Sepulang dari sawah, Tidak lama datang suaminya Diana. Mandra.
928Please respect copyright.PENANAEqad8LkQns
Diana menyambut kepulangan suaminya itu dengan senyuman hangat. Hari itu hatinya begitu berbunga-bunga.
928Please respect copyright.PENANAUpO7GSMY6H
“ini mas kopinya. “
928Please respect copyright.PENANALbqicdR8rU
Diana meletakkan kopi hitam itu di atas meja. Mandra tersenyum mengangguk.
928Please respect copyright.PENANAV6btfJfuSP
“Gimana perjalanan ke kota mas? aman.” tanya Diana.
928Please respect copyright.PENANAU756wycSIv
“Aman-aman aja. mas juga udah beli semua alat-alat yang dibutuhkan, Oh ya bapak sama ibu kemana? “ tanya Mandra melihat suasana rumah agak sepi.
928Please respect copyright.PENANAR12U9q92zL
“Ohh. Bapak lagi keluar katanya kerumah mbak Enah, Ibu juga masih disitu.” jawab Diana.
928Please respect copyright.PENANACgELtbIQXa
“Ohh. yasudah mas mandi dulu ya. Udah gerah soalnya. ”
928Please respect copyright.PENANAxRGGgtX4RF
Diana mengangguk pelan. Mandra pun segera pergi kebelakang sambil membawa handuk.
928Please respect copyright.PENANAr2ymS72UsG
Tidak berselang lama. Dari depan datang pak Panton dan bu Sulastri.
928Please respect copyright.PENANA9RWarNC7Sm
“Assalamualaikum.. “ panggil keduanya.
928Please respect copyright.PENANA1eG7Z5L5la
“Wa'alaikumsalam.. “ jawab Diana.
928Please respect copyright.PENANACcFamuYoAg
Kedua pasangan paruh baya itu melangkah masuk kedalam rumah.
928Please respect copyright.PENANAbg6562F9Oi
“Mandra udah pulang atau belum neng?” tanya Bu Sulastri.
928Please respect copyright.PENANAO2CHx6sPcO
Diana mengangguk tersenyum. “Udah bu. baru setengah jam ia pulangnya. “
928Please respect copyright.PENANAxrhIPy6pRT
“Oh.. Bagus lah. Ini tolong tarok ini di dapur ya neng, Jangan lupa di panasin biar gak basi. “
928Please respect copyright.PENANAGPM9tO7CeC
Bu Sulastri menyerahkan satu kantong plastik hitam ke Diana.
928Please respect copyright.PENANAiHzfHAOP7m
“Apa ini bu? ” tanyanya.
928Please respect copyright.PENANAb6dcqtu5VE
“Itu daging kambing rendang. Mbak Enah yang ngasih tadi.”
928Please respect copyright.PENANAiNBMm6WXAO
“Wahh.. lumayan buat lauk kita nanti bu.” ucap Diana.
928Please respect copyright.PENANAm7VnmQRuAb
“Iya neng. Makanya ibu suruh neng panasin biar gak basi. ”
928Please respect copyright.PENANAS2yWIxOnc8
“Kalau gitu neng panasin dulu ya bu. ”
928Please respect copyright.PENANAQGi0m2e4lJ
Bu Sulastri mengangguk pelan. Diana pun segera ke dapur guna memanaskan rendang daging itu. Sedangkan pak Panton dia duduk di ruang tengah bersama sang istri.
928Please respect copyright.PENANACGOMfGhV4X
“Bapak gak langsung mandi aja? Dari sawah tadi loh. ” tanya bu Sulastri.
928Please respect copyright.PENANAC3A88qm5Vn
“Nanti aja bu masih capek. “
****
Singkat waktu. Malam pun sudah tiba. Langit sudah digantikan oleh awan hitam serta sinar bintang dan bulan.
928Please respect copyright.PENANAZDpN4Q9VM4
Keluarga basar itu makan bersama. Dan di akhiri berpisah kamar.
928Please respect copyright.PENANAiQmSETZFQ1
Suasana malam itu sunyi tapi damai. Namun siapa sangka dalam kesunyian itu ada sebuah rahasia yang sangat besar.
928Please respect copyright.PENANA7tfNHxfmRP
Ruangan gelap hanya ada sinar api lilin menyala.
928Please respect copyright.PENANAh19MMeq27W
Pak Panton duduk dalam kondisi meditasi. Nafasnya begitu teratur. Tenang dan fokus.
928Please respect copyright.PENANArmEPHS5q9M
Entah apa yang sedang ia lakukan di ruangan kumuh itu.
928Please respect copyright.PENANAbOvwUWxkVv
Beberapa menit kemudian. Suasananya berubah drastis.
928Please respect copyright.PENANAXFemS6X15X
Suhunya semakin panas. Membuat tubuh tua pak Panton bercucuran keringat.
928Please respect copyright.PENANAmNHpqIo5oT
Dan tiba-tiba..
928Please respect copyright.PENANAhTBMYC8H0P
Whuss!
928Please respect copyright.PENANAgMK1FRuyKj
Deru angin muncul entah dari mana. Memadamkan beberapa lilin.
928Please respect copyright.PENANAeh1SZTGGd2
Lalu pak Panton membuka matanya. Ekspresi pak Panton sangat berbeda dari pada biasanya.
928Please respect copyright.PENANACI2iFGk2um
Kali itu auranya berubah 90 darajat. Ia tersenyum menyerangai.
928Please respect copyright.PENANAfcj4BzM80E
“Darto-Darto. aku kira hanya ibu Narsih yang kau embat, ternyata kau juga mengembat istrinya pak kepala desa sama ibu-ibu yang lain. Memang kau tua-tua sialan.”
928Please respect copyright.PENANAA4ndTrk3l1
Lalu pak Panton membuat gerakan tengan yang sangat sulit untuk di tebak. Gerakan itu begitu kuno.
928Please respect copyright.PENANAQUs0p13alf
Dan penuh aura mistis. Lalu pak Panton menghibaskan kedua telapak tangannya ke dadanya.
928Please respect copyright.PENANAkuZ6va2JdU
Bughh!
928Please respect copyright.PENANAzBICvs7TBI
“Ughh.. huekk.“
928Please respect copyright.PENANAE9O7BpLBRq
Pak Panton memuntahkan cairan berwarna darah gelap. Cairan itu mengumpul seakan tidak dapat dihancurkan.
928Please respect copyright.PENANAHZPgsXsLRO
928Please respect copyright.PENANAdbZ0E4Bvps
“Sebenarnya aku tidak ingin lagi kembali kedalam jalan itu. Tapi desa ini sepertinya semakin lama, Semakin tidak tentu arah, Karena kalian sudah mengusik menantuku, Maka aku juga tidak bisa tinggal diam lagi.“
928Please respect copyright.PENANAkfo403TqMD
Pak Panton segera melingkari gumpalan darah gelap itu dengan cahaya api lilin.
928Please respect copyright.PENANA9eJr2HXIJU
Lalu mulut pak Panton berkomat-kamit entah apa yang sedang ia lakukan.
928Please respect copyright.PENANAhJkliVMkof
Namun secara tiba-tiba. Muncul suara desingan angin.
928Please respect copyright.PENANAQHfh96KN3d
Begitu suara angin itu tidak ada lagi. Pak Panton membuka matanya. Kini didepan ada sebuah mutiara tiga warna ukurannya. Hanya sebesar kelereng.
928Please respect copyright.PENANA27RuFnYSOC
“Akhirnya.. Berhasil juga.. Huhhff.” gumamnya.
928Please respect copyright.PENANAksvEKwoiGj
Nafas pak Panton sedikit ngos-ngosan. Wajahnya pun sedikit pucat.
928Please respect copyright.PENANA2oSGMoIkj3
Lalu mutiara tiga warna itu. di ambil oleh pak Panton. Ia menatapnya cermat.
928Please respect copyright.PENANAJGxmXzAnAo
928Please respect copyright.PENANA3yZPiyOBxX
“Mutiara cendonolongit. Akhirnya kita bertemu kembali. ”
928Please respect copyright.PENANAQTkRwepqmT
Mutiara cendonolongit, adalah sebuah harta yang nilai tidak terhingga, Mutiara cendonolongit bukan sembarangan mutiara.
928Please respect copyright.PENANA36j8tqAaA1
Itu adalah salah satu harta goib serta bumi, Konon dulu jika ada orang melenalan mutiara itu. Orang itu akan mendapatkan kedigdayaan goib.
928Please respect copyright.PENANA7gefXEIAds
Dan rumor itu memang tidak abal-abal. Sebab pak Panton sudah mencobanya beberapa kali.
928Please respect copyright.PENANAIwvRoCDNfZ
Tidak ingin berlama-lama lagi. Pak Panton pun menelan mutiara cendonolongit.
928Please respect copyright.PENANAeBW1GghpeQ
“Aarrghhh.. ”
928Please respect copyright.PENANAw5zufF15Jc
Pak Panton mengerang pelan. Ia merasakan setiap persendian tubuhnya begitu panas, Namun tidak berlangsung lama.
928Please respect copyright.PENANA9XMMJ8QhFa
“Tidak berubah. kau selalu membuat ku terkejut. ”
928Please respect copyright.PENANA0qc2ObKJfN
Sebuah suara serak mengagetkan pak Panton. Suara itu tidak datang dari sebelah kiri mau pun kanan dan depan.
928Please respect copyright.PENANAnhlyjuC5QU
Suara itu seolah-olah tidak memiliki arah. Ia hanya menggema.
928Please respect copyright.PENANAZpgPrwV3DE
“Arrghhh.. eyang, salam hormat. “ ucap pak Panton terbata-bata.
928Please respect copyright.PENANA29iONOsXdp
Ia segera menundukkan kepalanya. Lalu tidak berselang lama. Muncul sesosok pria tua bersurban hitam.
928Please respect copyright.PENANAYqGH3L9w5J
Penampilannya begitu mencolok. Jenggot berwarna putih kulitnya sudah keriput namun sangat tegas.
928Please respect copyright.PENANA3msm0HeHph
Di kepalanya. kain hitam melingkar menutupi rambut bagian atas.
928Please respect copyright.PENANASRBvbLX8nP
“Kau kenapa melangkah lagi ke jalan ini. Wahai cucu ku? Tidaklah cukup kau menapaki selama empat tahun lalu? ” ucap sosok pria tua itu.
928Please respect copyright.PENANAJzSxekKNdt
Tingginya hanya sekitar 160 lebih. Satu tangannya kebelakang satu lagi mengelus jenggotnya.
928Please respect copyright.PENANAc6XWYQoeAZ
928Please respect copyright.PENANAIxzudSlrA2
Ia tidak menghadap ke pak Panton. Melainkan membelakanginya.
928Please respect copyright.PENANACRCZ4Qjbs0
“Hmm... aku rasa eyang pun tau, kenapa aku melangkah kembali ke jalan ini. ” ucap pak Panton penuh kehati-hatian.
928Please respect copyright.PENANA8PmZf0lTqx
Pria tua itu sekilas tersenyum.
928Please respect copyright.PENANAWFEuytHnzo
“Baiklah jika itu yang kau inginkan.. Tapi ingat satu hal wahai cucu ku.”
928Please respect copyright.PENANAufCWtUrhO6
“Jangan terlalu lama kamu menapaki jalan ini. Sebab wadah seperti mu tidak akan sanggup menanggung bebannya, Jika tadi kamu berlatih dari awal. Mungkin itu tidak akan masalah dan eyang ingatkan, kau boleh melakukan apa saja yang kau mau, tapi itu semua harus kau pertanggung-jawaban jangan lari dari perbuatan cucu ku.”
928Please respect copyright.PENANANYGpKCRct7
Whuuss..
928Please respect copyright.PENANAz7eXjDQDWO
Sosoknya pun seketika menghilangkan. seperti tidak pernah ada.
928Please respect copyright.PENANAcLlHfCCjr0
“Baik eyang.. Aku akan ingat itu. ” gumam pak Panton.
928Please respect copyright.PENANAQBfiD6V7Yi
Setelah semuanya selesai. Pak Panton memilih untuk keluar setelah memadamkan api lilin.
928Please respect copyright.PENANAczKXPiWgm6
Ia segera ke kamarnya untuk tidur. Karena sebentar lagi matahari sudah terbit.
928Please respect copyright.PENANAIN2td3ELFc
*****
928Please respect copyright.PENANAeqvU46qF3n
Pagi harinya. Tempat pukul tujuh pagi. Diana keluar rumah.
928Please respect copyright.PENANAmsc5i8Ngcs
“Bu. Diana ke warung pak Darto dulu ya mau beli sayuran. ” ucap Diana dari depan.
928Please respect copyright.PENANADlVeQjxPaA
“Iya neng. Hati-hati di jalan. ” ucap suara bu Sulastri dari dalam rumah.
928Please respect copyright.PENANAA7RYosVXK2
Diana pun segera pergi, Pagi itu ia mengenakan daster longgar bermotif bunga.
928Please respect copyright.PENANA5lEgJC4A0T
Sesampainya di warung pak Darto. Tempat itu sudah tidak lagi ramai. Hanya ada beberapa ibu-ibu lagi.
928Please respect copyright.PENANAUU2hx2QRrH
928Please respect copyright.PENANAdbLD3Ew4fl
Diana menyapa mereka penuh sopan santun. Begitu pun sebaliknya.
928Please respect copyright.PENANAAJmO45lUPM
Diana memilih sayuran serta beberapa ikan lokal yang di jual.
928Please respect copyright.PENANAZu5XlSNUZc
“Berapa semuanya pak? “ tanya Diana.
928Please respect copyright.PENANA2r7i0Hn7MA
“45 ribu neng. “ ucap pak Darto.
928Please respect copyright.PENANApKJNONwnsk
Diana menyerahkan satu uang lembaran berwarna biru. Pria tua pun segera mengambil dan menukarnya.
928Please respect copyright.PENANADps6bx6Ukh
“Ini neng kembaliannya limar ribu. ”
928Please respect copyright.PENANAhWepGv3sPR
“Terimakasih pak.“
928Please respect copyright.PENANA21bFySjZLa
Saat hendak ia ingin pergi. Tiba-tiba saja ia di panggil salah satu ibu-ibu. yang tak lain adalah ibu Narsih.
928Please respect copyright.PENANA4i5k7fN108
“Neng Diana. Tunggu.“
928Please respect copyright.PENANA2MimU31JL7
Diana menoleh. “ iya ada apa ya bu? ”
928Please respect copyright.PENANAXvaOlO8XBo
Bu Narsih mendekati Diana. Ia sedikit tersenyum.
928Please respect copyright.PENANAMqZLi8KBJ1
“Hmm.. neng ada waktu gak? Soalnya ibu mau bicara sebentar.” ucap bu Narsih.
928Please respect copyright.PENANADURFingwhv
“Boleh. Mau bicara apa emang bu? ” tanya Diana.
928Please respect copyright.PENANA7zXOUjlVEH
“Jadi gini. ibu ada sesuatu yang mau bicarakan, Kalo disini rasanya kurang nyaman. Gimana nanti ibu datang kerumah? ” usul bu Narsih.
928Please respect copyright.PENANAPDamiW6Ozt
“Boleh.. ibu datang aja kalo gitu. ”
928Please respect copyright.PENANAKoj3oAgHAB
“Yasudah.. nanti siang ibu datang. ”
928Please respect copyright.PENANA4mAZ35HQoH
Setelah itu Diana pun pemit pergi. Sedangkan bu Narsih kembali ke warung pak Darto.
928Please respect copyright.PENANA3o8nLoFLxW
Kini warung itu sudah sepi pembeli. Pak Darto melihat kedatangan bu Narsih. Ia tersenyum.
928Please respect copyright.PENANAl3cnQMhJf9
“Gimana bu, Aman? ” tanya pak Darto.
928Please respect copyright.PENANASDn6NazfiB
Bu Narsih tersenyum mengangguk pelan. “ Aman lah. Siapa dong yang ajak.”
928Please respect copyright.PENANAJyDmXToklf
“Widihh... Bagus bagus. Kalo gitu sini masuk kerumah dulu bu. mupung istri saya tidak ada.” ucap pak Darto mengedipkan matanya.
928Please respect copyright.PENANAaSiE9YyDck
Bu Narsih tersenyum salah tingkah. ia pun segera masuk kedalam rumah pak Darto sekaligus tempat jualannya.
928Please respect copyright.PENANAL96aa7ssVK
“Kiyahhh.”
928Please respect copyright.PENANAOiCc6nXDEd
Tubuh bahenol bu Narsih di tarik oleh pak Darto.
928Please respect copyright.PENANAjhdAPYXe8w
“Chuphhh Uhmmm Sruphhh.”
928Please respect copyright.PENANARNitZ2FGwT
Kedua segera berciuman penuh hasrat. Mereka melakukannya tidak dalam rumah melainkan di tempat pak Darto jualan.
928Please respect copyright.PENANAWFAt5k49TH
Untuk tempat itu agak tertutup oleh papan kayu. Jadi tidak terlihat apa yang mereka lakukan.
928Please respect copyright.PENANAkw1krvYNrZ
“Aahhh Ughhmmm cepat pak takut datang orang nanti. ” ucap bu Narsih.
928Please respect copyright.PENANAYZw34K9vzI
“Sabar to bu.. tempik mu belum basah. Sini jongkok. ”
928Please respect copyright.PENANA37eAKwSttO
(Kelanjutan dari kisah ini bisa kalian kunjungi melalui lin!k bawah 👇ini
928Please respect copyright.PENANAMWPqgbuFZa
https://bit.ly/4cqMj8W928Please respect copyright.PENANA1dCssRBky4


