Siangnya
757Please respect copyright.PENANAL01vicSFB5
"Gimana rasanya disini, Jak." tanya Pak Rizki guru kelas 5A yang dikabarkan dekat dengan Bu Putri guru agama.
757Please respect copyright.PENANAOnepBKfC4b
"Enak, Pak."
757Please respect copyright.PENANAzRQx96vphA
"Lah, enak gimana? Emangnya apaan enak. Hahaha."
757Please respect copyright.PENANAm2qf433UYi
"Enak, Pak. Bisa ngentotin dua guru padahal baru masuk sini." jawab batin Gw yang enggak mungkin bisa Gw ucapkan secara lisan kepadanya.
757Please respect copyright.PENANAtq6Zbvp1uD
"Ya enak gitu, Pak. Orangnya baik-baik, seru-seru, asik-asik." jawab Gw.
757Please respect copyright.PENANANiU7CD3pxw
"Ahh, yakin baik-baik, Jak? Pak Hendra kamu bilang baik? Hahaha."
757Please respect copyright.PENANAwLHQSwrPgH
"Nah, itu pengecualian, Pak. Hahaha."
757Please respect copyright.PENANAY1atbvazP9
"Ya emang orangnya gitu dia, mentang-mentang masih saudaraan sama yang punya yayasan."
757Please respect copyright.PENANAaqfw1SGdUx
"Ohh, gitu. Baru tau saya. Tapi saudaraan juga sama Pak Sulai?"
757Please respect copyright.PENANAstkykdUl8E
"Enggak, Jak. Beda. Pak Sulai mah muridnya yang punya yayasan."
757Please respect copyright.PENANA6mlihL0hMA
"Ohh gituu."
757Please respect copyright.PENANAUbZxM2jQpz
*Jedakkk
Tiba-tiba pintu pantry terbuka keras seperti di dobrak.
757Please respect copyright.PENANAGU5IbqcIHX
"Bagus kamu ya, udah jago ngegosip sekarang." Bu Putri marah kepada Pak Rizki. Hal ini semakin meyakinkan Gw bahwa Bu Putri dekat dengannya. Apakah mereka berpacaran? Ta'aruf mungkin?
757Please respect copyright.PENANA4aRQ0yThGU
"Ehh, enggak kok. Orang aku ngasih tau Jaka aja."
757Please respect copyright.PENANA8n7PTGCnyz
"Ya iya!! Gosip namanya!!"
757Please respect copyright.PENANAmxJhy8UqWU
"Yaudah, maaf. Gak lagi."
757Please respect copyright.PENANAjdgNhl0vPs
Bu Putri pun meninggalkan kami sambil membawa teh manis.
757Please respect copyright.PENANAaa1hWBs2TU
"Pacaran, Pak?" tanya Gw memecah keheningan.
757Please respect copyright.PENANAszsEB7kZjI
"Enggak, tapi langsung dinikahin." sambut Rudi si guru olahraga.
757Please respect copyright.PENANAyUF1qv1zDA
"Lah, sok tau kamu Rud." jawab Pak Rizki.
757Please respect copyright.PENANAfDgtQOSPx8
"Tau lah, emang gak mau dinikahin, Pak? Apa buat saya aja, Pak?"
757Please respect copyright.PENANA6MvPXJrfgT
"Yaudah." jawab Pak Rizki.
757Please respect copyright.PENANA2lLv7DDSN4
"Hahh?? Buat Rudi nih, Pak?" saut Gw kaget.
757Please respect copyright.PENANAMvcb5AfM6X
"Lah, gampang banget, Pak. Hahaha." timpal Rudi keheranan.
757Please respect copyright.PENANAIw4iJVLHTz
"Yehh, maksudnya yaudah saya nikahin. Ente berdua gimana sih." jelas Pak Rizki.
757Please respect copyright.PENANAIjdABcBJ9t
"Ahelah, Pak. Udah seneng tuh padahal." kata Rudi.
757Please respect copyright.PENANA93PWA7TeVD
"Lah, walaupun kata Pak Rizki boleh belom tentu Bu Putri mau ama lu lah Rud." timpal Gw.
757Please respect copyright.PENANA3bjMPpNDcD
"Nah, ini baru sohib saya. Hahaha. Sini gabung, Rud." ajak Pak Rizki ke Rudi untuk bergabung sama kami.
757Please respect copyright.PENANA70ASXjf0Bg
"Ahh, abis nemenin anak-anak olahraga nih, masa langsung kena asep rokok sih, dimana healthy life nya." kata Rudi sambil membakar rokok yang diambil dari sakunya.
757Please respect copyright.PENANAZbdHmZ4ECP
"Jak, gak perlu saya jelasin kan siapa adiknya Pak Hendra?" kata Pak Rizki ke Gw.
757Please respect copyright.PENANApLxiYuJQ3j
"Lah, lu adeknya Pak Hendra, Rud?" tanya Gw.
757Please respect copyright.PENANAvoqZGwH0id
"Iyak, mangapa?"
757Please respect copyright.PENANARtm7FCijCw
"Tingkahnya gak beda sama abangnya. Hahahaha." kata Gw disusul tertawaan kami ke Rudi.
757Please respect copyright.PENANAy1HVxTVv4H
"Heh, tolong dibedakan mana yang lahir di rumah sakit sama mana yang lahir di angkot yak." jawab Rudi.
757Please respect copyright.PENANAY5MxRIxY6e
"Ohh, gitu." Gw mencoba menyimak.
757Please respect copyright.PENANA2oJVVeF7sr
"SI RUDI LAHIR DI ANGKOT JAKKK. HAHAHAHA." seru Pak Rizki disusul tertawaan kami bertiga.
757Please respect copyright.PENANAx3ltG8dfL3
"Serius lu lahir di angkot, Rud?" tanya Gw.
757Please respect copyright.PENANAhlkAEGGFIi
"Udah terselip di nama Gw, Jak. Rudi Haryadi alias Turun Di Haryadi." jelasnya.
757Please respect copyright.PENANA6EERSDTrNq
"Haryadi apaan?" tanya Gw.
757Please respect copyright.PENANAjUNVCLfucD
"Nama tempat di daerah rumah Gw dulu."
757Please respect copyright.PENANA2cgoON1zxc
"Makanya kamu kalo manggil si Rudi jangan panggil namanya." jelas Pak Rizki.
757Please respect copyright.PENANAPYNA1ZEmSm
"Terus apa dong?"
757Please respect copyright.PENANAkt8tEngxaA
"BANG, KIRI BANG. HAHAHAHA." jawab mereka berdua bersamaan yang dilanjutkan dengan tawa kami bertiga membuat seru obrolan kami.
757Please respect copyright.PENANAN5JO00jjho
"Abang-abang ganteng, tolong yaa suaranya dikecilin. Anak-anak lagi pada sholat di bawah. Kalian bukannya jagain malah ketawa-ketawa disini." tegur Muti.
757Please respect copyright.PENANACMJ5XJXz2T
"Iya, maaf ya, Mut." saut Pak Rizki.
757Please respect copyright.PENANAuvf1z92ybB
"Jaka, kamu dicariin Bu Sinta tuh tadi."
757Please respect copyright.PENANAktHjaAkita
"Lah? Kenapa?" tanya Gw.
757Please respect copyright.PENANA7wrNYUNHyv
"Gatau, dia cuma nyariin. Rud, Bu Ana nyariin kamu. Katanya ada anak yg nitip duitnya ke kamu, anaknya nyari-nyariin kamu tuh."
757Please respect copyright.PENANAWaEfafZzf0
"Astaghfirullah!!" kata Rudi sambil pergi meninggalkan kami.
757Please respect copyright.PENANAM5oaXkDW3q
"Pak Riz, bantuin bikin soal yukk."
757Please respect copyright.PENANAvaALy3q1hC
"Yah, Mut. Males ah. Kamu bisa sendiri juga." jawab Pak Rizki.
757Please respect copyright.PENANAIleJDIRtkJ
"Oke, berarti Bapak bisa sendiri kan bikin Bu Putri gak sebel sama Bapak lagi kan?" timpal Muti sambil meninggalkan kami.
757Please respect copyright.PENANA2WZAL7TOwE
"Heh?? Hahh?? Yaudah yaudah sini." kata Pak Rizki mengejar Muti.
757Please respect copyright.PENANAGFgpgPNJdE
Entah kenapa Bu Sinta mencari-cari Gw. Apa karena tugas kelas 6? Kan itu Pak Hendra yang ngerjain. Apa Pak Hendra maksa Bu Sinta untuk ngerjain tugas itu?
757Please respect copyright.PENANARtssbia1u5
"Assalamualaikum." ucap Gw memasuki ruang TU yang hanya terdapat Bu Sinta seorang diri.
757Please respect copyright.PENANAi8wr2gf5vv
"Wa'alaikum salam, Jak. Nah, kebetulan. Saya cari-cari tadi."
757Please respect copyright.PENANALs1RmLMrsd
"Kenapa ya, Bu?" tanya Gw.
757Please respect copyright.PENANAMB3FJWljw7
"Udah, panggilnya Sinta aja. Umur kita kan gak beda jauh."
757Please respect copyright.PENANArmcEhPPkA5
"Ehh, iya kenapa, Sin?"
757Please respect copyright.PENANAAQsGHlusvS
"Begini, saya dapet kabar kalo saya dicariin sama Umi ya?" tanya Sinta ke Gw. Penjelasan singkat, Umi adalah panggilan akrab kami kepada guru liqo' kami.
757Please respect copyright.PENANAmKDLXxWy4r
"Gak tau deh. Aku aja udah lama nih enggak liqo' lagi. Hehehe."
757Please respect copyright.PENANAnELTV6KPPg
Iya, setelah disibukkan dengan pekerjaan ditambah Bu Nisa dan Bu Lena, gw mulai jarang hadir dalam pengajian liqo' tempat Gw dan Sinta ta'lim.
757Please respect copyright.PENANAV2RQ2xQl0l
"Yah kamu, sama aja kayak saya. Hahaha."
757Please respect copyright.PENANAd2dnnd5GMn
"Ya abis gimana, Sin. Udah capek disini bantuin Bu Nisa sama Farhah."
757Please respect copyright.PENANATPFD2g1ObF
"Ohh, yaudah deh aku minjem HP kamu yah, mau nelpon Umi."
757Please respect copyright.PENANAE5B2pO8AjI
"Yaudah nih silahkan." kata Gw sambil menyodorkan HP Gw ke Sinta.
757Please respect copyright.PENANAIwligQhWyi
Dia pun menelepon Umi menggunakan HP Gw di sudut ruangan. Gw hanya terdengar sedikit bahwa mereka sedang membicarakan tentang kehadiran Sinta dalam liqo' yang biasa dihadirinya. Juga Gw.
757Please respect copyright.PENANALUN8MOscsK
Karena iseng, Gw menggunakan laptop kerja Sinta untuk berselancar di YouTube. Terlihat di home nya bahwa dia suka sekali dengan dekorasi rumah, pohon hias dan segala macamnya. Gw coba menonton salah satu videonya hingga selesailah Sinta menelepon Umi menggunakan HP Gw.
757Please respect copyright.PENANAhRGEky3Sim
Karena fokus menonton video di YouTube, Gw tidak memperhatikan apa yang di lakukan oleh Sinta. Hingga tiba-tiba dia menghampiri Gw dan berkata.
757Please respect copyright.PENANAqlIrUNAmUR
"Jak."
757Please respect copyright.PENANAv0beM8JObq
"Kenapa?" jawab Gw yang masih menonton.
757Please respect copyright.PENANA3tHhVl065a
"Ini serius?" tanya nya.
757Please respect copyright.PENANAxbQ90rzhq9
"Apanya yang serius?" tanya Gw santai.
757Please respect copyright.PENANAzVDXdMnuOp
Lalu Sinta menyodorkan HP Gw dan memperlihatkan notifikasi WA dari Bu Nisa.
757Please respect copyright.PENANA6ApWCR4xX3
"Jak, kan semalem kamu udah sama Bu Lena. Hari ini ngentotnya sama aku yah."
757Please respect copyright.PENANAv43L5AE8ok
*Deggg
757Please respect copyright.PENANA4J6y7v3vXP
Badan Gw seolah membeku. Ruangan yang ber-AC ini seketika terasa begitu panas dan gerah.
757Please respect copyright.PENANAY1cOvkQ1dN
"Jadi, kamu, Bu Nisa sama Bu Lena ... " kata Sinta tanpa melanjutkan kalimatnya.
757Please respect copyright.PENANA5PJlmyhZ5v
"Ii,, ii,, iya, Sin." jawab Gw sebelum Sinta melanjutkan kalimatnya.
757Please respect copyright.PENANAE5Uy4vkPip
"Aku gak nyangka sama kamu deh." kata Sinta kecewa.
757Please respect copyright.PENANAfMKvs3oeD4
"Tapi aku juga ngelakuin hal yang sama. Mungkin kamu juga kecewa." tambahnya.
757Please respect copyright.PENANAVuDL5rfnya
"Aku bingung harus respon apa." Sinta menunduk sambil menghela nafas.
757Please respect copyright.PENANAegTUzhPLSV
"Aku sebenernya penasaran sama kamu, Sin. Kenapa kamu mau sama Pak Hendra." timpal Gw.
757Please respect copyright.PENANA7B4ivOUjXS
Sinta mengangkat pandangannya menuju ke mata Gw. Gw bingung mau ngapain dengan situasi itu.
757Please respect copyright.PENANADPzdfErO3n
"Kalo kamu ngasih tau aku, aku bakal ceritain gimana hal ini bisa terjadi."
757Please respect copyright.PENANAygPIpPZvds
Dia kembali menundukkan pandangannya. Jemarinya melakukan gelagat seperti orang yang gugup.
757Please respect copyright.PENANA3ojEBzauFx
"Aku juga dipaksa sama dia, Jak." katanya memelas.
757Please respect copyright.PENANA22l9OxCdUG
"Kok mau sih?" tanya Gw penasaran tanpa membentaknya.
757Please respect copyright.PENANA42cX7jvOqP
"Karena terpaksa." jawabnya singkat.
757Please respect copyright.PENANAZeZwwPMZ3r
"Terpaksa gimana tuh?" tanya Gw masih penasaran.
757Please respect copyright.PENANAfHBzdMcVvf
"Jadi gini . . . " kata dia memulai ceritanya.
757Please respect copyright.PENANAv1icGR7gzM
"Awalnya, salah aku juga sih."
757Please respect copyright.PENANAhlmTrVuk2o
"Aku kan punya pacar, dia tipikal bad boy gitu. Bengal sih, cuma kok aku sayang banget sama dia. Aku juga heran."
757Please respect copyright.PENANA0D3j2QJjOj
"Sampe suatu saat dia minta aku foto telanjang gitu."
757Please respect copyright.PENANAdXBVzgi0wT
"Aku kirim kan tuh."
757Please respect copyright.PENANA60PxV6IEfD
"Kok kamu mau sih?" tanya aku memotong ceritanya.
757Please respect copyright.PENANAqwtfViBp1P
"Ya kan aku bilang, entah kenapa aku sayang sama dia. Takut kehilangan dia."
757Please respect copyright.PENANACETJXoEBko
"Dan waktu aku lagi kerja, aku pake WhatsApp Web, Pak Hendra minjem laptop aku."
757Please respect copyright.PENANAe2IQWETPmT
"Cuma bodoh nya aku, aku iyain aja. Dan dia buka-buka WhatsApp Web aku sama pacar aku itu."
757Please respect copyright.PENANA9HtIndD3Hf
"Dan seperti yang kamu tau, dia nyimpen foto aku. Dan ngancem aku pake foto itu."
757Please respect copyright.PENANAmIqZGDCKTY
"Awalnya aku disuruh foto telanjang gitu juga."
757Please respect copyright.PENANAUwZ4q8LlwZ
"Lama-lama, senjata dia makin bertambah. Dia mulai maksa aku untuk ngasih unjuk payudara aku secara langsung."
757Please respect copyright.PENANAzNTadiNXwi
"Dia megang-megang aku."
757Please respect copyright.PENANABnzr5h2eVC
"Sampe akhirnya, ya dia maksa aku untuk ngelakuin hal itu."
757Please respect copyright.PENANAXpCEkr02AM
"Dan itu alasannya kenapa waktu aku pergok kamu, kamu nangis kejer banget ya." timpal Gw.
757Please respect copyright.PENANATdVWQ4I4Eq
"Jakaaa." kata dia sambil menangis.
757Please respect copyright.PENANATK3OTQPNfm
"Lah, lah. Kenapa kamu nangis?" tanya Gw kaget.
757Please respect copyright.PENANAXcL9zwk5uS
"Aku gak tau kenapa kamu baik sama aku."
757Please respect copyright.PENANAyuzQslOFQR
"Baik gimana?"
757Please respect copyright.PENANAQCzLFIF8a4
"Pertama, kamu punya video aku sama Pak Hendra lagi telanjang di kamar mandi. Aku kira kamu bakal maksa aku kayak Pak Hendra. Tapi ternyata enggak." jelas Sinta.
757Please respect copyright.PENANAGKIBaznqlu
"Dan kamu ngertiin aku waktu kamu ngasih tugas ke Pak Hendra. Kalo kamu waktu itu gak bilang bahwa harus dia yang ngerjain, pasti dia bakal nyuruh aku yang ngerjain." tambahnya.
757Please respect copyright.PENANA3cXnLL2T6G
"Aku takut, kamu bisa aja jahat ke aku. Tapi ternyata enggak."
757Please respect copyright.PENANAlZHf9FgFmq
Sinta mulai berhenti menangis. Lalu tersenyum melihat Gw.
757Please respect copyright.PENANALbPzt5ZM15
"Makasih ya, Jak." ucapnya sambil tersenyum.
757Please respect copyright.PENANASOL0dc18a9
"Iya, Sin. Sama-sama." jawab Gw.
757Please respect copyright.PENANAbmPIAQAJsC
"Mentang-mentang aku berbuat dosa makanya aku dipanggil SIN ya." candanya sambil cemberut.
757Please respect copyright.PENANAknS6kpSzUo
"Ehh, ehh. Enggak gituu." jawab Gw.
757Please respect copyright.PENANAuDJz92n2qt
"Hahaha. Bercanda, Jak." katanya sambil menyapu air matanya sambil tersenyum.
757Please respect copyright.PENANAQAR7eScsrS
"Abis kan tadi nyuruhnya jangan manggil Bu. Ya aku panggil Sinta, jadinya Sin deh."
757Please respect copyright.PENANAb3UlISDkbU
"Kan tuaan aku nih .. " ucapnya.
757Please respect copyright.PENANAi8ZxPXHIwS
"Aku panggil Kak aja yakk?" timpal Gw memotong omongannya.
757Please respect copyright.PENANAldQitGQaZI
"Nahh. Kamu mikirin apa yang aku pikirin. Hahahaha."
757Please respect copyright.PENANAXPL8NdKhKb
"Oke deh Kak Sinta."
757Please respect copyright.PENANA7h6P5fHhuQ
"Nah, sekarang giliran kamu ceritaaaa." serunya.
757Please respect copyright.PENANALMe4UbwxMn
"Ya gitu, Kak. Awalnya kan aku bantuin Bu Nisa. Terus dia ngasih aku hadiah."
757Please respect copyright.PENANA83ueQZn9MC
"Hadiahnya begituan?" tanyanya.
757Please respect copyright.PENANAb3iBzlzfUG
"Bukan. Hadiah itu makan sama nonton. Ya cuma dia juga punya keresahan sih. Dia udah lama gak dikasih nafkah lahir batin sama suaminya. Kalo masalah uang kan Bu Nisa bisa nyari sendiri dengan kerja disini. Cuma kalo masalah syahwat, dia gak bisa ngapa-ngapain kan."
757Please respect copyright.PENANAANASOT8OiK
"Jadi, kamu nolongin dia dong?" tanyanya lagi.
757Please respect copyright.PENANAYHSSmoUO6U
"Bukan cuma nolongin sih, Kak. Tapi rejeki juga buat aku. Hahaha."
757Please respect copyright.PENANAthgBSZTJUe
"Nah, terus sama Bu Lena?"
757Please respect copyright.PENANANHArWszsld
"Nah, kalo itu karena aku pernah pergokin dia lagi main sama Bang Sani."
757Please respect copyright.PENANA1s0LIRopb8
"Hahh?? Seriuss??" tanyanya kaget.
757Please respect copyright.PENANAlURKuC7gbz
"Iya, bener. Jadi suaminya Bu Lena itu impoten dan dia masih butuh kepuasan kan. Dia tadinya mau sama gigolo, tapi takut. Akhirnya dia coba sama Bang Sani. Katanya dikasih 200 ribu terus dia main."
757Please respect copyright.PENANASO9JORlU9X
"Jadi, karena kamu pergokin, kamu maksa dia untuk kamu gituin gitu?" tanyanya lagi lagi dan lagi.
757Please respect copyright.PENANAEGfAzD29y9
"Enggak, Kak. Dia sendiri yang cerita kalo sama Bang Sani enggak puas. Soalnya mainnya cuma sebentar."
757Please respect copyright.PENANAHa5HFdklPq
"Terus, kenapa bisa main sama kamu?" tuh kan nanya lagi.
757Please respect copyright.PENANAGaRaUhPE9q
"Bu Nisa ceritain kalo dia main sama aku. Terus Bu Lena gak percaya kan. Waktu itu aku sama mereka kan survei di villa. Waktu Bu Putri sama Pak Rizki lagi keliling, Bu Nisa ngasih unjuk ini aku, terus dia isep ini aku di depan Bu Lena. Akhirnya Bu Lena tertarik deh."
757Please respect copyright.PENANArhBvdGRONS
"Gila kamu, Jak. Kamu gak mikir gimana perasaan suaminya Bu Lena?"
757Please respect copyright.PENANAWigxdNrnpb
"Mikirin dong kak. Dan ternyata Bu Lena udah izin sama suaminya. Hahahaha."
757Please respect copyright.PENANA3tGiOqao5r
"Hahh?? Yang bener??" nanya lagi kan? Tapi kali ini kaget.
757Please respect copyright.PENANASSeC9trVNv
"Iya bener, bahkan tadi pagi suaminya ngobrol sama aku. Dia bilang kalo mau silahkan-silahkan aja."
757Please respect copyright.PENANAgAM9xd3YQf
"Ahh, gila kamu, Jak. Beruntung banget kamu."
757Please respect copyright.PENANAxGNwBsf4Dx
"Makanya, aku juga heran."
757Please respect copyright.PENANADxlKlzZlmU
Lalu Kak Sinta menggeser kursinya ke dekat Gw. Kayaknya, dia masih penasaran dengan cerita Gw.
757Please respect copyright.PENANAirxfFOE5K4
"Udah berapa kali kamu main sama mereka?" tanyanya berbisik.
757Please respect copyright.PENANAmgc4NHxbHl
"Hmm. Serius nih Kak, nanyanya gini? Hehehe." Gw mulai mencari cara supaya dia tertarik sama Gw.
757Please respect copyright.PENANAbkBNIbR9YN
"Ya abis aku kaget aja, kok kisahnya bisa kayak gitu."
757Please respect copyright.PENANAU2G2r6OHz7
"Kalo sama Bu Nisa udah sering, Kak." kata Gw berbohong.
757Please respect copyright.PENANAtJbekp1C02
"Kalo sama Bu Lena baru semalem aja." lanjut Gw.
757Please respect copyright.PENANAkQmDisZtgM
"Terus enakan sama siapa?" tanyanya sambil tersenyum-senyum.
757Please respect copyright.PENANA6ys0MO2o3K
"Jujur, enakan Bu Nisa. Karena belum pernah ngelahirin kan. Tapi kalo pengalaman seruan sama Bu Lena."
757Please respect copyright.PENANAyr6UR6A8o5
"Seru gimana?"
757Please respect copyright.PENANAOiJzEaDoGT
"Ahh, malu ah ceritanya."
757Please respect copyright.PENANA345hMMnUzS
Kak Sinta bangkit dari duduknya. Dia menuju ke pintu ruang TU dan menguncinya dari dalam. Lalu dia kembali duduk di kursi yang tadi dia duduki, merapihkan duduknya lalu berkata.
757Please respect copyright.PENANAL3k24K7W50
"Kamu cerita, aku copotin satu-satu." katanya sambil memegang kancing blazer nya.
757Please respect copyright.PENANA8m72VvT34X
"Hahh?? Serius, Kak?"
757Please respect copyright.PENANAwY6kwws9o1
Satu kancing pun dia buka.
757Please respect copyright.PENANAJ3KdUhulaA
"Menurut kamu?"
757Please respect copyright.PENANAnthu3zHGrd
"Yaudah deh, jadi gini. Kalo menurut aku, Bu Nisa itu lebih enak. Karena lebih muda dari Bu Lena kan." kata Gw sambil melihat Kak Sinta yang membuka kancing kedua dari blazernya.
757Please respect copyright.PENANAlVGKrmO5Zj
"Tapi, Bu Lena lebih seru. Banyak variasinya."
757Please respect copyright.PENANA9tyZGGQQl2
Kini, Kak sinta telah membuka blazernya dan menaruhnya di senderan punggung kursinya.
757Please respect copyright.PENANAJB1IeM6PQP
"Contohnya kemarin, Bu Lena ngajarin aku itu."
757Please respect copyright.PENANAYyPZdPUC2j
Lalu Kak Sinta menghentikan niatnya untuk membuka kancing bajunya.
757Please respect copyright.PENANA8GZkiASLto
"Kamu berhenti cerita, aku juga berhenti bukanya nih." tantangnya.
757Please respect copyright.PENANAuiqo2DEt6t
"Hmm. Bu Lena ngajarin aku 69." kata Gw sambil melihat dia membuka kancingnya satu per satu.
757Please respect copyright.PENANANb26GyuELO
"Jadi, dia naik ke atas aku. Terus dia jilatin ituan aku sedangkan aku jilatin ituan dia."
757Please respect copyright.PENANAuQiu90WCeJ
"Ihh, Jak. Yang jelas dong apanya." godanya.
757Please respect copyright.PENANAaDM8JEjW9t
Sekarang, setengah dari kancingnya sudah terbuka.
757Please respect copyright.PENANAJxynqYl4Tx
"Itu. Bu Lena jilatin kontol aku, sedangkan aku jilatin memeknya dia."
757Please respect copyright.PENANADQ3SWxm0Ly
Terbukalah semua kancing yang ada di bajunya. Sekarang, terlihat jelas tank top ya yang berwarna hijau gelap itu.
757Please respect copyright.PENANAf0tXQEwHTi
"Bahkan, kemarin dia jilat sunhole aku."
757Please respect copyright.PENANAnTfrz0gkSf
Dia membuka baju luarnya hingga terlihat ketiaknya yang putih bersih itu.
757Please respect copyright.PENANA3UIaHNW4jn
"Gila, itu enak banget. Aku sampe kegelian."
757Please respect copyright.PENANAsEEpRYPYwF
Dia pun menghentikan kegiatan buka membukanya.
757Please respect copyright.PENANARdXp1LeGQo
"Kamu udah nih ceritanya? Aku pake lagi nih?" tantang Kak Sinta.
757Please respect copyright.PENANAyuCayaRzIf
"Abis bingung mau cerita apa." jawab Gw.
757Please respect copyright.PENANA0N0OoWNPPY
"Apapun." ucapnya sambil tersenyum.
757Please respect copyright.PENANAK0cU7DXkFx
"Oh, iya. Aku main sampe tiga kali kan sama Bu Lena semalem. Pas yang terakhir dia minta peju aku dikeluarin di mukanya aja."
757Please respect copyright.PENANAMzWbLTB0U9
"Gilaaa!!" teriaknya kaget.
757Please respect copyright.PENANAJfLtVnv6If
"Tiga kali main?? Parah kamu, Jak." ucapnya.
757Please respect copyright.PENANA2TnfpMHW6O
Gw cuma bisa nyengir sambil melihat bentuk tubuhnya yang mulai terbentuk nyata.
757Please respect copyright.PENANASyKMELygJZ
"Nih, karena kamu bikin syok aku. Bonus langsung."
757Please respect copyright.PENANAbT93e9VpIS
Kini Kak Sinta membuka tank topnya dan juga BH nya. Terlihat bulat toket indahnya. Lebih kecil dari Bu Nisa tetapi lebih kencang. Pentilnya berwarna coklat mirip seperti Bu Lena. Pengen aja rasanya langsung memegangnya.
757Please respect copyright.PENANA0xeTgLhvfk
"Nah, sekarang Bu Nisa."
757Please respect copyright.PENANAZPkwyc61d4
"Hah??" ucapnya kaget.
757Please respect copyright.PENANAwIMLJkhVxn
"Kenapa kaget, Kak?" tanya Gw.
757Please respect copyright.PENANANr85Ba3HiX
"Aku udah buka yang atas nih. Kalo kamu cerita, aku harus buka yang bawah dong?"
757Please respect copyright.PENANAsQwYOQmi0y
"Mau gak mau, Kak. Hahaha." Gw pun tertawa karena berhasil mengerjainya.
757Please respect copyright.PENANAlRPUNBLuzO
"Sialan kamu, Jak. Hahaha." ucapnya sambil tertawa.
757Please respect copyright.PENANAnVYXZnBgtN
"Jadi, kalo Bu Nisa lebih kalem. Sama dia feel romance nya kena banget."
757Please respect copyright.PENANAwbIimoIbsf
Kak Sinta berdiri sambil membuka kaitan celananya.
757Please respect copyright.PENANAIdfEdRb47z
"Sama Bu Nisa lebih enak lama-lama. Ciuman dulu, jilat-jilat dulu, isep-isep dulu. Baru main."
757Please respect copyright.PENANAxlacuwwhPN
Sekarang Kak Sinta menurunkan celananya hingga terlihat celana dalamnya.
757Please respect copyright.PENANAsGR6xtpXDr
"Tapi pernah main cepet-cepet juga. Dan hasilnya itu parah banget. Hahaha."
757Please respect copyright.PENANA041eGYi0B1
Gw sengaja menghentikan cerita Gw agar dia penasaran.
757Please respect copyright.PENANAMt0lehs9fo
"Parah gimana, Jak?" tanya dia.
757Please respect copyright.PENANARU7yOvkdgo
"Kalo kakak penasaran, buka dulu dong. Hihihihi."
757Please respect copyright.PENANA3g4ADDpILg
"Sialan kamu, Jak. Bisa banget ngerjain aku nya." kata dia sambil senyum-senyum malu.
757Please respect copyright.PENANAJrI6un4C0M
Kini telanjang sudah Kak Sinta di hadapan Gw. Tubuhnya langsing, beda seperti Bu Nisa dan Bu Lena yang berisi. Toketnya lumayan, namun padat. Jembutnya sedikit lebat. Lebih lebat dari Bu Nisa malah.
757Please respect copyright.PENANAbtmwhrERTf
"Udah nih. Terus parahnya kenapa?" tanya dia sambil duduk kembali di kursinya.
757Please respect copyright.PENANA0g2g7KoMyK
"Kami main di kamarnya Bang Sani. Sampai kasurnya reot. Hahahaha."
757Please respect copyright.PENANAsDP47rhUAt
"Ihh, seru banget ya kayaknya."
757Please respect copyright.PENANAl93DZUJoU5
"Lah, emang kakak gak pernah ngerasain se seru itu?" tanya Gw.
757Please respect copyright.PENANAnvIWO0abDC
"Enggak. Sama pacar aku ya begitu doang, malah dia kasar. Sampe aku di tabok-tabok lah, di tampar-tampar lah. Kadang di cekek."
757Please respect copyright.PENANApFPCUrdDkM
"Kalo sama Pak Hendra gak lagi-lagi. Cuma sebentar doang. Dan kalaupun lama aku gak bakal nikmatin itu, karena aku terpaksa." tambahnya.
757Please respect copyright.PENANAhPKdYVTODD
Lalu ruangan itu hening. Tidak ada suara dari kami berdua. Gw lebih memilih menikmati tubuh indah Kak Sinta yang ada di depan mata daripada sia-sia. Tapi seiring waktu, semakin Gw menikmatinya semakin keras batang kontol Gw berdiri.
757Please respect copyright.PENANAekVKfSaTMt
"Ihh, udah naik. Hahahaha." kata Kak Sinta mengomentari kontol Gw yang berdiri.
757Please respect copyright.PENANAw5DHiCjIFJ
"Kak, kayaknya enggak fair deh kalo kakak sendiri yang telanjang. Aku ikut ya?" tanya Gw.
757Please respect copyright.PENANAahKpihabpx
"Yaaa, silahkan aja. Lagian juga enak nih telanjang begini jadi terasa bebas. Hahaha."
757Please respect copyright.PENANAGrCYifs3uK
Lalu Gw pun melucuti pakaian Gw satu persatu. Hingga sampai Gw mau melepas CD Gw, Kak Sinta mencegahnya.
757Please respect copyright.PENANAwlMsfIz1yY
"Jak. Entar dulu."
757Please respect copyright.PENANAd7ym2MKgVN
Gw pun membatalkan niat Gw untuk melepas CD Gw lalu menatapnya.
757Please respect copyright.PENANA4qnbMMxzKY
"Kenapa, Kak?"
757Please respect copyright.PENANAjcSWCzf9sR
Kak Sinta berdiri di hadapan Gw, lalu berlutut.
757Please respect copyright.PENANAfobFTCzwGt
"Kalo yang ini aku yang buka, gimana?"
757Please respect copyright.PENANAh1XrkY7X7H
Gw terperanjat kaget. Karena sudah pasti apa adegan yang akan terjadi setelah Kak Sinta berhasil melepas CD Gw nanti.
757Please respect copyright.PENANAMNaJebsyUQ
"Ya silahkan aja, Kak."
757Please respect copyright.PENANAjrdELAedhE
Kak Sinta menggenggam karet CD Gw untuk menariknya ke bawah. Setelah ditariknya, betapa kagetnya dia melihat kontol gw yang sudah berdiri keras memantul ke depan setelah berhasil keluar dari sangkarnya.
757Please respect copyright.PENANAzlXaw9Jul3
"Ohh ini yang udah naklukin dua guru di sekolah ini?" ucapnya.
757Please respect copyright.PENANASkP2a3dxng
"Kira-kira bisa nambah satu guru lagi gak yah?" tanya Gw.
757Please respect copyright.PENANAJNL2eK6Ops
"Kayaknya sih bisa. Abis barangnya gemesin banget sih. Yang punya juga nyenengin. Hahahaha."
757Please respect copyright.PENANAUkSB0HA6mg
"Kayaknya barangnya butuh kecupan deh, Kak."
757Please respect copyright.PENANA4QRIFFyTTx
*Mmuaachhh
757Please respect copyright.PENANABDZwBqUOXC
Kak Sinta mencium kepala kontol Gw.
757Please respect copyright.PENANADJ4xMCUTrt
"Ishh, gemeshhh." ucapnya.
757Please respect copyright.PENANAxnYbFOhGHg
"Dipegang aja atuh kalo gemes mah. Hahaha." ucap Gw.
757Please respect copyright.PENANAg3asa30hpY
Dan Kak Sinta pun menggenggam kontol Gw yang udah keras itu. Dia begitu penasaran dengan kontol Gw hingga tidak lepas sorotan matanya itu dari kontol Gw.
757Please respect copyright.PENANAGYgPuNoNGX
"Kenapa sih barang ini bisa bikin dua orang takluk ke kamu?" tanyanya penasaran sambil mengocok pelan kontol Gw.
757Please respect copyright.PENANAVy8YyIaQga
"Gak tau, Kak. Mungkin rasanya manis." ucap Gw menggodanya untuk menjilati kontol Gw.
757Please respect copyright.PENANANN7EYYLxu0
"Ahh, masa sih?." tanyanya tidak percaya. Yang padahal dia tahu bahwa hal itu tidak mungkin.
757Please respect copyright.PENANAPemCEZFHCf
Lalu Kak Sinta menjilat kepala kontol Gw untuk membuktikan hal itu. Sekalinya di jilat. Dua kali. Tiga kali.
757Please respect copyright.PENANApC0bNRnI7X
*Shhh
757Please respect copyright.PENANAJunVkQwG9d
*Ahhhhh
757Please respect copyright.PENANAdiTBuwJPU8
"Mana manisnya. Ini mah biasa aja. Cuma kerennya kalo dijilat ada suara aneh gitu. Hahaha." candanya.
757Please respect copyright.PENANAgHz2fO1f8D
Dia membuka mulutnya dan memasukkan kontol Gw ke dalamnya. Sepertinya dia udah beberapa kali melakukan hal ini tapi tidak sering. Soalnya dia udah bisa menghindari pertemuan antara kontol Gw dengan giginya tetapi tidak lihai memaju mundurkan kepalanya.
757Please respect copyright.PENANAkf2nPPJQGe
"Kak? Serius?" Gw menanyakan keyakinannya untuk menyepong kontol Gw yang padahal Gw mengharapkan banget hal itu.
757Please respect copyright.PENANA1d0ndmI4Kp
*Plukk
Dia mengeluarkan kontol Gw dari mulutnya.
757Please respect copyright.PENANA1RpkBPnmhw
"Kamu baik sama aku. Sedangkan aku belum ngasih apa-apa ke kamu." ucapnya.
757Please respect copyright.PENANA7R2kb8PXDm
Lalu dia melanjutkan adegan menyepong kontol Gw. Gw dari atas hanya bisa melihat dia memaju mundurkan kepalanya
757Please respect copyright.PENANASi1htYjarh
"Shhh. Kakk." kata Gw mengerang.
757Please respect copyright.PENANAwqweyvV4E8
"Mmmmpphhhhh."
757Please respect copyright.PENANA0P3ODqIDJy
*Plukk
"Kontol kamu enak banget, Jak." ucapnya lalu melanjutkan sepongannya.
757Please respect copyright.PENANA1GHdBXFyeL
"Erghhhh."
757Please respect copyright.PENANAfCAyyXiq4M
"Shhh."
757Please respect copyright.PENANAF0ca6hbtex
"Ahhh. Kakk.
757Please respect copyright.PENANAFyuSxP1sfi
*Crott crott
"Hmmmmm." suaranya tertahan karena mulutnya penuh dengan kontol Gw.
757Please respect copyright.PENANAYcBsnUGpkw
"Aahhhh."
757Please respect copyright.PENANALmAqssrA3m
*Plupp
757Please respect copyright.PENANAEJm4wFSpS6
*Glukk glukk
757Please respect copyright.PENANAdYXOYpGDce
"Jak, ngomong-ngomong dulu ihh kalo mau keluar." ucapnya.
757Please respect copyright.PENANAedMUnB5UFc
"Hehehe. Maaf. Abisnya mulut Kak Sinta enak banget sepongannya."
757Please respect copyright.PENANAgmMpuebfpW
"Makasih atas pujiannya." balasnya malu.
757Please respect copyright.PENANASqXhZT1Ka9
*Drtt drrtt
Mata kami berdua langsung tertuju ke HP Gw yang tergeletak di atas meja. Terlihat bahwa Bu Nisa menelepon Gw, mungkin mencari Gw untuk menuntaskan syahwatnya.
757Please respect copyright.PENANArE2mbnhyVv
"Yah, udah dicariin ya." ucapnya murung.
757Please respect copyright.PENANAeHK2Xgu54D
"Gabisa lanjut dong." tambahnya.
757Please respect copyright.PENANAIy477ZNj6y
Lalu Gw mengangkat tubuhnya untuk berdiri. Gw kecup bibir manisnya.
757Please respect copyright.PENANAt96GBHY2tP
*Muachh
Gw pun memeluk tubuh bugilnya dan dia menyambutnya dengan melingkarkan kedua tangannya di leher Gw.
757Please respect copyright.PENANAdB44rLI56B
"Jadiin aku yang ketiga, Jak." ucapnya lembut di telinga Gw.
757Please respect copyright.PENANAI0114uElNN
*Degg
Anjir. Kok bisa-bisanya dia ngomong begitu. Kalo dia mau ngentot sama Gw kan tinggal bilang ngentotin aku gitu. Tapi, kok dia bilang jadiin yang ketiga. Gw enggak bisa bales ucapan dia itu karena Gw sangat menikmati pelukan dia dengan tubuh bugilnya itu.
757Please respect copyright.PENANAZaGnSUPJLa
*Tok tok tok
"Assalamualaikum, Bu Sinta?"
757Please respect copyright.PENANAHzpEOSvWI8
Tiba-tiba ada suara ketukan pintu mengagetkan kami berdua.757Please respect copyright.PENANARPUtVNb1rb


