3269Please respect copyright.PENANAv6giV5OjZcBAB 4
3269Please respect copyright.PENANA4wRvxXY70w
3269Please respect copyright.PENANAcFKmVFxu19
3269Please respect copyright.PENANANsCs0r8IEc
3269Please respect copyright.PENANAOshix8zqqk
3269Please respect copyright.PENANAWuro6M1P0F
Pagi ini kantor terasa seperti penjara. Aku duduk di kubikel dengan mata kosong menatap layar komputer yang belum juga kukerjakan. Semalaman aku hampir tidak bisa tidur. Bayangan Bang Dayat di jendela, tangan Qila yang mengocok kontolku sambil bercerita detail tentang tubuh Genjor dan kedekatan Bang Dayat di belakang rumah — semuanya berputar terus di kepala seperti kaset rusak.
3269Please respect copyright.PENANASbY7BSHcef
3269Please respect copyright.PENANA1KEscg3gGZ
3269Please respect copyright.PENANAIeZlABTO0b
Aku mengusap wajah kasar. Kontolku berdenyut pelan hanya karena mengingat suara Qila yang lembut saat bilang, “Bang Dayat pasti butuh pelampiasan sebagai pria normal.” Aku merasa jijik dengan diriku sendiri. Harusnya aku marah besar. Harusnya aku konfrontasi. Tapi kenapa malah aku diam dan... mengeras?
3269Please respect copyright.PENANAP1lM5BUy7C
3269Please respect copyright.PENANAYGjfbVb9mE
3269Please respect copyright.PENANAlpNztQZ3dV
Aku melirik jam. Baru pukul 10.30. Biasanya aku pulang jam 5 sore, tapi hari ini aku memutuskan untuk pulang lebih awal. Aku ingin melihat sendiri apa yang sebenarnya terjadi di depot saat aku tidak ada. Aku bilang ke bos ada urusan keluarga mendadak. Dia mengizinkan tanpa banyak tanya.
3269Please respect copyright.PENANAfoWUa7tCu4
3269Please respect copyright.PENANAQg4IrmffA1
3269Please respect copyright.PENANAoDwkR1Ei7R
Sepanjang perjalanan pulang naik motor, angin sore menyapu wajahku tapi tidak bisa mendinginkan kepala. Aku membayangkan Qila lagi di depot, mungkin sedang tertawa dengan Genjor yang badannya basah keringat, atau berdiri dekat Bang Dayat yang gemuk itu. Payudaranya yang kenyal, paha putihnya, senyum tipisnya yang akhir-akhir ini jarang aku lihat saat bersamaku.
3269Please respect copyright.PENANAp2eFTZvPb5
3269Please respect copyright.PENANAhLH5f2pT09
3269Please respect copyright.PENANA2GP0yxceBN
“Kenapa aku jadi seperti ini?” gumamku di dalam helm.
3269Please respect copyright.PENANAQc9T13albE
3269Please respect copyright.PENANAlvdd6WZTYz
3269Please respect copyright.PENANAnd4fqHJjpI
Ada amarah yang mulai mendidih, tapi juga ada rasa penasaran yang gelap dan memalukan. Aku ingin marah, tapi bagian lain dari diriku justru ingin tahu lebih dalam.
3269Please respect copyright.PENANA8ch3ZMqtfS
3269Please respect copyright.PENANAN1m5j8UM4k
3269Please respect copyright.PENANAhAYmhKRnmn
Aku tiba di kompleks jam 3 sore lebih sedikit. Aku parkir motor agak jauh, lalu berjalan pelan mendekati depot. Jantungku berdegup kencang.
3269Please respect copyright.PENANA38e9WtAe9D
3269Please respect copyright.PENANAhjQTpWXzqk
3269Please respect copyright.PENANAUchEVOpf0g
Depot sedang ramai. Qila berdiri di dekat meja kasir, pakai kaos putih tipis yang agak basah di bagian dada karena keringat. Bra hitamnya samar terlihat. Celana pendek jeansnya membuat pahanya terlihat panjang dan mulus. Rambutnya diikat tinggi, beberapa helai menempel di leher yang berkeringat.
3269Please respect copyright.PENANASftTSDARap
3269Please respect copyright.PENANAVofD9kAt7M
3269Please respect copyright.PENANANYF4LrBl9P
Genjor sedang mengangkat galon di depannya. Kaosnya basah kuyup, menempel ketat di tubuh tonggos-cungkringnya. Otot lengannya menonjol jelas saat dia mengangkat dua galon sekaligus. Qila tertawa kecil saat Genjor bilang sesuatu, tangannya menyentuh lengan Genjor sebentar sambil menunjuk nota. Sentuhan itu terlihat ringan, tapi cukup membuat dadaku panas.
3269Please respect copyright.PENANAlEjnzrMoMQ
3269Please respect copyright.PENANAS5cxA4RC5E
3269Please respect copyright.PENANANUdAU03K24
Di belakang, Bang Dayat sedang membawa galon kosong ke gudang belakang. Tubuhnya yang gemuk bergerak pelan, perut buncitnya bergoyang. Dia melirik ke arah Qila beberapa kali dengan senyum yang membuat mukanya semakin jelek.
3269Please respect copyright.PENANA7csQCu5PEk
3269Please respect copyright.PENANA6XBaoLzZXk
3269Please respect copyright.PENANAFZ2Z6xFrtW
Aku berdiri di balik pohon agak jauh, mengamati. Qila terlihat santai sekali di antara mereka. Gerakannya luwes, senyumnya lepas. Berbeda sekali dengan sikap manyun dan cueknya saat bersamaku akhir-akhir ini.
3269Please respect copyright.PENANAEGRA6pdBf6
3269Please respect copyright.PENANAcSgPwh8OOe
3269Please respect copyright.PENANAJqpmBTvfon
Aku merasa amarah naik ke tenggorokan. Tapi aku tidak keluar. Aku hanya diam, menonton istriku tertawa dengan pria lain, tubuhnya yang sexy dikelilingi tatapan mereka. Kontolku malah berdenyut pelan di dalam celana. Aku benci ini, tapi tidak bisa menyangkal sensasi itu.
3269Please respect copyright.PENANAmN53eXi1DG
3269Please respect copyright.PENANAYqUhQZrcyD
3269Please respect copyright.PENANAwWSxthdvIN
Setelah beberapa menit, aku memutar jalan dan masuk rumah seperti biasa, pura-pura baru pulang.
3269Please respect copyright.PENANAR0hgtJmvyC
3269Please respect copyright.PENANATquZAqSV1p
3269Please respect copyright.PENANAjOg9zylj3J
Tak lama kemudian Qila masuk rumah. Dia kaget melihat aku sudah duduk di sofa ruang tengah.
3269Please respect copyright.PENANAEjgpBY6Fj0
3269Please respect copyright.PENANA32asfEI4lE
3269Please respect copyright.PENANACzalDv8Knc
“Mas kok sudah pulang? Baru jam setengah empat,” tanyanya sambil meletakkan tas di meja.
3269Please respect copyright.PENANAT7dgwQIbWg
3269Please respect copyright.PENANAO69kAmMg3n
3269Please respect copyright.PENANAnA0g2JpssQ
“Kerjaan lagi sedikit, jadi pulang cepat,” jawabku datar. Mataku memperhatikan tubuhnya. Kaos putihnya masih lembab, putingnya samar terlihat karena bra tipis. Paha putihnya berkilau karena keringat.
3269Please respect copyright.PENANAOQRAAeSFJ3
3269Please respect copyright.PENANAM28c0qoqWi
3269Please respect copyright.PENANARcC9BBVxPm
Qila mengangguk saja, lalu duduk di kursi seberangku. Dia mengambil kipas angin dan mengipas dadanya yang basah. Gerakan itu membuat payudaranya bergoyang pelan. Aku merasa nafsu dan amarah bercampur jadi satu.
3269Please respect copyright.PENANAbfCn7V52Uw
3269Please respect copyright.PENANAzjaBWmewlU
3269Please respect copyright.PENANAn3xlxHra9o
“Kamu hari ini… gimana?” tanyaku, suaraku agak tegang.
3269Please respect copyright.PENANAkRhue15fXb
3269Please respect copyright.PENANA5FH6hmD0e7
3269Please respect copyright.PENANAOMVxL13kpN
“Biasa aja. Rame. Genjor sama Bang Dayat bantu banyak,” jawabnya santai sambil mengipas terus.
3269Please respect copyright.PENANA92lB0qbC6b
3269Please respect copyright.PENANA9PLiKEDmBH
3269Please respect copyright.PENANA7krGReTUcJ
Aku diam sebentar, lalu bertanya dengan nada yang berusaha tenang, “Bang Dayat… sering banget ya bantu di belakang rumah?”
3269Please respect copyright.PENANAdVQgfsQIXH
3269Please respect copyright.PENANABAwVrgrnSo
3269Please respect copyright.PENANAlBWpplTGaX
Qila melirikku sebentar. Dia tersenyum tipis, tapi aku bisa lihat ada kewaspadaan di matanya. “Iya. Dia baik kok, Mas. Kasian juga dia sendirian.”
3269Please respect copyright.PENANAkJls5oiSEj
3269Please respect copyright.PENANAxbM3JmYyhk
3269Please respect copyright.PENANA1w1ROHGAlI
Dia bangkit berdiri, meregangkan tubuhnya. Kaosnya naik, memperlihatkan perut rata dan pinggang yang indah. Aku menelan ludah.
3269Please respect copyright.PENANAl4gwwVhSNE
3269Please respect copyright.PENANAMz461IZJL4
3269Please respect copyright.PENANAy24DmgFF13
“Dia bilang ada yang mau dibicarakan serius sama aku,” lanjut Qila pelan sambil berjalan ke dapur. “Nanti malam aja kita obrolin ya, Mas. Aku mau mandi dulu, badan lengket banget.”
3269Please respect copyright.PENANAYEJSqFfv6L
3269Please respect copyright.PENANAzG4bnLMDfx
3269Please respect copyright.PENANAUO2rktIDX8
Nada suaranya lembut, tapi ada sesuatu yang membuat perasaanku tidak enak. Aku merasa ada yang disembunyikan, tapi aku belum tahu apa.
3269Please respect copyright.PENANAeZ4L7eXMAD
3269Please respect copyright.PENANAzdws1jEriz
3269Please respect copyright.PENANAwKGdX03CE6
Aku duduk sendirian di sofa, tangan mengepal pelan. Amarah mulai mendidih, tapi aku juga merasa cemas. Apa yang sebenarnya Bang Dayat bicarakan dengan istriku?
3269Please respect copyright.PENANA0BNMOXaBLJ
3269Please respect copyright.PENANAjJLcWZeSol
3269Please respect copyright.PENANARFVqfUchnd
Qila keluar dari kamar mandi dengan rambut masih basah, memakai kaos longgar tipis berwarna krem tanpa bra dan celana pendek rumah yang ketat di pinggul. Bau sabun mandi yang segar bercampur aroma kulitnya yang hangat langsung memenuhi ruangan. Kami duduk di meja makan yang sederhana. Aku menyendok nasi, tapi nafsu makan hilang sejak tadi.
3269Please respect copyright.PENANAAl2ZNPiK1o
3269Please respect copyright.PENANA3rWStlmiOQ
3269Please respect copyright.PENANA9gwx2Ny8mq
Makan malam berjalan dalam diam beberapa menit. Hanya suara sendok garpu yang terdengar. Qila makan dengan pelan, sesekali mengusap lehernya yang masih lembab. Payudaranya yang bebas bra bergoyang lembut setiap kali dia menggerakkan tangan.
3269Please respect copyright.PENANAg4ikldpESS
3269Please respect copyright.PENANAcMr109uL1r
3269Please respect copyright.PENANAyqpeteqD8j
Akhirnya Qila meletakkan sendoknya. Dia menatap aku dengan mata yang lembut, tapi ada sesuatu di balik tatapan itu.
3269Please respect copyright.PENANAnC0Ch9EhO5
3269Please respect copyright.PENANAtCAg4DjRgH
3269Please respect copyright.PENANAkZyLjv7E5Q
“Mas… tadi siang Bang Dayat bicara serius sama aku,” katanya pelan, suaranya hati-hati.
3269Please respect copyright.PENANAXmPQQlxmPP
3269Please respect copyright.PENANAdbnKnUZI1Q
3269Please respect copyright.PENANALaZFobGSpm
Aku langsung menegang. Jantungku berdegup keras. “Apa?”
3269Please respect copyright.PENANAfDpErOGZPE
3269Please respect copyright.PENANAraOhqYK9NT
3269Please respect copyright.PENANAftHAvKwone
Qila menggigit bibir bawahnya sebentar, seolah memilih kata-kata. “Dia bilang… dia sudah lama sekali nggak merasakan sentuhan perempuan. Sudah tiga tahun istrinya meninggal. Badannya sering panas, susah tidur. Dia minta… sesuatu yang sederhana.”
3269Please respect copyright.PENANA6XROJ1AuCQ
3269Please respect copyright.PENANAGVfB5cfVmB
3269Please respect copyright.PENANABmPkBx5AWn
Aku meletakkan sendok dengan agak keras. “Apa yang dia minta, Qila?”
3269Please respect copyright.PENANA6ezzH5mRbn
3269Please respect copyright.PENANABEgaQth9M8
3269Please respect copyright.PENANABESqeWGeNZ
Qila menunduk sebentar, lalu menatap aku lagi. Suaranya semakin lembut, hampir seperti membujuk. “Dia minta sowing, Mas. Cuma gesekan aja. Peler dia digesek ke memek aku dari luar… pakai kondom. Katanya cuma itu yang dia butuh. Nggak masuk, nggak apa-apa lagi. Cuma gesekan doang.”
3269Please respect copyright.PENANASYJKVpehbg
3269Please respect copyright.PENANANU0P21uanH
3269Please respect copyright.PENANAA2TQjmhf8k
Kata-kata itu seperti petir di kepalaku. Aku langsung panas. Amarah naik dengan cepat.
3269Please respect copyright.PENANAhcRCyw80Up
3269Please respect copyright.PENANAAgBEjg6hAP
3269Please respect copyright.PENANAqkKki1T3Ly
“Apa?! Dia minta apa?! Gesek memek kamu?!” suaraku meninggi, tangan mengepal di atas meja. “Kamu istri aku, Qila! Masa ada cowok lain minta gesek memek kamu?! Lo gila apa dia?!”
3269Please respect copyright.PENANA7RhsdswLCA
3269Please respect copyright.PENANAY9rEY3H0IV
3269Please respect copyright.PENANARkFDUDKS4D
Qila tidak langsung membela diri. Dia malah meraih tanganku pelan, ibu jarinya mengusap punggung tanganku dengan lembut. Sentuhannya hangat dan menenangkan, tapi aku tahu itu bagian dari caranya.
3269Please respect copyright.PENANAguAOthEVBa
3269Please respect copyright.PENANAguws44Anfr
3269Please respect copyright.PENANAXnmZ0r0CjF
“Mas… tenang dulu. Aku juga kaget waktu dia bilang. Aku langsung bilang enggak. Aku bilang aku sudah punya suami. Tapi dia kelihatan benar-benar putus asa, Mas. Matanya sedih banget. Dia bilang cuma gesek dari luar kok, pakai kondom tebal. Nggak ada penetrasi, nggak ada ciuman, nggak ada apa-apa. Cuma pelampiasan kecil.”
3269Please respect copyright.PENANARLUjPfbYSN
3269Please respect copyright.PENANAM85KMdvalv
3269Please respect copyright.PENANARaEHnNJK4A
Aku menarik tangan, dada naik turun cepat. “Tetap aja! Itu memek kamu, Qila! Yang cuma boleh aku sentuh!”
3269Please respect copyright.PENANA7tNflMk100
3269Please respect copyright.PENANAaZpuaH0iKS
3269Please respect copyright.PENANAhbf4HRzKjp
Qila menghela napas panjang. Dia berdiri, berjalan mengitari meja, lalu duduk di kursi di sebelahku. Tubuhnya mendekat, pahanya menyentuh pahaku. Aroma sabun dari kulitnya membuat kepalaku semakin pusing.
3269Please respect copyright.PENANAf2k5EY2yWK
3269Please respect copyright.PENANAUcS0zyuXI8
3269Please respect copyright.PENANAH48IY6knPC
“Mas… aku ngerti kamu marah. Aku juga awalnya jijik. Tapi coba pikirkan. Bang Dayat kan karyawan kita. Kalau aku tolak kasar, bisa-bisa dia keluar. Usaha galon kita lagi berkembang. Genjor sama Bang Wesno juga nyaman kerja di sini. Kalau Bang Dayat pergi, siapa yang bantu angkat galon berat-berat?”
3269Please respect copyright.PENANAGQcFMgBAEN
3269Please respect copyright.PENANAih0UmzzYgo
3269Please respect copyright.PENANABdiiqohEr0
Dia berhenti sebentar, tangannya kembali memegang lenganku. Jarinya mengusap pelan, naik-turun seperti sedang menenangkan anak kecil.
3269Please respect copyright.PENANAuayuSrco4s
3269Please respect copyright.PENANAZPYm1QcIky
3269Please respect copyright.PENANAXNVreuHJDT
“Lagian… kan cuma gesek dari luar, Mas. Pakai kondom. Nggak masuk. Aku nggak akan ngerasain apa-apa juga. Cuma biar dia lega. Kamu tahu kan dia kasian? Umur 40 tahun, badannya gemuk, jelek, tapi dia manusia juga yang butuh pelepasan.”
3269Please respect copyright.PENANAWCwM9w6vPA
3269Please respect copyright.PENANAdKe8xlSwBT
3269Please respect copyright.PENANA7QAB5LUD5w
Aku ingin membentak, tapi kata-kata Qila mengalir begitu halus, begitu logis, begitu… membingungkan. Amarahku masih ada, tapi mulai bercampur dengan rasa panas yang aneh di dada. Aku membayangkan Bang Dayat yang gemuk itu menggesekkan kontolnya ke memek Qila, meski pakai kondom. Bayangan itu membuat kontolku berdenyut meski aku marah.
3269Please respect copyright.PENANAcB050SyIGh
3269Please respect copyright.PENANAwgWZKpHbo4
3269Please respect copyright.PENANADOlDKD1794
“Qila… ini nggak benar,” kataku dengan suara yang mulai goyah. “Kamu istri aku. Kenapa harus dia yang… gesek kamu?”
3269Please respect copyright.PENANAC2nOC55b9T
3269Please respect copyright.PENANA5MacuejXHw
3269Please respect copyright.PENANAGlBxe0DAwz
Qila mendekatkan wajahnya. Bibirnya hampir menyentuh telinga aku. Suaranya menjadi sangat lembut, hampir menggoda. “Karena aku kasian, Mas. Kamu juga kan kadang cepet keluar… aku ngerti kok. Tapi ini bukan pengganti kamu. Ini cuma… pertolongan kecil. Kalau kamu nggak izinin, ya sudah. Aku tolak besok. Tapi aku takut dia sedih dan akhirnya keluar kerja.”
3269Please respect copyright.PENANAP4ywDJlzcm
3269Please respect copyright.PENANAQFAVgX8zTx
3269Please respect copyright.PENANAPhxMD0uCWJ
Dia sengaja menyebut soal aku yang cepat keluar. Itu menusuk banget. Aku merasa kecil, tapi juga semakin campur aduk. Amarah, cemburu, rendah diri, dan… sange yang tidak masuk akal.
3269Please respect copyright.PENANA86XWLniH6J
3269Please respect copyright.PENANAmaXIo6TOPX
3269Please respect copyright.PENANAIizw3lkVFQ
Aku kehabisan kata-kata. Mulutku terbuka tapi tidak ada suara yang keluar. Qila melihat itu, lalu tersenyum tipis sambil mengusap paha dalamku pelan.
3269Please respect copyright.PENANA8oXEluRyP0
3269Please respect copyright.PENANAmuWsVWrfep
3269Please respect copyright.PENANAS7xhQViOId
“Kalau kamu takut, kita pakai kondom tebal ya. Aku juga nggak mau lebih dari itu. Cuma gesekan luar. Kamu boleh awasin dari dekat kalau mau. Aku lakukan ini buat kita berdua juga, Mas. Biar usaha tetap jalan.”
3269Please respect copyright.PENANAvgVsjO6MJf
3269Please respect copyright.PENANAuHq6or11zh
3269Please respect copyright.PENANAjAagUkQ3zx
Aku diam lama. Pikiran berantakan. Bagian diriku yang marah ingin teriak “tidak boleh”, tapi bagian lain yang gelap malah membayangkan adegan itu dan merasa panas.
3269Please respect copyright.PENANAMXS9t3mW4Q
3269Please respect copyright.PENANAWN4pBpmMCh
3269Please respect copyright.PENANAEOmkSHzTHK
Akhirnya, dengan suara yang hampir tidak terdengar, aku berkata:
3269Please respect copyright.PENANA7DHRy8pvu6
3269Please respect copyright.PENANArjyW7cJmJs
3269Please respect copyright.PENANAKw9eo703A4
“…Terserah kamu deh. Asal cuma gesekan dari luar… dan pakai kondom.”
3269Please respect copyright.PENANAajE20zOdpz
3269Please respect copyright.PENANAGz8cYNVPBt
3269Please respect copyright.PENANAWGcg94g763
Kata-kata itu keluar begitu saja. Aku langsung menyesal, tapi juga merasa ada beban yang lepas. Qila tersenyum lembut, matanya berbinar. Dia mencium pipiku pelan.
3269Please respect copyright.PENANAEAiZVd0VRa
3269Please respect copyright.PENANAO3cYEYkjGu
3269Please respect copyright.PENANAae8jip084D
“Makasih, Mas. Aku tahu kamu paling ngerti aku.”
3269Please respect copyright.PENANAkLwKBpZ7t2
3269Please respect copyright.PENANAnmXN2ObEkn
3269Please respect copyright.PENANApSPj6DstVA
Malam itu Qila sudah tidur lebih dulu. Aku terbaring di sampingnya, mata terbuka lebar di kegelapan. AC berisik pelan, tapi kepalaku jauh lebih berisik.
3269Please respect copyright.PENANA63y75ysBok
3269Please respect copyright.PENANAFkwJJVQ329
3269Please respect copyright.PENANAkATCN6XRHa
Aku baru saja mengizinkan pria lain menggesek memek istriku. Meski cuma dari luar, meski pakai kondom. Kenapa aku bilang iya? Kenapa aku kehabisan kata-kata saat Qila bicara dengan suara lembutnya itu?
3269Please respect copyright.PENANA9Ocs29c2Ju
3269Please respect copyright.PENANAvmAPaPJ3Dz
3269Please respect copyright.PENANAvEGnAC0GrV
Aku menoleh ke Qila. Dia tidur telentang, kaosnya naik sedikit, memperlihatkan perut rata dan pinggiran celana dalamnya. Tubuh yang sebentar lagi mungkin akan disentuh pria lain. Payudaranya naik turun pelan. Aku membayangkan Bang Dayat yang gemuk dan jelek itu menggesekkan kontolnya ke bibir memek Qila. Gesekan panas, lambat, mungkin basah…
3269Please respect copyright.PENANAf01of2S0lI
3269Please respect copyright.PENANAffbCJX7XZw
3269Please respect copyright.PENANASwLtWznCsJ
Kontolku mengeras lagi. Aku benci diri sendiri karena merasakan ini.
3269Please respect copyright.PENANAgPlcnwh2B3
3269Please respect copyright.PENANA9TobscIpWY
3269Please respect copyright.PENANA9ghUkXajGi
Qila tadi begitu pintar memanipulasi. Dia memainkan rasa kasihanku, menyebut kelemahanku di ranjang, menjanjikan “cuma gesekan”, dan membuat seolah ini keputusan yang bijak untuk usaha kami. Dan aku… kalah. Aku pasrah.
3269Please respect copyright.PENANADaeiOSOOxO
3269Please respect copyright.PENANA3lRBrlXBRF
3269Please respect copyright.PENANAJkLlp8YjZD
Aku mengusap wajah kasar. Besok mungkin Bang Dayat akan datang minta sowing. Aku harus melihatnya sendiri? Atau aku pura-pura tidak tahu? Pikiran itu membuat dada aku sesak, tapi juga ada getaran aneh di selangkangan.
3269Please respect copyright.PENANAS2WLJ7J2fs
3269Please respect copyright.PENANAQF1vQfC4Ku
3269Please respect copyright.PENANAibNfVHGdM3
Malam semakin larut. Aku tidak bisa tidur. Ada amarah, cemburu, rasa malu, dan sensasi terlarang yang semakin kuat bercampur jadi satu.
3269Please respect copyright.PENANAt1G6FZXRUz
3269Please respect copyright.PENANArNzbN5E9w2
3269Please respect copyright.PENANACq6klMEPyk
Ini baru permulaan. Dan aku sudah tidak bisa mundur lagi.
3269Please respect copyright.PENANAZsnnovPCBn
BAB 5-15👇
https://victie.com/novels/permainan-syaqila-sowing-menjadi-awal-mula3269Please respect copyright.PENANAPERRpCZMD3


