Mira seorang gadis yang sedang meniti usia keremajaan. Pada peringkat usia remaja yang beransur-ansur membentuk personaliti seorang wanita muda, perkembangan tubuhnya subur bak cendawan tumbuh selepas hujan.4218Please respect copyright.PENANALuzbURmSU7
4218Please respect copyright.PENANAaMVp5b00yL
Dadanya menonjol ke depan menampung gunung berkembar yang semakin pejal dan tinggi membusut. Rambutnya yang hitam bersinar mengurai melepasi bahu sambil menyerlahkan leher jinjangnya yang putih melepak. Pinggulnya juga membesar menjelmakan bentuk kerengga yang mengiurkan.4218Please respect copyright.PENANAJrOc4vo9qf
4218Please respect copyright.PENANAtMnKwKsHKh
Tubuh yang semakin dewasa itu bertambah seri dengan sepasang kaki langsing yang menawan umpama pergawati popular.4218Please respect copyright.PENANAdn9mAAEMCC
4218Please respect copyright.PENANAHMy01YQN9W
Keinginan Mira seksual Mira juga menebal dengan matangnya anggota seksual yang masih belum pernah ternoda oleh mana-mana jantan yang sering terliur melihat gadis belasan tahun ini.4218Please respect copyright.PENANA5ayZAeaYoM
4218Please respect copyright.PENANApIRjZERjTS
CHAPTER I - MENGENDAP4218Please respect copyright.PENANAxZKo5x7qon
4218Please respect copyright.PENANAyyUVJ4YcmR
Malam semakin larut dan penghuni banglo di pinggir kota itu mula melabuhkan tirai pada hari yang menuju penghujungnya. Mira masih berbaring di sofa empuk di ruang tamu yang besar sambil matanya tepat memandang kaca TV yang sedang menyajikan kisah percintaan romatik “The Pretty Woman”. Filem romantik lakonan Julia Roberts dan Richard Gere itu begitu memukau Mira. Mira kagum dengan karekter hero yang jatuh cinta pada seorang pelacur. Cinta sejati itu mampu mengatasi batasan status sosial yang sering menjadi penghalang cinta. Mira begitu asyik menonton dan bila cerita itu berakhir, Mira lantas melihat jam dinding yang jelas menunjukkan jam 12.00 tengah malam.4218Please respect copyright.PENANArbbXEpO0fD
4218Please respect copyright.PENANAVmIF3gi5FJ
“o..ngantuknya”, Mira bingkas bangun dan menggeliatkan badan. Matanya terarah ke pintu bilik yang berada di sebelah kanan tangga. “Farish, tidur dah agaknya”, Mira berbisik sendirian bila tidak kelihatan bias cahaya pada pintu bilik tidur adiknya.4218Please respect copyright.PENANAYrKpFVfR81
4218Please respect copyright.PENANAzAjgHOPnTg
Perlahan-lahan Mira menaiki tangga menuju biliknya. Langkah Mira penuh berhati-hati untuk tidak mengganggu lena kedua orang tuanya yang sedang beradu di bilik utama rumah banglo itu.4218Please respect copyright.PENANApB09hj0Bhl
4218Please respect copyright.PENANAHL8LXscblN
Dalam kesamaran malam Mira terlihat pintu bilik kedua orang tuanya sedikit terbuka. “Apalah tidurpun tak tutup pintu rapat-rapat”, Mira kemudian bergerak ke arah pintu bilik ibu bapanya untuk menutup pintu tersebut.4218Please respect copyright.PENANAk4Q1uDhZiI
4218Please respect copyright.PENANA1HKGp8mN58
Tangan Mira pantas memegang tombol pintu. Pada saat itu mata Mira terarah ke dalam bilik dan tanpa sengaja mata gadis sunti itu tersentak melihat aksi kedua orang tuanya yang sedang memadu kasih di atas ranjang. Cahaya bulan lemah menerangi bilik itu namun Mira dapat melihat susuk tubuh papa sedang beralun lembut menghimpit tubuh mama. Gerakan badan papa berombak sambil punggung papa berputar-putar seperti sedang menggerudi di celah kaki mama yang terbuka luas.4218Please respect copyright.PENANAseUilVQxnj
4218Please respect copyright.PENANAm3a1LLJXDL
Mira seakan terpukau dengan aksi kedua orang tuanya. Tangan kiri Mira tanpa sedar meramas-ramas celah kangkangnya. Jari jemari Mira pantas mengesel-gesel pada bukaan faraj perawannya. Bibir faraj Mira yang lembut dibelai sambil jari telunjuk Mira mengelus kelentitnya mula mengeras.4218Please respect copyright.PENANAnnkuySq6Qx
4218Please respect copyright.PENANAkZyY3Wn6Lr
“ooo..ooo..mmm”, mama merengek manja menerima tusukan-tusukan tajam pedang papa yang terbenam dalam di lorong nikmat mama. Rengekan mama membuatkan papa semakin pantas berdayung. Punggung ayah beralun laju sambil mulut papa rakus mencumbui payu dara mama. Papa dan mama terlalu asyik melaksanakan aksi penuh berahi sehingga tidak menyedari kelibat Mira yang masih tercegat di depan pintu.4218Please respect copyright.PENANAUBIZU9IyUt
4218Please respect copyright.PENANARlrVPQlPNu
“oooo..aahhh”, hayunan punggung papa yang laju tiba-tiba terhenti dan tubuhnya seakan kejang. Papa menekan punggungnya kuat pada celah kangkang mama. Otot punggung papa mengegang kuat. Mama pula memeluk papa lebih kuat dan serentak itu Mira tersedar dari keasyikannya melihat hubungan seks kedua orang tuanya.4218Please respect copyright.PENANAsFHcrlKsUR
4218Please respect copyright.PENANAYV0qPQSdLV
Mira segera bergerak laju menuju kamar tidurnya. Pintu kamarnya ditutup perlahan-lahan. Mira lalu merebahkan tubuhnya di tilam empuknya sambil dadanya masih berdegup kencang. Itulah pertama kali Mira melihat hubungan seks antara dua insan. Perasaan Mira bercampur baur, rasa bersalah kerana mengendap ibu dan bapanya yang sedang melaksanakan kewajipan sebagai suami-isteri.4218Please respect copyright.PENANAbrEnenlLlJ
4218Please respect copyright.PENANA4h38oGEEsH
Naluri seks Mira meluap-luap dan bantal peluknya dipeluk erat sambil cuba memejamkan mata. Mira ingin segera terlelap dan bermimpi untuk bersama seorang lelaki yang mampu memenuhi ghairah keremajaannya.4218Please respect copyright.PENANA4P8hsJ8wn2
4218Please respect copyright.PENANAA6qfzHEZZf
4218Please respect copyright.PENANAuMXTmaXgdO
oohhh... papa
4218Please respect copyright.PENANAYZSjRBKqNT


