Dirinya melangkah dengan pelan menuruni tangga. Matanya menengok ke segala arah; kekiri dan kanan, memastikan dirinya terbiasa akan suasana rumah megah itu. Seorang wanita muda dengan gaya pramusaji seksi menghampirinya, menuntunnya menuju halaman belakang. Desy hanya termangu melihat kemolekan tubuh wanita itu, b0kong yang berisi serta dada yang sengaja agar terlihat menonjol. Sekilas ia iri akan kemolekan tubuh sang pramusaji, sampai ketika dirinya kembali teralihkan oleh seseorang yang tengah asik berenang dengan gaya sok kerennya.
141Please respect copyright.PENANAhVFJBdb0Zj
Bimo berenang dengan gagahnya di kolam tersebut. Ia seperti menghiraukan Desy yang sedang memperhatikannya. "Duduklah, sarapannya sudah siap, nona" sebutan dari pramusaji membuatnya tertawa getir, 'Nona?! baru kali ini seorang memanggilku dengan sebutan itu' pekik Desy sembari duduk menunggu Bimo yang masih asik bergelut dengan air.
141Please respect copyright.PENANASKbH1KdZ6k
Puas dan mulai merasa lelah, Bimo pun bangkit dari kolam renang tersebut. Desy masih menatapnya dengan rasa canggung, sampai ketika ia menyadari bahwa ternyata selama Bimo berenang lelaki tersebut tak menggunakan kancut. Benda panjang di tengah selangkangannya itu menggantung layaknya terong. Seketika Desy mengalihkan pandangan, namun Bimo tak menggubrisnya, ia tetap melangkah mendekati Desy yang sedang menutup mata dengan tangannya.
141Please respect copyright.PENANAFUVFgVERPe
Ia berdiri, tanpa mempedulikan sekitar. Benda panjang itu seakan sengaja didekatkan ke wajah Desy yang sedang duduk sembari berpura-pura tak melihat. Sesekali terongnya bersentuhan dengan wajah dan tangan desy. Keisengan tersebut membuat Desy merasa terlecehkan dan seketika bangkit meninggalkan Bimo dengan wajah yang teramat kesal.
141Please respect copyright.PENANAcHcASZD7uP
"Hei! kamu mau kemana? makanlah dulu!" Desy tak menghiraukan panggilan Bimo, ia tetap berjalan dengan langkah geram menuju kamar.
141Please respect copyright.PENANAVBJrxXguEw
Lima Belas menit menjelang, ketukan pintu mulai terdengar dari luar kamar tersebut. Desy bangkit dan membuka pintunya, mengira bahwa pramusaji lah yang datang membawakannya sarapan, namun ternyata dugaan tersebut salah. Bimo berdiri dengan membawa nampan berisikan makanan; buah, air dan roti berisikan daging dan juga sayuran.
141Please respect copyright.PENANA5fEsD2baJF
"Maaf, tadi aku menjailimu sampai kamu terlihat kesal" ucap Bimo sembari tersenyum usil. Desy tak menanggapinya, namun tetap mempersilahkan lelaki itu measuki kamar. Bimo meletakkan nampan tersebut di atas meja samping kasur, duduk dan meraih lengan Desy menuju pangkuannya. "Kamu terlihat cantik, dengan mata lebam itu" Bimo mulai menyanjung Desy sembari memainkan rambut panjangnya, diselipkan diantaran telinganya.
141Please respect copyright.PENANAjNnBTvVyiz
"Manusia macam mana yang dengan bodohnya memecahkan porselen sedemikian cantiknya. Dia sungguh bodoh" rayuan demi rayuan membuat Desy melayang. Tangan Bimo mulai bermain dengan lembut, meraba sekitar tubuh dan juga tengkuk, yang membuat Desy bergelinjang geli namun terpancing akan nafsu yang mulai terasa.
141Please respect copyright.PENANAsNkEaBWdsF
Bimo memalingkan wajah Desy dalam pangkuannya, dengan mata sayu wanita tersebut seakan sudah pasrah akan perlakuan Bimo yang mulai membuatnya terombang-ambing. Dik3cupnya bibir mungil itu dengan lembut dan pelan, hingga melucut1 pak4iannya tanpa penolakan oleh desy. Tubuhnya kini dihempaskan dikasur putih itu. Dengan sedikit menggeliat semakin membuat tubuh Desy terlihat menggairahkan tanpa sehelai benang pun. Tangan masih berusaha menutupi k3maluannya yang ditumbuhi bulu lebat.
141Please respect copyright.PENANAkntzfkAP6K
"Tidak usah malu, aku telah melihat semuanya" ujar Bimo, membuat desy merona memerah. Bimo lantas menyingkirkan tangan itu, wajahnya mulai mendekat, menelusuri kembali liang kew4nitaan itu yang sebelumnya telah ia jamah tadi pagi. Tangannya mulai menyentuh, seperti mencari kerikil kecil yang terselip di antara tumpukan daging dan jerami hitam. Setelah ditemukannya ia lantas tak menyia-nyiakan, dihisap dan dijilatinya biji kecil itu yang seketika membuat Desy terpekik dengan tubuh tertekuk menahan geli.
141Please respect copyright.PENANAYymbolycA4
"Arrgghhh!!! Emmmm.." suara rancau wanita itu semakin membuat suasana dalam kamar memanas. Bimo tak hentinya menjamah, menjilat dan sedikit menggigit area sensitif itu, hingga beberapa menit kemudian semburan air dalam liang tersebut kembali memuncrat dengan deras.
141Please respect copyright.PENANAa2gznhYzJs
Desy tak mampu manahan nafasnya yang tersengal-sengal. Sembari menarik kepala Bimo ia membisikkan kata dengan lembut dalam dekapan "Tuntaskan, jangan buat aku tergantung seperti tadi" isyarat tersebut seakan menjadi signal dari Desy agar melanjutkan permainan ke tahap berikutnya.
141Please respect copyright.PENANAMxGlUCdhVd
Mereka kini saling menjamah. Desy yang awalnya terlihat malu-malu, seakan telah berubah menjadi singa betina yang siap menerima hentakan dari sang singa jantan. Ia membuka selangkangannya lebih lebar lagi, seakan siap menerima benda panjang nan tumpul tersebut. Bimo telah melucuti pakaiannya, memaparkan kejantananya dengan rasa bangga.
141Please respect copyright.PENANAqzuDfVApRN
Ia memegang batang itu menuju liang senggama Desy, menggesekkannya sekilas lantas memasukkannya dalam-dalam dengan sekali dorongan.
141Please respect copyright.PENANAcGdp5gxBxV
"Arghhh..." pekik Desy yang menerima hentakkan itu secara tiba-tiba. Diraihnya punggung Bimo, mencengkramnya erat seakan tak ingin terpisah.
141Please respect copyright.PENANA1hIWqa8B96
Bimo masih memompa dengan tempo pelan namun dengan sodokan yang dalam. Setiap hentakkan tersebut seakan menyentuh dinding rahim Desy, sehingga membuatnya tak kuasa menahan erangan beserta desahan.
141Please respect copyright.PENANAjkqmDSQX22
"Kamu suka sayang?" tanya Bimo sembari mencengkram leher Desy yang dimabuk nafsu dan kenikmatan secara bersamaan. Desy menatap sendu pria tersebut, digigitnya bibir bawahnya, bu4h dadanya bergoyang bersamaan dengan tempo gerakan pinggul maju mundur dari Bimo.
141Please respect copyright.PENANA0Az1INr9nt
Mereka berdua telah larut dalam permainan dan mulai dibanjiri keringat dimasing-masing tubuh yang akhirnya bercampur akibat pelukan dan gesekan kulit diantara keduanya.
141Please respect copyright.PENANAQvBmqk15xK
Kini Bimo menyodorkan batangnya tepat dimulut Desy yang tengah berbaring, penampakan yang sangat intens ketika batang tersebut mulai masuk secara perlahan di mulut mungil wanita tersebut. Sedikit dipaksakan dan beberapa kali terlihat desi tersentak mual ketika ujung batang tersebut mengenai dinding-dinding tenggorokannya.
141Please respect copyright.PENANAG8bWLRaV9B
Air liur mulai menetes entah kemana; di dada, pipi dan juga mengenai sedikit rambutnya. Desy juga seakan menikmati, ia seperti memaksa benda tersebut masuk lebih dalam dengan cara mendorong bokong Bima menggunakan tangannya.
141Please respect copyright.PENANAKqr9asPNHG
"Uhhukk! ughh!!!" Desy terlihat sudah tak mampu lagi. matanya berbinar akibat perlakuan gila itu.
141Please respect copyright.PENANA7YSCe9nVlW
"Besar banget. uhhukh!"
141Please respect copyright.PENANAgDMnI5PXwX
"Tapi kamu suka kan?" Desy hanya mengangguk dan tersenyum malu.
141Please respect copyright.PENANAF3LvPXJAG7
Belum puas akan permainan yang sudah terlanjur panas, Kini posisi mereka berubah secara kilat. Bimo kini terlentang, sementara Desy dengan gesitnya beralih memimpin permainan dengan berada di atas pria tersebut. Tangannya meraih batang oanjang itu dan memasukkannya ke liangnya sendiri dengan pelan.
141Please respect copyright.PENANA3i8wYNVpIZ
Sekali hentakkan, rudal tersebut masuk memenuhi lubangnya yang telah basah sedari tadi.
141Please respect copyright.PENANAmBJ4SVtqkw
"Emmmh!! argh!"
141Please respect copyright.PENANAb6tovhR4us
"Yes, baby.. perlihatkan kemampuan bergoyangmu" celetus Bimo sembari meremas d4da Desy yang tengah tersengal-sengal sembari memompa tubuhnya naik turun.
141Please respect copyright.PENANAz5BI50Htmw
Desy kini mulai larut dan menikmati waktu bersama dengan pria lain, sementara jauh disana suaminya, Gery tengah lesuh dan lelah mengurus sang buah hati. Tak jarang Gery menitipkan anaknya apabila ia hendak menuju tempat kerja. Sangat memprihatinkan dimana dua insan yang dulunya saling mencintai kini harus berpisah disebakan oleh faktor ekonomi dan keegoisan pribadi.
141Please respect copyright.PENANAmDCfPhrFBJ
Ia masih bergoyang diatas tubuh Bimo, sesekali menyodorkan badannya agar bibirnya bisa dikecup oleh sang mucikari. Pelukan dan cengkraman di b0k0ngnya semakin membuat Desy menggila keenakan. Rasa malu yang awalnya terlihat diwajahnya kini mulai berubah menjadi nafsu lia, seakan seperti berkata 'jamalah aku, puaskan aku lebih banyak lagi'
141Please respect copyright.PENANAErTCytsYDN
"Kamu suka bat4ngku sayang? Ha?!" tanya Bimo sembari memompa tubuh Desy dari bawah. Mendengar pertanyaan tersebut, Desy hanya mengangguk dengan mata terpejam.
141Please respect copyright.PENANA5rmUDdtfZ4
"Lebih enakan mana punyaku atau punya suamimu?!" Desy kembali terdiam dan tak menjawab. Mulutnya seakan terkunci dan lebih memilih untuk menikmati setiap dorongan k3lamin pria itu.
141Please respect copyright.PENANAWPdvhRavHE
"Jawab!"
141Please respect copyright.PENANAwNSSodb0VG
"Iyaa!! aku suka k0nt0lmu!!" pekik Desy ketika Bimo menghentakkan pinggulnya menembus rahim hangat itu. Nafasnya memburu disertai keringat yang mulai tercurur dikening dan tubuhnya.
141Please respect copyright.PENANA57TaeczKKK
Desy kini terlentang seakan tak sadarkan diri. Kenikmatan, perih dan kepuasan nafsu seakan menjadi satu dalam dirinya. Disisi lain ia juga merasa bersalah telah menghianati suaminya. Bimo keluar dari kamar itu, setelah sebelumnya mengecup kening Desy.
141Please respect copyright.PENANAsb9uRMjHT3
BERSAMBUNG...
Selengkapnya disini: https://lynk.id/shark95141Please respect copyright.PENANAHqfi6G1IIf


