"MAS BRO, TOLONG PLIS!" teriak Kevin sambil mengangkat tangan buat minta jalan sama kendaraan lain yang macet di jalan Tol Jakarta-Cikampek. Usianya baru tiga puluh tahun, tapi wajahnya yang muda bikin banyak orang mikir dia cuma anak kos yang baru kerja beberapa bulan. Padahal sebenarnya, dia adalah Kevin Sanjaya – CEO dari perusahaan gaming terbesar di Indonesia yang baru saja merilis game lokal yang viral banget di pasar Asia.
Ceritanya mulai ketika Kevin merasa bahwa timnya terlalu fokus pada keuntungan dan tidak memperhatikan apa yang sebenarnya diinginkan oleh pemain atau bahkan karyawan muda di perusahaan nya. Selain itu, dia juga merasa bahwa dia semakin jauh dari kehidupan sehari-hari orang muda Indonesia – padahal game yang dia buat khusus ditargetkan untuk mereka.
Suatu hari, saat main game bareng temen-temen lama dari SMA, dia denger cerita salah satu temennya yang kerja jadi ojek online buat biayain hobi main game dan beli perangkat baru. Dari cerita temennya itu, Kevin dapet ide brilian – dia bakal menyamar jadi ojek online buat langsung nyari inspirasi buat game barunya dan juga ngeliat kehidupan anak muda sekarang seperti apa.
Tanpa ngasih tau siapapun di kantor, Kevin mulai persiapan – beli motor bekas tahun 2021, beli pakaian kasual ala anak muda sekarang (kaos band, celana jeans sobek, topi bucket), bahkan belajar gaya bicara dan slang kata yang lagi hits di kalangan Gen Z kayak "sih", "deh", "bet banget!", sampe "gaspolll!". Nama samarnya? "Rio" – nama yang dia pilih karena mudah diingat dan ngga terlalu mencolok.
Hari pertama kerja langsung jadi petualangan seru buat Kevin. Dia nemuin berbagai jenis penumpang – ada mahasiswa yang lagi keteteran mikirin tugas akhir, ada anak kos yang lagi buru-buru pulang buat nonton drama Korea, ada juga cewek muda yang lagi kerja paruh waktu buat beli konser idolanya. Setiap perjalanan bikin Kevin dapet cerita baru dan inspirasi buat karakter-karakter di game barunya.
Salah satu penumpang yang paling spesial adalah seorang cewek bernama Dinda yang kerja jadi desainer grafis freelance dan juga sering buat konten tentang game di YouTube-nya. Dinda sering naik ojol Kevin waktu mau ke kantor klien atau ke warnet buat main game bareng temen-temennya. Dia ngga pernah nyangka kalau pengemudi ojol yang sering kasih rekomendasi game bagus dan bahkan bisa kasih masukan tentang desain karakter itu adalah CEO dari perusahaan gaming yang lagi hits sekarang.
"Rio nih, emang kamu suka banget sama game ya? Kalau kerja jadi desainer game pasti bagus banget lho!" ujar Dinda saat mereka lagi jalan ke warnet. Kevin cuma bisa tersenyum dan bilang, "Kalau kerja jadi desainer game harus bisa gambar dong, aku kan cuma bisa main doang hehe." Padahal sebenarnya Kevin punya skill desain yang cukup bagus dan sering ikutan bantu tim desain di perusahaan nya.
Melalui Dinda, Kevin mulai kenalan sama komunitas gaming lokal dan anak muda kreatif lainnya. Dari mereka, Kevin tahu banyak hal yang belum pernah dia sadari – banyak anak muda yang punya bakat tapi ngga punya akses atau kesempatan buat masuk industri gaming, banyak yang harus kerja paruh waktu buat bisa beli perangkat gaming atau ikutan kompetisi, bahkan ada yang harus nyewa warnet setiap hari karena ngga punya laptop atau PC yang cukup buat main game berat.
Kevin juga mulai ngeliat bahwa banyak game yang dibuat oleh perusahaan besar cenderung sama saja dan kurang memperhatikan budaya lokal Indonesia. Banyak anak muda yang berharap ada game yang bisa menunjukkan keindahan budaya Indonesia dan cerita lokal yang menarik. Semua ini bikin Kevin berpikir keras – kenapa perusahaan gaming yang dia buat belum bisa memenuhi harapan mereka yang sebenarnya adalah target pasar utama?
Suatu hari, saat Kevin lagi jalan buat jemput Dinda ke acara kompetisi game lokal, mereka kena kecelakaan kecil – motornya sedikit nabrak trotoar karena ada anak kecil yang tiba-tiba keluar. Untungnya cuma motor yang sedikit rusak dan tidak ada yang terluka parah. Pas lagi nunggu bengkel datang bawa motornya, Dinda sengaja buka Instagramnya buat cek berita dan langsung ketemu foto Kevin sebagai CEO perusahaan gaming yang lagi viral karena baru aja raih penghargaan.
"KAMU... KAMU ADALAH KEVIN SANJAYA?!" teriak Dinda dengan mata yang bengkak kayak mau keluar. Kevin langsung kaget dan ngga bisa ngomong apa-apa selama beberapa detik. Akhirnya dia ngangguk dan mulai ngaku semua yang terjadi.
"Maafin ya Dinda... Aku sengaja menyamar karena aku mau liat langsung bagaimana kehidupan anak muda sekarang dan apa yang mereka mau dari game yang kita buat," ujar Kevin dengan suara yang sedikit malu tapi jujur. "Dari kamu dan teman-teman kamu, aku dapet banyak inspirasi dan juga tahu banyak masalah yang harus kita bantu pecahkan."
Tanpa berlama-lama, Kevin langsung ajak Dinda ke kantor perusahaan nya buat memperkenalkan dia sama timnya. Saat mereka sampai di kantor yang megah di kawasan SCBD, semua karyawan langsung terkejut – mereka ngga nyangka kalau bos mereka baru aja kerja jadi ojek online dan sekarang bawa cewek muda yang mereka kenal dari konten YouTube gaming.
Di depan seluruh tim manajemen dan beberapa karyawan muda, Kevin mengumumkan beberapa perubahan besar yang bakal diterapkan di perusahaan:
- Program "GAME INDONESIA" – bakal kasih beasiswa dan pelatihan gratis buat anak muda yang punya bakat di bidang gaming (desain, pemrograman, cerita, musik)
- Game baru bertema budaya lokal – bakal buat game dengan cerita dan karakter berdasarkan cerita rakyat dan budaya daerah dari seluruh Indonesia
- "GAMING CENTER GRATIS" – bakal bikin beberapa titik gaming center dengan perangkat lengkap yang bisa digunakan secara gratis buat anak muda yang ngga punya akses
- Kerjasama sama komunitas gaming lokal – bakal dukung kompetisi game lokal dan kasih kesempatan buat pemenangnya kerja di perusahaan
- Fleksibilitas kerja lebih besar – buat karyawan muda yang mau kerja paruh waktu atau dari rumah agar bisa tetap mengejar hobi atau pendidikan mereka
Dinda yang masih belum percaya dengan semua yang terjadi akhirnya diberi kesempatan buat jadi bagian dari tim desain game baru. Dia langsung nangis bahagia karena akhirnya bisa mengejar impiannya buat kerja di industri gaming dan bisa menunjukkan bakatnya.
"Kalau ngga ketemu sama kamu, Rio – atau Kevin ya – aku mungkin masih kerja freelance dan ngga pernah punya kesempatan buat kerja di perusahaan gaming besar," ujar Dinda dengan suara yang penuh emosi. "Terima kasih ya sudah mau lihat kehidupan kita yang sering dianggap cuma anak muda yang cuma suka main game aja."
Setelah itu, berita tentang CEO perusahaan gaming yang menyamar jadi ojek online langsung viral di semua platform sosial media. Banyak anak muda yang kasih dukungan dan bahkan ada yang langsung daftar di program GAME INDONESIA yang baru dibuka. Banyak juga yang kasih ide buat game baru berdasarkan cerita rakyat dari daerah masing-masing.
Kevin tetap sering kerja jadi ojek online setiap akhir pekan, sekarang bahkan sering ajak timnya buat ikutan. Mereka sering jalan-jalan keliling kota, nemuin anak muda dan kumpulkan ide buat game baru. Kevin juga sering bikin live streaming di Twitch sambil kerja jadi ojol, ngobrol sama penontonnya tentang game dan kehidupan sehari-hari.
"Sekarang aku jadi paham kalau sukses di industri kreatif bukan cuma tentang punya game yang laris atau banyak pemain aja," ujar Kevin dalam salah satu wawancaranya. "Yang lebih penting adalah kita bisa bawa kebaikan, kasih kesempatan, dan juga bisa jadi wadah buat anak muda Indonesia buat menunjukkan bakatnya dan bangga sama budaya kita sendiri."
Dinda sendiri akhirnya jadi salah satu desainer utama di tim game baru bertema budaya lokal. Game yang mereka buat akhirnya jadi sukses besar bukan hanya di Indonesia tapi juga di negara tetangga, karena banyak yang suka dengan cerita dan desain yang unik serta penuh kebudayaan lokal. Mereka bahkan mendapat penghargaan sebagai "Game Terbaik dengan Tema Budaya Lokal" di ajang penghargaan gaming regional.
"Saat pertama kali naik ojol sama Rio – atau Kevin – aku cuma mikir dia cuma ojol yang suka main game aja," ujar Dinda saat menerima penghargaan bareng Kevin. "Tapi ternyata dia adalah orang yang benar-benar peduli sama masa depan industri kreatif Indonesia dan anak muda yang ada di dalamnya. Semoga banyak pemimpin muda lainnya yang bisa seperti dia!"
37Please respect copyright.PENANAMToHsOaO7E
Kevin hanya tersenyum dan menambahkan, "Kita dari generasi sekarang harus bisa jadi jembatan buat menghubungkan impian dengan kesempatan dong! Ngga ada yang salah dengan suka main game atau punya hobi kreatif – yang penting kita bisa ubah itu jadi sesuatu yang positif dan bermanfaat buat banyak orang!37Please respect copyright.PENANAWxRjTwrqsu


