Please respect copyright.PENANALdybVNhaZ1
Lalu dia pun menekan-nekan telapak tangan Gw untuk menunjukkan sekuat apa dia waktu menolong Rudi.
579Please respect copyright.PENANApNaqc32xro
"Ahh, Rudi aja kali bohong. Ada kok ini tenaganya."
579Please respect copyright.PENANATkWpWJjsZL
"Nah kan, Jak. Masa sih aku selembek itu." kata Muti.
579Please respect copyright.PENANA52cRcOcXc8
"Oh gini kali, Mut. Kan Rudi sering olahraga, badannya otot semua tuh. Jadi dia keras dan kamu enggak cukup kuat. Sedangkan Jaka kayak cowok biasanya, jadi tenaga kamunya juga cukup kuat untuk mijit Jaka." jelas Bu Putri.
579Please respect copyright.PENANApEX3YUrh3I
"Tangan kamu halus juga, Jak." ucap Muti mengomentari telapak tangan Gw yang masih dipegangnya.
579Please respect copyright.PENANACPIoD2SGi1
"Coba sini Mut liat telapak tangan kamu." pinta Gw.
579Please respect copyright.PENANAtRG2cKLDko
Gw megang telapak tangan Muti lalu melebarkannya. Lalu mengusap-usap garis tangannya seolah-olah peramal yang sedang membaca masa depan kehidupan pasiennya.
579Please respect copyright.PENANANJBAaYU3QZ
"Hidup kamu beruntung." ucap Gw.
579Please respect copyright.PENANA36ZRMIMbvX
"Kok bisa?" tanya Muti.
579Please respect copyright.PENANAxTwQnge1Nu
"Jangan aneh-aneh ih, Jak." ucap Bu Putri.
579Please respect copyright.PENANAW6zbOv3bfN
"Enggak aneh kok, Bu. Ini beneran Muti beruntung karena tangannya diramal orang ganteng."
579Please respect copyright.PENANA7fXyn4Ev0A
"Hahahaha. Kirain apa Jak." Bu Putri menertawakan candaan Gw.
579Please respect copyright.PENANAkQKZlMr7je
*Plukk
Kepala Gw digetok dengan spidol oleh Muti menggunakan tangan kirinya.
579Please respect copyright.PENANAnaBatYAtPN
"Yang bener ihh." ucap Muti menyuruh Gw untuk melakukan ramal garis tangan dengan serius. Ya walaupun Gw gak emang gak bisa ngeramal garis tangan. Wkwkwk.
579Please respect copyright.PENANA66pz61gI6C
"Wah, Bu Putri. Parah nih. Muti garis tangannya gak bisa dibaca. Butek, gara-gara sering nyiksa murid."
579Please respect copyright.PENANA7MiLLjD69A
"Hahaha. Parah kamu, Jak." timpal Bu Putri.
579Please respect copyright.PENANA5AzW75RZe7
"Sekali lagi begitu Gw timpuk pake gelas nih, Jak." kata Muti memperingatkan Gw untuk tidak meledeknya.
579Please respect copyright.PENANACADK06CVZK
"Gabisa nih garis tangannya, sidik jarinya aja deh." ucap Gw yang langsung meraba-raba sidik jari Muti mulai dari kelingking hingga ibu jarinya.
579Please respect copyright.PENANAkztJsflPrn
"Kayaknya bakal ada yang sial nih." kata Gw.
579Please respect copyright.PENANAPllMiCUoYg
"Lah, sial kenapa?" Tanya Bu Putri.
579Please respect copyright.PENANAQrYmhlSdBJ
"Iya, kamu Jak yang sial. Karena tadi aku abis ngupil sekarang kamu pegang-pegang jarinyaaaa." seru Muti. Dibarengi dengan tawa dari Muti dan Bu Putri.
579Please respect copyright.PENANAqonWuUNNeo
Lalu dengan cepat Gw arahkan telunjuk Muti ke bajunya lalu menggosoknya agar terpeper ke bajunya.
579Please respect copyright.PENANAt96p31Y5kI
"Ihh, Jakaaaa." teriak Muti kesal dengan tingkah Gw disusul dengan tawa dari Gw dan Bu Putri.
579Please respect copyright.PENANAH6qqEr7X2j
"Wah, kalian ketawanya seru banget. Sampe ke ruang TU kedengeran." ucap Kak Sinta ketika memasuki ruang guru.
579Please respect copyright.PENANAEUbEgrV9Jn
"Ehh iya, ampe lupa tempat nih." timpal Bu Putri. Sambil merapihkan buku-buku yang ada di sekelilingnya.
579Please respect copyright.PENANA3JEeG44nQs
"Aku ke kelas 3 dulu yah, ada jam di kelasnya Bu Lena." sambung Bu Putri.
579Please respect copyright.PENANAklHZgyDy36
"Yah, Bu. Kan belum diceritain." ucap Gw.
579Please respect copyright.PENANATsUrzWqoyu
"Tuh, minta ceritain aja sama biang gosip." jawab Bu Putri sambil berjalan keluar ruang guru.
579Please respect copyright.PENANAA4eHHSTc6I
"Hah? Siapa?" tanya Gw ke Kak Sinta.
579Please respect copyright.PENANAR4JmnHxHXR
Lalu Kak Sinta mengarah telunjuknya ke arah Muti. Dan Muti seketika bergaya sok imut sambil tersenyum.
579Please respect copyright.PENANAyAoKVZXA4l
"Cyn, kamu mau diramal Jaka gak?" tanya Muti ke Kak Sinta.
579Please respect copyright.PENANAZEJymWIvZO
"Emang bisa, Jak?" tanya Kak Sinta ke Gw.
579Please respect copyright.PENANAbPAHugBVCz
"Ahh, enggak kok itu boong-boongan doang." ucap Gw.
579Please respect copyright.PENANAql8HaCn0uu
"Yehh. Kirain. Ehh, kamu ada jam gak nanti, Jak?" tanya Kak Sinta.
579Please respect copyright.PENANAqh8ywIs3kC
"Enggak ada, Kak. Tergantung Bu Nisa atau Bu Farhah minta bantuan atau enggak nya sih. Emang kenapa?"
579Please respect copyright.PENANALC2OpjIT20
"Mau minta tolong anterin aku nyerahin berkas siswa tidak mampu ke kantor pusat. Bisa gak?"
579Please respect copyright.PENANAY01yQbfEtj
"Yahh, orang lagi enak-enak diramal masa Jakanya diajak pergi." kata Muti dengan akting wajah murungnya.
579Please respect copyright.PENANAv18Dk6jJnW
"Dipinjem sebentar doang, Mut. Nanti kalau udah selesai aku balikin deh. Terserah kalian deh tuh mau main ramal-ramalan sampai pagi juga gapapa."
579Please respect copyright.PENANARWWOT8csFp
"Yaudah gih, tapi pulangnya nitip siomay yak." pinta Muti.
579Please respect copyright.PENANALkbM7IbS9r
"Tadi katanya diet, kok mintanya siomay." jawab Gw.
579Please respect copyright.PENANAoYcQrDxkMQ
"Kenapaa?? Gaboleehh?? Ini urusan wanita anda jangan ikut campur yaa wahai lelakii."
579Please respect copyright.PENANA3At4J0WCEv
"Udah yuk, Jak. Kita kabur. Penunggu ruang guru udah enggak karuan tuh. Hahahaha." ajak Kak Sinta.
579Please respect copyright.PENANAdqb5tuIXQl
"Yehh, kurang ajarrr."
579Please respect copyright.PENANADP7iy7JH5L
_____-----_____
579Please respect copyright.PENANAJTcS9r3pAQ
"Mau kemana, Kak?" tanya Gw ke Kak Sinta waktu menuruni tangga sekolah.
579Please respect copyright.PENANAW20LaXkynX
"Ke Jakpus, Jak. Kamu ada helm dua gak?"
579Please respect copyright.PENANAijb59V1MA2
"Enggak ada kak. Pinjem sama Bang Sani aja deh entar."
579Please respect copyright.PENANAGDMdENyW4o
"Tapi aku pake helm kamu ya. Kamu yang pake helm Bang Sani. Hahaha."
579Please respect copyright.PENANAid0VXY5L2C
"Iya iyaa. Apa sih yang enggak buat tuan putri."
579Please respect copyright.PENANAs5RstGEVHe
Di bawah tangga, di depan kelas 3, kami berpapasan dengan Bu Lena yang sedang melepaskan tempelan-tempelan di pintu ulah dari anak didiknya.
579Please respect copyright.PENANApTiISZENBg
"Mau kemana, Jak?" tanya Bu Lena.
579Please respect copyright.PENANAbbqHhs66dX
"Ini, mau anterin Kak Sinta keluar."
579Please respect copyright.PENANAuhekWNfmwS
"Ohh. Hati-hati ya, Sin." ucap Bu Lena ke Kak Sinta.
579Please respect copyright.PENANAN3bh9HR3Bc
"Hati-hati kenapa, Bu?" tanya Kak Sinta ke Bu Lena.
579Please respect copyright.PENANABzSlYSgdEL
"Hati-hati dimodusin Jaka. Hahaha."
579Please respect copyright.PENANAVZbY3XhwDC
"Ihh, mana ada saya modus-modus. Eh iya bu, kamar Bang Sani udah selesai belum ya?"
579Please respect copyright.PENANA5C9JD4nqYI
Bu Lena terlihat kaget dengan pertanyaan Gw. Mungkin dia kaget karena Gw menanyakan hal itu di depan Kak Sinta karena Bu Lena belum mengetahui perihal Gw dan Kak Sinta.
579Please respect copyright.PENANAOwTHDGbboM
"Hah? Kenapa ya, Jak?" Bu Lena menyanya Gw balik seolah-olah dia berpura-pura tidak tahu akan hal itu.
579Please respect copyright.PENANASDI4bCMnvG
"Tenang, Bu. Saya udah tau kok. Dan saya udah ngerasain juga. Hahaha." ucap Kak Sinta.
579Please respect copyright.PENANASXLAmqkHKb
"Gila kamu, Jak. Tiga lohh." seru Bu Lena.
579Please respect copyright.PENANAYuBPVOdWPs
"Au nih, Jaka." kata Kak Sinta sambil memukul Gw dengan map yang digenggamnya.
579Please respect copyright.PENANA4bGvey1yTf
"Liat yuk, Bu. Penasaran saya."
579Please respect copyright.PENANA8ckyggKfnH
Lalu kami pun menuju ke kamar Bang Sani yang kemarin dijanjikan oleh suami Bu Lena akan dimake-over sesuai permintaan Gw dan Bu Nisa. Bu Lena pun mengeluarkan kunci yang sedari tadi dia simpan di dalam dompetnya.
579Please respect copyright.PENANA8PDLiey6A3
"Ohh, ibu megang kuncinya?" tanya Gw.
579Please respect copyright.PENANAPjNPqgHU63
"Iya. Satu dipegang Bang Sani. Satu lagi saya. Nih satu lagi kamu yang pegang kalau mau pake." kata Bu Lena sambil menyerahkan kunci kamar Bang Sani.
579Please respect copyright.PENANAPoqoItEOuc
*jgrekk
579Please respect copyright.PENANAjDuIQdjPJy
Terbukalah pintu kamar Bang Sani yang sekarang di dalamnya terdapat kasur dan lemari yang baru serta karpet yang melapisi lantai dan dindingnya yang semakin membuat kamar Bang Sani terlihat mewah.
579Please respect copyright.PENANAX5huc0dNJ3
"Wah, ternyata ini markas kalian." ucap Kak Sinta.
579Please respect copyright.PENANACRVVULm4AS
"Kamu mau coba main disini, Sin?" tanya Bu Lena ke Kak Sinta.
579Please respect copyright.PENANAwJ9DIzs6ET
"Ya mau laaa."
579Please respect copyright.PENANAuRj25MZLIg
"Tapi antri yaa. Hahaha."
579Please respect copyright.PENANA8LpIyRKfUi
"Ihh, jahat. Mentang-mentang saya yang paling muda harus ngalah sama yang tuaan."
579Please respect copyright.PENANAPWj0ybZJjH
"Iya doong, kan kamu masih muda, masih kenceng, jadi Jaka masih suka. Saya kan udah kendor jadi kalo kamu enggak ngalah nanti Jaka maunya sama kamu terus."
579Please respect copyright.PENANAodOV9XcFN1
"Yehh, kata siapa. Orang saya suka sama tipe yang begini." ucap Gw sambil meremas-remas toket Bu Lena.
579Please respect copyright.PENANAt3nPQwBaBS
Bu Lena pun tersenyum lalu menggigit bibir bawahnya sambil memejamkan mata.
579Please respect copyright.PENANAae4ajllcEU
"Apalagi yang ini." sambung Gw sambil menggesek-gesek memek Bu Lena dari celana luarnya dengan tangan kanan Gw. Bu Lena pun semakin bernafsu lalu meremas-remas toketnya sendiri.
579Please respect copyright.PENANAqoCakb01P1
Gw menarik Kak Sinta ke hadapan Gw lalu memanggut bibir manisnya. Tangan kiri Gw pun masuk ke dalam pakaian Kak Sinta lalu mengusap-usap punggung halus Kak Sinta.
579Please respect copyright.PENANAU9Nuv7vMc3
*Ahhhh aachhh
579Please respect copyright.PENANAJUMXyv8OUc
*Mmpphhh
579Please respect copyright.PENANAdxphaY88C2
Racau Bu Lena dan Kak Sinta yang sedang menikmati tangan dan bibir Gw.
579Please respect copyright.PENANAmDMuWygOq6
"Jak." kata Kak Sinta menyudahi ciuman kami.
579Please respect copyright.PENANAIbPdB2Qxdf
"Kita mesti nganter berkas." lanjutnya.
579Please respect copyright.PENANAUFjryIPJXa
"Ohh iya. Lupa." kata Gw menyudahi ulah gw di memek Bu Lena.
579Please respect copyright.PENANAZQ2CYsTOK0
"Udah dulu ya, Bu. Ada tugas nih." ucap Kak Sinta.
579Please respect copyright.PENANAgTt1iv5I0R
"Iya, iya. Saya juga lupa ini, takut nanti ada yang ngeliat kita disini lagi begini."
579Please respect copyright.PENANAQcNVaJFyLJ
"Yaudah, Bu. Saya pergi dulu ya." kata Gw sambil keluar kamar Bang Sani berbarengan dengan Kak Sinta.
579Please respect copyright.PENANA11zzoQq9aE
"Iya, Jak, Sin."
579Please respect copyright.PENANANnoecZQ1A2
Setelah itu kami berjalan menuju halaman sekolah. Tak lupa Gw menemui Bang Sani untuk meminjam helmnya dan juga untuk izin sewaktu-waktu ingin menggunakan kamarnya.
579Please respect copyright.PENANAizKyEOY1Ob
Di perjalanan, Kak Sinta hanya terdiam memandangi jalanan sambil menggenggam berkas yang dibawanya dari sekolah tadi. Dia bilang nanti hanya menyerahkan berkas lalu meminta tanda tangan dokumen, tetapi bisa saja mengantri.
579Please respect copyright.PENANAjNl3WYBq8g
"Tunggu sini ya, Jak. Aku ke dalam dulu."
579Please respect copyright.PENANAfh3NcAuuzx
"Iya, Kak. Aku ngerokok di luar ya. WA aja kalo udah selesai."
579Please respect copyright.PENANAKA6rjebZI5
Kak Sinta menyuruh Gw untuk menunggu dia mengumpulkan berkas. Karena Gw takut bosan, Gw menunggu di deretan pedagang sambil membakar rokok untuk menghindari penat.
579Please respect copyright.PENANAktxQ2VlWNU
*drtt drttt
579Please respect copyright.PENANACpdkkZMoCR
Ada notifikasi WA dari Bu Nisa
579Please respect copyright.PENANA0hPKGRT7CN
Bu Nisa :
"Enak ya main di luar sama Sinta sedangkan saya lagi repot ngajar anak-anak."
579Please respect copyright.PENANA3TUHBbaP3v
Jaka :
"Cuma nganterin Kak Sinta nganter berkas buuu."
"Cemburuan aja ih jadi orang."
579Please respect copyright.PENANALwPcr31dfk
Bu Nisa :
"Alesan, coba foto."
579Please respect copyright.PENANA2l9Jalihml
Jaka :
(Foto)
"Tuh, saya aja lagi nunggu sendirian ini di depan kantornya."
579Please respect copyright.PENANAbwAZrBJOY0
Bu Nisa :
"Kasian ih panas-panasan."
"Enakan saya, adem bisa rebahan."
(Foto)
579Please respect copyright.PENANAIpPZeETAZn
Shit. Bu Nisa mengirimkan foto dia sedang rebahan di kamar Bang Sani dengan memamerkan toketnya dibalik pakaian dan behanya.
579Please respect copyright.PENANAWDfgWAXP6t
Jaka :
"Ihh buu. Jangan bikin saya pengen nyusu dehh."
579Please respect copyright.PENANAFz848JFB59
Bu Nisa :
(Foto)
"Masa cuma nyusu doang. Sarangnya enggak?"
579Please respect copyright.PENANAFBKmMhPqC0
Gilaaa. Sekarang dia mengirim foto memeknya yang ditumbuhi jembut halus itu.
579Please respect copyright.PENANApnlmxwAwy0
Jaka :
"Bu, stop it "
579Please respect copyright.PENANAvW1KU7eNEs
Bu Nisa :
"Biarin, biar kamu kangen terus pengen masukin burungnya ke sarang."
579Please respect copyright.PENANAYHl3yEkGFH
Jaka :
"Kan kemarin sore udah, Bu."
579Please respect copyright.PENANAC2qzE3LUvj
Bu Nisa :
"Kuraangg. Pengen seharian sama kamu tuh, Jakk."
579Please respect copyright.PENANA13ved2wzJx
"Jak." panggil Kak Sinta mengagetkan Gw.
579Please respect copyright.PENANAdwEbBE8pWN
"Ehh, kak. Kenapa? Ada kesalahan?" tanya Gw.
579Please respect copyright.PENANAYiFLXlYdEh
"Enggak. Udah selesai ini, enggak ngantri di dalem tadi."
579Please respect copyright.PENANAArcXe7teQE
"Ohh, terus kita pulang?"
579Please respect copyright.PENANAvKsw4EZ7pV
"Okee, yuk pulang."
579Please respect copyright.PENANAkxUiuaAAca
Di perjalanan pulang, Gw selalu kepikiran tentang foto Bu Nisa tadi. Celana Gw pun terasa sempit dikarenakan kontol Gw yang ngaceng maksimal. Seakan-akan, burung yang sudah terbang bebas merasa ingin kembali ke sarang pertamanya. Gelagat Gw selama di motor pun gak karuan, takut Kak Sinta menyadari bahwa ada yang tegak tapi bukan keadilan.
579Please respect copyright.PENANAxY6rNJb23G
"Lewat kiri, Jak." perintah Kak Sinta.
579Please respect copyright.PENANANZAkj8zeW8
Sejenak Gw bingung, karena yang biasanya jalan menuju sekolah itu lewat kanan tetapi kali ini Kak Sinta mengarahkan untuk lewat jalur arah kiri.
579Please respect copyright.PENANADwlgajDZZR
"Ini jalan pintas ya?" tanya Gw.
579Please respect copyright.PENANAEhi9O0SWbU
"Iya, jalan cepetnya lewat sini." jawabnya.
579Please respect copyright.PENANAlT6rNrC0Vt
"Nanti belok kanan, Jak." lanjutnya. Gw pun mengikuti arah yang disebutkan Kak Sinta.
579Please respect copyright.PENANA464dQqSf7l
"Itu ada minimarket, berenti dulu Jak." perintahnya.
579Please respect copyright.PENANA2UiEAoLZGN
Setelah Gw menghentikan motor Gw di depan mini market, dia pun turun lalu masuk ke dalamnya. Tidak sampai 5 menit dia sudah keluar dan menghampiri Gw lalu naik ke atas motor Gw.
579Please respect copyright.PENANAtYFYRhktAv
"Nanti ada toko roti belok kanan ya, Jak." ucapnya.
579Please respect copyright.PENANAjjrwnWH1tk
Seketika Gw melajukan motor ke arah yang dia suruh, tetapi kecurigaan Gw tentang jalan pintas menuju sekolah semakin besar ketika dia mengarahkan Gw untuk masuk ke dalam gang sepi.
579Please respect copyright.PENANAsOCqbHRzuT
"Itu, Jak. Gerbang hitam. Berenti di situ ya."
579Please respect copyright.PENANA2eDtV2H6ng
Wah, kenapa nih? Ini tempat apa? Rumahnya kah? Gede banget tapi terlihat sepi.
579Please respect copyright.PENANAnLDuiysh5G
"Assalamu'alaikum, ucapnya saat memasuki gerbang."
579Please respect copyright.PENANAYGeRHQAjqD
"Lah, Sin. Udah pulang?" terdengar suara dari dalam rumah yang terdengar seperti suara wanita seumuran Kak Sinta.
579Please respect copyright.PENANAWAiIwn4VN9
"Kerja kok, abis nganter berkas. Ini lagi bawa temen mau aku ajak mampir." jawab Kak Sinta.
579Please respect copyright.PENANAcWvQugLEDO
"Hah? Mana?" jawab wanita itu sambil mengintip ke luar pintu. Lalu dihampirilah Gw sambil dia menebarkan senyum.
579Please respect copyright.PENANAc9hQlPWzdP
"Haii, pacarnya Sinta ya? Salam kenal, Gw Dita, temen kontrakannya Sinta." ucapnya sambil mengadahkan tangan yang seketika Gw jabat tangan mulusnya itu.
579Please respect copyright.PENANAwSPEg2wHH1
Sedikit pertanyaan dalam benak Gw terjawab.
579Please respect copyright.PENANAat9UOhtFYS
"Bukan, saya temen kerjanya. Jaka." jawab Gw.
579Please respect copyright.PENANATCwfMPrVQu
"Ohh, Jaka. Ayo masuk."
579Please respect copyright.PENANAwSYsBOWYnL
Gw pun memarkirkan motor Gw di garasi berjejer dengan 2 motor lain yang terlihat seperti motor wanita.
579Please respect copyright.PENANAuVYgUsibOZ
"Masuk, Jak. Di dalem aja yah, kalo di ruang tamu nanti kamu digodain Dita. Hihihi."
579Please respect copyright.PENANAwm4SgmaztP
"Salah sendiri, abis bawa cowok ganteng kesini. Hahaha." ucap Dita.
579Please respect copyright.PENANAY1WNKnXONH
Gw diajak ke dalam rumah itu. Berjejer pernak-pernik khas wanita yang sangat rapih. Lalu gw diajak untuk menaiki tangga ke atas menuju ke kamarnya Sinta.
579Please respect copyright.PENANASZ7lBhu7JA
"Sini, Jak. Masuk. Rapih gak kamar aku?" tanya Kak Sinta sambil menyalakan lampu.
579Please respect copyright.PENANAqlWwnGStyg
"Dibanding kamar saya sih, ya jelas rapihan kamar kamu, Kak." jawab Gw.
579Please respect copyright.PENANA2PitKXjp5f
Kak Sinta menyalakan AC nya lalu merapihkan beberapa barang yang masih tercecer.
579Please respect copyright.PENANA5KyJnugsUZ
"Aku bingung mau kemana lagi. Mau ke sekolah males ada Pak Hendra. Kerjaan aku juga udah selesai. Kesini aja dehh."
579Please respect copyright.PENANAWPJqyXhB0g
"Ini tuh kosan kak?"
579Please respect copyright.PENANARZ52kuauA1
"Bukan. Ini aku ngontrak sama temen-temen berempat. Jadi bayar bulanannya patungan gitu." jawabnya sambil merebahkan tubuhnya di kasur lalu mengecek hp nya.
579Please respect copyright.PENANAlHy7OfGIK9
"Yang tinggal bareng di sini pada kerja atau kuliah kak?"
579Please respect copyright.PENANAZ1wSLXWkSW
"Ada yang kerja, ada yang kuliah."
579Please respect copyright.PENANAmjD7US7J8v
"Bentar ya, Jak." ucapnya lalu menuju ke toilet dalam kamarnya.
579Please respect copyright.PENANAn9LyjeqgCR
Gw hanya melihat-lihat pernah pernik yang ada di dalam kamarnya. Mata gw tertuju ke jejeran Funko Pop yang ditata sebegitu rapihnya di atas mejanya.
579Please respect copyright.PENANAS6sFes35l0
"Suka koleksi Funko, Kak?" tanya Gw setelah dia keluar dari toilet.
579Please respect copyright.PENANAekeTdVoJsg
"Enggak koleksi juga sih. Cuma suka aja, jadinya beli beberapa yang berkarakter doang. Kalo beli semuanya mah, mahall." jawabnya sambil menuju kasur lalu duduk di pinggir kasur.
579Please respect copyright.PENANAYvICtkJqGM
"Iya sih, ini pada keren-keren Funko nya. Tapi banyak yang enggak saya tau." ucap Gw sambil ikut duduk di pinggir kasur.
579Please respect copyright.PENANAMxFkZv5yoX
"Ahh, masa enggak tau. Pasti ada yang kamu tau lah, Jak."
579Please respect copyright.PENANA5kWDHFdcK1
"Itu Joker yang The Dark Knight kan? Terus itu Pennywise. Itu Pikachu, ihh gemoy. Nah itu apa Kak yang mukanya diitemin?"
579Please respect copyright.PENANAKS8NJ245Xu
"Yang mana?"
579Please respect copyright.PENANAG2lYMrAFfi
"Itu yang megang gitar, lidahnya melet terus bawa obor."
579Please respect copyright.PENANAVkYQjGRgRf
"Ohh, itu band."
579Please respect copyright.PENANAWBeomA0hQu
"Band apa, Kak?"
579Please respect copyright.PENANAlvJEpX0IFU
"Namanya Kiss."
579Please respect copyright.PENANASbUACPr46z
"Band apa, Kak?" tanya Gw sambil melihat ke arah Kak Sinta.
579Please respect copyright.PENANAWxiQ1NJRfH
"Kiss." jawabnya sambil memindahkan arah fokus matanya semula dari Funko Pop ke arah Gw.
579Please respect copyright.PENANAILltQnEJtl
Kami bertatapan lumayan lama lalu seketika Kak Sinta menutup matanya yang merupakan kode untuk Gw menikmati bibir manisnya itu.
579Please respect copyright.PENANAIGIYhdUwY7
*Mmmphhh
579Please respect copyright.PENANAePARZEJLRM
Desahnya dikala Gw memainkan bibirnya dengan bibir Gw.579Please respect copyright.PENANABYQFhKbpkz


