Sudah hampir satu bulan Desy berada dirumah itu. Ia kini mulai terbiasa akan perlakuan aneh sang mucikari. Dirinya juga sering diajak berbelanja, seakan kedua insan tersebut adalah pasangan yang pada faktanya tak lebih dari partner untuk saling memuaskan nafsu.
258Please respect copyright.PENANACTZV8P6cJr
Desy juga tak jarang ikut dalam pertemuan penting, melihat sisi gelap bisnis yang dijalankan oleh Bimo. Segala gemerlap dan wara-wiri kehidupan malam yang menawarkan selangkangan untuk para bandit.
258Please respect copyright.PENANAxK2aLAmyy4
Beberapa diantara mereka bahkan sempat tertarik kepada Desy, ingin mencicipinya dan merasakan kenikmatan ap3m milik wanita muda itu. Namun niatan nafsu mereka segera dihalangi oleh Bimo dengan berbagai alasan.
258Please respect copyright.PENANAgpu7qiU5Z1
"Mengapa tak bisa coba barang itu?" pekik Salah satu bos berbadan gempal.
258Please respect copyright.PENANAMbx03PdSle
"Dia itu istimewa. Kamu tidak akan sanggup membayarnya..." ujar Bimo sembari menghitung uang kertang yang dihasilkan dari permainan kartu di ruang vip itu.
258Please respect copyright.PENANAgzblf9Bj71
"Berapa?! 20 juta?! 30?! 50?!" tawarnya lagi, seakan tak ingin kalah akan pancingan dari Bimo. Lelaki plontos itu benar-benar menginginkan Desy.
258Please respect copyright.PENANAvo2z5LrZMs
Desy yang tengah duduk disamping Bimo hanya bisa menggenggam erat lengan mucikarinya itu sembari berharap Bimo tak tertarik dengan tawarannya.
258Please respect copyright.PENANA9Exy81Rzpl
"Begini saja. Jika kamu menginginkan wanita ini, kamu harus mengalahkanku dulu dalam permainan kartu" tantang Bimo sembari sesekali menghisap batang rokoknya dan menghembuskannya ke wajah pria gemuk itu.
258Please respect copyright.PENANAhOXQzJQkcg
"Oke! jika aku menang akan kup3rk0sa pacarmu secara gratis didepan matamu. Hahahaha!!!"
258Please respect copyright.PENANAXhV1ctwN1Q
Mendengar hal tersebut, Desy meronta tak setuju. Dalam diamnya dan rasa takut, ia menarik lengan Bimo seperti ingin meninggalkan ruangan itu. Namun Bimo tak menghiraukannya, ia tetap bermain kartu. berduel dengan pria tua itu.
258Please respect copyright.PENANAfbUAeE0AJW
Ketegangan mulai terjadi ketika pria plontos nan gemuk itu membuka kartunya, terlihat kartu As mendominasi permainan. Cukup bagus untuk embuka jalan kemenangan. Si gemuk mulai tersenyum dan menatap Desy dengan tatapan nakal.
258Please respect copyright.PENANAefHN3G462k
"Aku akan mendapatkanmu, sayang. Hahaha!!!"
258Please respect copyright.PENANAQAcDNJB17H
Namun kebahagian tersebut tak berlangsung lama, ketika Bimo membalik kartunya, terlihat kartu tersebut berwarna hitam dengan tulisan K yang membuat kartunya lebih tinggi dari si bedebah itu.
258Please respect copyright.PENANA6Bred19oA5
Pria pelontos itu kemudian menghantam mejah dan pergi meninggalkan ruangan. Desy yang tak tahu menahu persoalan kartu hanya bisa mengerti dari raut wajah Bimo yang tersenyum girang.
258Please respect copyright.PENANARasV3cYPkC
'Dia mengalahkannya. Syukurlah' batin Desy lega. Ia memeluk Bimo dengan erat sembari mencium pipinya tanda selamat.
258Please respect copyright.PENANAH188vYTCeF
Selepas pesta tersebut, mereka berdua kembali kerumah. Dengan rasa lelah, Desy menuju kamarnya sembari teronta-ronta akibat minuman keras yang ia konsumsi begitu banyak. Ia menoleh ke jam dinding yang telah menunjukan pukul 2 dini hari. Sesekali ia mengigau menyebut nama anaknya dan juga Gery, suaminya. Hingga ia terkapar tak sadarkan diri setelah tiba dikamar tersebut.
258Please respect copyright.PENANAz1VgkdoaUM
Menjelang subuh, ia lantas terperanjak dari kasur itu. Matanya masih setengah terbuka, kepalanya masih terasa sakit. Efek minuman itu masih sangat terasa, mulutnya berbau dan muntahan berceceran di lantai kamar itu. Ia tak menyangka kekacauan yang ia buat sedemikian menjijikkannya. Dengan keterpaksaan diri, Desy kemudian melangkah menuju kamar mandi. Ia membersihkan badan beserta berusaha berpikir jernih dalam kesendirian itu. Suara deras air yang mengalir diatas kepalanya seakan membuatnya kembali tersadar.
258Please respect copyright.PENANAq8YahjqolZ
Setelah membersihkan diri dan pikiran, Desy lantas beralih dengan membersihkan muntahan yang berceceran dilantai itu. Dalam kesibukan itu terlintas kenangan bersama anaknya. Dahulu ia seringkali mengerjakan pekerjaan rumah seperti ini disaat suaminya telah berangkat bekerja, sementara anknya, Jafar ia gendong sembari tangan yang satunya sibuk menyapu di halaman rumah, yang pantas disebut gubuk.
258Please respect copyright.PENANAbM35gArFFX
Dalam renungan itu, air mata Desy kembali jatuh. Tanpa suara, tanpa rengekan, hanya rasa penyesalan mendalam yang membuatnya tertunduk sedih.
258Please respect copyright.PENANAXvOMrmvHVZ
Tak ingin terlarut dalam pilu, Desy lantas beranjak keluar dari kamar tersebut hendak menuju dapur untuk mengambil segelas air. Ia merasa bahwa dengan minum segelas air putih dapat menetralisirkan alkohol yang ia konsumsi kemarin. Setibanya didapur tersbut ia la kemudian dikagetkan oleh dua orang yang sedang memandu kasih. Terlihat wanita pelayan itu sedang asik mengulum batang panjang tuannya, yang tidak lain adalah Bimo.
258Please respect copyright.PENANAyjRptYq4Vg
Tanpa adanya rasa malu, keduanya masih saja saling memuaskan diri tanpa menghiraukan kehadiran Desy yang berjalan menuju lemari pendingin. "Pagi sekali Bos! memangnya gak puas yah semalaman bersama wanita lain" cetus Desy sembari meneguk sebotol air putih.
258Please respect copyright.PENANAeovoR828c5
Bimo yang asik memaju mundurkan pinggangnya sembari mencengkram rambut panjang pelayannya kemudian tersenyum nakal "Mau join?" tawarnya kemudian.
258Please respect copyright.PENANAHPEer9aztJ
"Aku masih pusing! aku ingin beristirahat..." tolak Desy sembari berlalu meninggalkan mereka berdua membawa sebotol air menuju ruang tamu. Ia duduk bersandar di sofa itu, sofa dimana telah menjadi salah satu tempat permainan nakalnya bersama Bimo.
258Please respect copyright.PENANAGXHCteFg6T
Desy kini telah menganggap rumah itu seperti tempat peristirahatannya. Ia telah merasa nyaman selama berada dirumah itu. Rasa canggung telah berubah jadi kenikmatan, tak ada lagi bentakan dari suaminya, tak ada lagi kekerasan yang ia terima dari Gery, bahkan ia tak perlu lagi menerima orderan cucian dengan upah kecil.
258Please respect copyright.PENANA9KAVyElS8X
Desy kini bisa menghasilkan uang dengan jumlah yang besar hanya dari menemani Bimo atau bahkan mendapat bonus besar ketika melayani seorang pelanggan dari teman Bimo itu sendiri, namun tentunya Desy juga memilih-milah siapa yang patutnya ia terima untuk mendapatkan service spesialnya.
258Please respect copyright.PENANA3l3ADZyThC
Termenung dengan tatapan kosong, Bimo lantas menghampiri bersama dengan si pelayan yang baru saja merapikan pakaiannya. "Kok melamun, beb?" tanya Nadia, yang duduk disisinya.
258Please respect copyright.PENANAkwhfLydMLS
"Tidak. Aku hanya merasa kepalaku masih pusing"
258Please respect copyright.PENANASOjec4VITC
"Itu wajar... Aku sendiri pernah dicekokan minuman keras sampai terkencing-kencing" penyataan itu membuat Desy seketika berpaling menatap pelayan itu dengan ekspresi ngeri.
258Please respect copyright.PENANAbN7TjyWYjc
"Apakah itu benar" Desy kemudian beralih kesisi lain, menatap Bimo berusaha memastikan bahwa yang dikatakan oleh Nadia benar adanya. Bimo hanya mengangguk perlahan yang membuat Desy semakin ketakutan.
258Please respect copyright.PENANAzTQvhOirZ3
Ketiga insan tersebut akhirnya saling bercerita, berbagi pengalaman pada subuh hari dimana semua orang masih terlelap dalam tidurnya. Sesekali Desy terlihat tertawa ketika Bimo melemparkan satu lelucon tentang wanita tua yang ia tiduri dan bahkan Nadia juga ikut serta menghibur kepiluan Desy dengan berbagai cerita sebelum dirinya bertemu Bimo.
258Please respect copyright.PENANAjrFK6KhGuZ
Layaknya seperti keluarga, Desy kini menemukan kenyamanan bersama dua orang yang tinggal satu atap bersamanya. "Terima kasih telah menerimaku dirumah yang megah ini" ucap Desy sebelum keduanya lelah terkapar saling memeluk di sofa itu.
258Please respect copyright.PENANAo2GoWLjdRL
"Kamu adalah keluarga" balas Nadia sembari memeluk tubuh Desy yang berada di sisi kanannya.
258Please respect copyright.PENANATGDxepTVy6
"Tidak! kamu adalah Sugar Babyku" cetus Bimo yang tak mau kalah sembari ikut memeluk Desy di sebelah kiri.
258Please respect copyright.PENANAvgw1mAO8Qo
Desy tersenyum dan membalas pelukan mereka. 'Kita adalah keluarga yang aneh' batinnya.
258Please respect copyright.PENANApBDrSLbpip
Suara tangis semakin membuatnya geram, beberapa kali ia membentak ketika kesabarannya sudah tak terbendung lagi. Dibiarkan anaknya merancau dan menangis sehisteris mungkin, sementara dirinya masih sibuk memainkan ponselnya sembari berjudi melalui situs online. Tak ada rasa iba, semata hanya memikirkan dirinya sendiri.
258Please respect copyright.PENANAMlkhKf9zul
Gery kini tanpa pekerjaan. Dirinya baru saja dipecat oleh pihak gudang tempatnya bekerja disebabkan oleh tindakan bodohnya yang nekat mencuri Dua karung beras untuk dijual kepala tengkulak pasar dengan harga murah. Setelah diketahui oleh bosnya ia dipecat dengan tidak hormat, bahkan dikenai denda oleh oknum polisi setempat.
258Please respect copyright.PENANAqtArLBTNjn
Tanpa pemasukan dan pekerjaan, ditambah akan tanggungan dari anaknya membuat Gery semakin hampir gila. Tak ada yang bisa ia lakukan selain melampiaskan semua beban itu dengan berjudi dan mabuk-mabukan. Jafar sendiri semakin terlihat tak terurus, bahkan anak itu semakin kurus tanpa gizi terpenuhi. Ditelantarkan bahkan kotorannya mulai berserakan dikamar itu.
258Please respect copyright.PENANAnLJgmWpiQI
Gery sendiri sering kali meninggalkan anaknya sendiri di kamar tanpa pengawasan ketika ia pergi keluyuran bersama tongkrongannya. Seakan ia lepas akan tanggung jawab terhadap buah hatinya itu. Hingga ketika, anaknya mulai menampakkan tanda-tanda kritis. Sepulangnya, ia melihat jafar terbaring tanpa pergerakan dan suara tangis seperti biasanya.
258Please respect copyright.PENANAUHJ9QrprkK
Perasaan panik mulai muncul, ia beberapa kali membangunkan anaknya, mengguncangnya dengan sekuat tenaga. Gery keluar dari rumah itu, berteriak meminta pertolongan di jam Tiga subuh, dimana semua tetangganya masih terlelap. Sampai ketika seorang Ibu-ibu keluar dari rumah menghampiri Gery, "Kenapa?! ada apa Ger?"
258Please respect copyright.PENANAet3udHNxwk
"Anak saya Bu! anak saya tidak bergerak sama sekali!" tanpa berpikir panjang, Ibu itu lantas bergegas menuju kamar, menghampiri Jafar yang sudah lemas tak bernyawa. Ia menggendongnya, sembari memeluknya dalam dekapan.
258Please respect copyright.PENANAlbusPwODlg
"Inalilah...Jafar telah berpulang, nak"
258Please respect copyright.PENANAk6bjlmDLtc
Tangis Gery pecah. Ia sangat terpukul, lututnya gemetar kemudian ambruk. Penyesalan yang teramat dalam membuatnya tak berhenti menangis. Ia memeluk jafar yang sudah tak bernyawa.
258Please respect copyright.PENANAOTO1zmJ3mX
Sementara disisi lain, Desy tengah asik menerima sodokan Bimo. Ia tersenyum genit dan seakan meminta lebih untuk dijama. Mulut mereka saling beradu, keringat mulai bercucuran deras. Sudah lebih dari sejam mereka beradu cinra di kasur mewah itu, sementara Gery sedang merasakan duka mendalam.
258Please respect copyright.PENANApX0t5bhPrv
Ditengah kenikmatan itu, Desy menerima telepon dari sahabatnya Salsa. Namun ia tak menghiraukan panggilan tersebut dan masih saja terus menikmati sensasi yang diberikan oleh Bimo terhadap tubuhnya. Sampai ketika ia telah terpuaskan bermandikan peluh, dengan nafas yang tersengal-sengal Desy meraih ponselnya di sudut kasur. "Siapa sih yang nelpon! ganggu aja"
258Please respect copyright.PENANAnfCRA8MsnS
Bimo terlihat acuh, ia sudah terkapar di sisi Desy dengan meringkuk.
258Please respect copyright.PENANAEWKaQ4sbmk
"Salsa? Tumben dia nelpon setelah lama menghilang" cetus Desy bingung menerima panggilan dari teman lamanya itu. Salsa sendiri menghilang dari Desy setelah dirinya berhasil memperkenalkan Desy kepada Bimo. Entah apa alasannya, namun dirinya seperti enggan untuk menemui Desy kecuali jika ada hal yang mendesak atau hal yang memang benar-benar penting.
258Please respect copyright.PENANARKCX9emaTT
"Paling dia butuh duit" celetuk Bimo yang ternyata sedari tadi mendengar gumaman sang sugar babynya itu.
258Please respect copyright.PENANAiVYjGUR210
"Baiknya aku telepon saja..." Desy kemudian menelpon Salsa. Ia tak ingin rasa penasaran menghantuinya, sekalipun ia pikir bahwa temannya itu paling ingin meminjam duit untuk membeli hal yang sepele.
258Please respect copyright.PENANAAca10WEJqP
Setelah panggilan tersebut diangkat, terdengar suara riuh dari ponsel tersebut "Halo..."
258Please respect copyright.PENANA28PNRznM5K
"Tadi kamu menelponku, ada apa?" tanya Desy seakan bernada kesal.
258Please respect copyright.PENANAECucff91JX
"Ada hal yang harus beritahu ke kamu, tapi apakah kamu bisa menemuiku?"
258Please respect copyright.PENANAuB2A4vL0H1
"Jangan sekarang! aku lagi sibuk" bantah Desy, kesal.
258Please respect copyright.PENANAXUnsTxoW0J
"Ini hal penting!" tegas Salsa mulai meninggikan nada bicaranya.
258Please respect copyright.PENANAoO33BIZdJk
"Alaah... paling kamu mau minjam duit lagi" terka Desy meremehkan.
258Please respect copyright.PENANAOvdOZEdTOp
"Jafar meninggal, Des! Anakmu mati!" Desy tiba-tiba membeku. Ia tak bisa berkata-kata, namun tetap[ berusaha menenangkan kepanikannya.
258Please respect copyright.PENANA1rxTbU7LNi
"Kamu jangan asal bicara yah gundik!"
258Please respect copyright.PENANALXYgjg7CYc
"Kembalilah kerumahmu, sialan!" Salsa mulai terdengar kesal.
258Please respect copyright.PENANAb3dDkdLfTY
Desy menutup telpon. wajahnya pucat beserta keringat dingin yang mulai muncul disekitar keningnya. Dengan langkah yang teronta-ronta ia mengenakan pakaiannya. Kakinya bergetar, tak mampu menopang tubuhnya hingga ia tersungkur dilantai.
258Please respect copyright.PENANA8NWCcWhYIy
Melihat Desy yang mulai menangis histeris, Bimo menghampiri memastikan sugarbabynya itu baik-baik saja.
258Please respect copyright.PENANA6bmPjt39j3
"Ada apa?!"
258Please respect copyright.PENANA2bK1TH30t3
"Anakku..."
258Please respect copyright.PENANAtOKIJoFhEe
"Ada apa dengan anakmu?"
258Please respect copyright.PENANACqSJ8gY5dG
"Anakku mati! anakku meninggal!!" Desy histeris.
258Please respect copyright.PENANAqTo0TT9sC6
"Siapa yang memberitahumu?"
258Please respect copyright.PENANArHpxhTsOTY
"Salsa" jawab Desy yang mulai bercucuran air mata.
258Please respect copyright.PENANAUCymeG9DEX
"Jangan percaya dulu. Bisa jadi itu hanya keisengan" Bimo berusaha menenangkan. Ia kemudian meraih lengan Desy dan menuntunnya kembali kekasur. "Begini saja, besok pagi saya antar kamu kesana. Beristirahatlah untuk sekarang, karena sudah larut"
258Please respect copyright.PENANAnJ0TaAYME5
Desy sudah terlihat tenang, kepanikannya mulai mereda, namun rasa sedih akan memori yang terlintas terhadap anaknya, membuat tidurnya dimalam itu tak lelap. Ia bahkan bermimpi atas kepergian anaknya itu.
258Please respect copyright.PENANAb0cyhJde4t
'Jafaar...' gumam Desy dalam lelapnya
258Please respect copyright.PENANAlkGeROFAxq
BERSAMBUNG...
SELENGKAPNYA DISINI: https://lynk.id/shark95
ns216.73.216.69da2


