Bab 4
103Please respect copyright.PENANA3VGzm83LKh
Cahaya lilin di altar utama gereja masih berkelap-kelip lemah, menerangi pemandangan yang dulunya suci kini berubah menjadi arena dosa paling tabu. Bau campuran ASI manis beraroma iblis, sperma kental yang pekat, keringat tubuh, dan dupa ritual masih menggantung berat di udara. Grace Theresia terbaring telentang di atas meja altar yang dingin dan keras, tubuhnya yang sudah berubah drastis tergolek lemas namun masih bergetar sisa kenikmatan. Payudaranya yang kini membesar mendekati ukuran J-cup terlihat tegang dan mengkilap, “puting” merah gelapnya bengkak dan terus meneteskan ASI putih kental yang manis harum, mengalir pelan ke lekukan perut dan sisi tubuhnya.
103Please respect copyright.PENANAk0ZfX6109a
“memek”-nya yang tadinya suci kini menganga lebar, merah membara, mengeluarkan campuran sperma tebal dari puluhan creampie yang baru saja ia terima. “anal”-nya juga masih berkedut pelan, sedikit terbuka setelah plug dan penetrasi bergantian. Kakinya terbuka lebar, lutut gemetar tak terkendali, air mata masih mengalir di pipinya yang memerah. Tubuhnya penuh bekas tamparan merah, garis cambuk dari cane, dan cairan lengket yang membuat kulitnya mengilap di bawah cahaya lilin.
103Please respect copyright.PENANA0Y4Rik8EOL
Lucius Black berdiri tegak di samping altar, “kontol”-nya yang besar masih setengah tegang, tersenyum puas sambil memandang Markus yang keluar dari ruang observasi rahasia di balik salib besar. Sister Lilith dan tujuh pengikut kultus berjubah hitam berdiri mengelilingi, topeng mereka memberikan kesan iblis yang sedang merayakan kemenangan.
103Please respect copyright.PENANA5WrJtOAHYc
“Sekarang saatnya, Pendeta Markus Lukas,” kata Lucius dengan suara dalam yang penuh ejekan. “Kau adalah Altar Cleaner. Tugas sucimu malam ini adalah membersihkan setiap tetes berkah iblis dari tubuh Pelacur Iblis-mu. Dengan lidah dan mulutmu. Di depan kami semua.”
103Please respect copyright.PENANABA68cqZVtD
Markus berlutut di depan altar, jubah pendetanya sudah kotor oleh debu lantai. Wajah tampannya yang dulu kharismatik kini hancur total. Air mata mengalir tanpa henti di pipinya. “kontol”-nya yang masih berukuran normal terasa menyakitkan karena tegang di dalam celana, tapi ia tahu ia tidak boleh menyentuhnya. Rasa malu, cemburu, amarah, dan ketidakberdayaan bercampur menjadi satu. Dalam hatinya, ia masih berusaha berdoa, tapi kata-kata suci itu terasa hampa.
103Please respect copyright.PENANAWGovUpDykb
Grace menoleh lemah ke arah suaminya. Matanya yang dulu penuh kesalehan kini berkabut oleh sisa orgasme berulang. “Markus… lakukanlah… bersihkan aku… agar tidak ada bukti…” suaranya serak, tapi ada nada aneh yang hampir seperti perintah lembut.
103Please respect copyright.PENANAzJVL8iPyII
Lilith mendekat dan menendang pelan punggung Markus dengan sepatu haknya. “Mulai dari payudara. Hisap setiap tetes ASI manis itu. Jangan sia-siakan berkah iblis.”
103Please respect copyright.PENANAPBCPZTROCv
Markus merangkak naik ke altar. Bau ASI yang manis dan pekat langsung menyerbu hidungnya. Ia mendekatkan wajahnya ke payudara kiri Grace yang besar. “puting”-nya yang bengkak berdenyut di depan matanya, meneteskan ASI segar. Dengan ragu, lidahnya menyentuh ujung “puting” itu. Rasa manis hangat, seperti sperma bercampur susu kental dengan aftertaste rempah gelap, langsung memenuhi mulutnya. Ia mengisap pelan, dan ASI menyembur lebih deras ke dalam mulutnya.
103Please respect copyright.PENANASKDi5eaFl2
Grace menggeliat, “Ahh… ya… hisap lebih kuat, Markus…” Tubuhnya masih sangat sensitif. Setiap isapan membuat getaran kenikmatan menjalar dari dada ke “memek”-nya yang masih penuh sperma. Payudaranya terasa penuh dan berat, semakin ASI keluar, semakin lega tapi juga semakin bergairah.
103Please respect copyright.PENANAVO3kG51mop
Markus terpaksa mengisap lebih dalam, mulutnya penuh, ia menelan dengan susah payah. Suara isapan basah “slurp… glup… slurp” terdengar jelas, membuat para pengikut tertawa pelan dan bergumam blasfemi. “Lihat pendeta suci itu menjilat susu iblis dari istri pelacurnya,” ejek salah seorang.
103Please respect copyright.PENANAz0Li6Zj2nz
Lucius memerintahkan, “Sekarang yang kanan. Remas sendiri agar keluar lebih banyak.”
103Please respect copyright.PENANAYyYE4uXBa4
Markus menurut. Tangannya yang gemetar meremas payudara kanan Grace yang besar. Tekanan itu membuat ASI menyembur deras seperti air mancur kecil, menyemprot wajah dan mulut Markus. Ia menjilat, mengisap, membersihkan setiap inci kulit payudara yang penuh cairan lengket. Sensasi panas ASI di lidahnya, bau harumnya yang memabukkan, dan suara erangan Grace yang semakin keras membuat kepalanya berputar.
103Please respect copyright.PENANAMQ5XFXYlKG
Grace mengusap rambut suaminya dengan tangan lemah. “Bagus… bersihkan ‘puting’ istri iblismu… rasakan sperma yang keluar karena ‘kontol’ mereka…” Kata-kata itu keluar tanpa sadar, membuat Markus semakin hancur. Tapi ia terus menjilat, lidahnya berputar di sekitar “puting” yang berdenyut, mengisap hingga tidak ada lagi tetesan yang tersisa di permukaan.
103Please respect copyright.PENANALpNISsMHsd
Lilith tidak puas. Ia memasang gag ball kecil di mulut Grace agar erangannya teredam, lalu mengaktifkan electro-stim ringan pada piercing yang baru di “ceri” Grace. Getaran kecil itu membuat “memek” Grace berkedut hebat, mengeluarkan lebih banyak campuran sperma dan cairan orgasme orgasme sisa.
103Please respect copyright.PENANAWS4bt1hiHT
“Sekarang turun ke bawah, Altar Cleaner,” perintah Lucius. “Bersihkan ‘memek’ dan ‘anal’ yang penuh sperma para pengikut.”
103Please respect copyright.PENANAw0OGfEaPhk
Markus bergeser ke bawah. Pemandangan “memek” Grace yang menganga lebar, bibirnya bengkak merah, lubangnya masih berkedut mengeluarkan sperma kental putih yang meluber, membuat perutnya mual tapi “kontol”-nya berdenyut menyakitkan. Bau intim yang kuat—campuran sperma asin-manis, cairan Grace yang manis, dan aroma maskulin pengikut—sangat menyengat.
103Please respect copyright.PENANAjBN6dzPBFT
Ia menempelkan lidahnya ke bibir luar “memek”. Rasa asin kental langsung memenuhi mulutnya. Ia menjilat naik turun, membersihkan setiap lipatan yang basah. Grace menggeliat hebat, pinggulnya terangkat meski lemas. “Ya… jilat lebih dalam… hisap sperma mereka dari dalam ‘memek’ istri salehahmu…”
103Please respect copyright.PENANANrh8WXvUxb
Markus mendorong lidahnya masuk ke lubang “memek” yang masih longgar setelah penetrasi berulang. Ia menjilat dan mengisap, menarik keluar gumpalan sperma tebal yang masih hangat. Suara basah “slurp… glurk… slurp” semakin keras. Cairan itu mengalir ke dagunya, membasahi jubahnya. Setiap kali ia menelan, rasa pahit-manis itu membuatnya ingin muntah tapi juga anehnya semakin bergairah.
103Please respect copyright.PENANAck0T2cEzIk
Pengikut tertawa terbahak. Salah satu dari mereka memegang kepala Markus dan menekannya lebih dalam. “Bersihkan sampai bersih, Pendeta! Itu sperma iblis yang mengandung doa kita!”
103Please respect copyright.PENANAU9OmGZ6OxV
Grace mencapai orgasme kecil lagi hanya dari lidah suaminya. Tubuhnya kejang, “memek”-nya berdenyut kuat di sekitar lidah Markus, menyemburkan cairan orgasme orgasme baru yang encer ke mulut suaminya. “Aaaahhh… Markus… aku datang lagi… karena mulutmu membersihkan bekas ‘kontol’ mereka!”
103Please respect copyright.PENANAOwwSKAm9Ir
Markus terus bekerja. Ia bergeser ke “anal”. Lubang belakang Grace masih sedikit terbuka, mengeluarkan sedikit sperma yang meluber. Ia menjilat di sekitar “anal”, lidahnya memutar, membersihkan setiap sisa. Sensasi penuh di mulutnya, panas dari tubuh Grace, getaran otot yang masih berkedut, semuanya membuatnya merasa semakin rendah.
103Please respect copyright.PENANA34seTkWbpV
Lucius mendekat dan memasang chastity cage sementara di “kontol” Markus yang kecil dan tegang. “Mulai sekarang, ini akan dikunci bentuk salib terbalik. Kau tidak boleh ereksi penuh lagi tanpa izin.”
103Please respect copyright.PENANArrLsGOa5Gb
Markus menjerit pelan saat cage dingin mengunci “kontol”-nya yang kecil. Rasa sakit dan tekanan membuatnya semakin patuh. Ia kembali menjilat, kali ini membersihkan paha dalam Grace, perut yang sedikit kembung karena creampie banyak, bahkan jari kaki yang penuh cipratan.
103Please respect copyright.PENANAkb0InjszLJ
Ritual pembersihan berlangsung hampir satu jam penuh. Markus harus menjilat seluruh tubuh Grace: dari payudara, perut, “memek”, “anal”, punggung, bokong, hingga leher. Setiap kali ada tetes ASI baru yang keluar karena rangsangan, ia harus mengisap lagi. Grace berulang kali orgasme kecil, tubuhnya gemetar, kaki menendang lemah, air mata bercampur keringat.
103Please respect copyright.PENANAKJZJkgdw10
Akhirnya, Lucius bertepuk tangan. “Bagus, Altar Cleaner. Istri pelacurmu sekarang bersih dari luar. Besok modifikasi selanjutnya akan dimulai.”
103Please respect copyright.PENANAHvDSLJ4tHt
Grace menarik Markus naik dan menciumnya dalam, merasakan rasa sperma dan ASI di mulut suaminya. “Terima kasih… Pembersih Sperma Tuhan yang gagal,” bisiknya dengan senyum lemah yang sudah mulai gelap.
103Please respect copyright.PENANAsBd2AgQO5P
Markus berlutut di samping altar, hati dan imannya hancur berkeping-keping. Para pengikut mulai meninggalkan gereja sambil tertawa, meninggalkan pasangan itu dalam keheningan yang penuh dosa.
103Please respect copyright.PENANArlNiyF7hbQ
Malam itu, di rumah pendeta, Grace tidur dengan payudara besarnya yang masih menetes ASI, sementara Markus berbaring di lantai di samping tempat tidur, cage-nya menyakitkan, mulutnya masih terasa rasa sperma iblis. Transformasi mereka baru saja dimulai, dan jalan kembali sudah tertutup selamanya.
LANJUTAN CERITA103Please respect copyright.PENANA7xDvpdg19J
https://lynk.id/novelhambilah103Please respect copyright.PENANAgKBpfhoUNa
LINK ALTERNATIF https://lynk.id/hambilah103Please respect copyright.PENANAAMnBwpmt5h


