Sudah kesekian kalinya Ruben dibuat dongkol oleh ulah murid les privatnya, Angelica atau biasa dipanggil Angel. Nama & kelakuannya sungguh berbeda 180 derajat. Banyak hal sudah dia lalukan supaya Ruben dipecat jadi dia tidak perlu les lagi. Waktu luangnya lebih suka dia habiskan untuk bermain game online atau sekadar scroll medsos. Dari orang-orang di dunia maya itu lah Angel mendapatkan ide baru; dia akan membuat Ruben menjadi pelaku pelecehan. Biar mampus nanti dia dipenjara, pikirnya.
Seperti hari-hari les biasanya, sudah berbusa mulut Ruben menerangkan pelajaran tapi Angel tetap asyik dengan hapenya. Dia sengaja melebarkan kakinya hingga Ruben yang berdiri di seberangnya bisa melihat celana dalamnya. "Angel! Duduk yang sopan!" Gertak Ruben. Dengan mata yang tetap tertuju ke hapenya, Angel hanya menyahut "Bodo amat". Meski dongkol, Ruben tetap melanjutkan mengajar. Sesekali dia mengintip paha putih mulus muridnya itu yang sangat kontras dengan celana dalam merah yang dia pakai. Sial, si Joni mulai berontak nih di dalem celana, gerutunya dalam hati.
"Awas copot tuh mata! Dasar guru cabul!" Ucap Angel dengan nada kesal tapi tidak mencoba menutup kakinya. Ruben hanya menghela nafas. Otaknya mulai berpikir mencari cara untuk menghukum murid lesnya ini.
Di hari les berikutnya pun Angel tetap seperti biasa. Tapi kali ini dia mencoba memamerkan bagian atas payudaranya yang sedang tumbuh besar itu. Tali tanktop kecilnya dibiarkan melorot sampai ke siku & dia pun tidak memakai bra sehingga puting susunya yang juga sedang tumbuh besar itu tercetak jelas di tanktop tipisnya. Ruben hanya bisa menelan ludah. Edan anak-anak jaman sekarang, batinnya.
Angel tahun ini berusia 13 tahun tapi dia masih duduk di kelas 6 SD. Dia sempat mengulang setahun, tentu karena kemalasannya. Tubuhnya paling bongsor di antara teman-temannya yang lain karena sejak 11 tahun dia sudah mens. Setiap masa itu datang, payudaranya, pantatnya, pinggulnya & juga rahimnya, ikut tumbuh berkembang. Gadis chindo ini juga memiliki kulit putih mulus terawat dengan rambut ikal berwarna hitam.
Seperti layaknya chindo lainnya, papinya Angel adalah seorang pengusaha kaya. Maminya adalah istri keempat & yang paling muda, usianya baru 30 tahun. Dulu dia dinikahi ketika baru lulus SMA. Kesulitan ekonomi menjadi latar belakang dia menerima pinangan lelaki yang berbeda usia 35 tahun dengannya hingga lahirlah Angel. Wajah cantiknya yang menurun ke anaknya itu membawanya ke kehidupan yang lebih baik.
Hari itu Ruben pulang dengan membawa sebuah ide. Dia meminta tolong sahabatnya yang ahli IT untuk mencari obat tidur di darkweb. Meski cukup menguras rekeningnya, Ruben membeli juga obat yang berbentuk cair itu. Jika disemprotkan, orang yang menghirup akan tertidur. Tunggu tanggal mainnya, batin Ruben.
Hari yang ditunggu pun datang. "Anjrit, apaan tuh yang lo semprotin?" Tanya Angel marah ketika Ruben menyemprotkan obat itu pas di depan mukanya. "Obat biar kamu jadi anak baik & penurut" Jawab Ruben yang disambut dengan makian dari mulut Angel. Belum sempat Angel menyelesaikan hujatan, matanya terasa berat & tubuhnya melemas. Lalu dia ambruk begitu saja di atas ranjang.
Setelah memastikan Angel sudah terlelap sempurna, Ruben keluar kamar guna melihat keadaan sekeliling. Puji Tuhan, aman, batinnya. Ruben mulai melucuti setiap helai pakaian yang menempel di tubuh indah Angel. Terbelalak matanya melihat kemolekan tubuh gadis kecil yang terbaring di hadapannya. Penisnya seakan memberontak ingin keluar dari belenggu celana panjangnya. Tapi dia ingat misi utamanya hari itu.
Ruben menata posisi Angel dengan berbagai pose menantang. Dengan kamera hapenya dia merekam setiap jengkal tubuh gadis yang dia yakini belum pernah terjamah lelaki manapun itu. Sekuat tenaga dia menahan hawa nafsu untuk menyetubuhi gadis remaja yang terkapar tak berdaya di depannya. Ruben ingin, jika waktunya tiba nanti, Angel merasakan penisnya merobek selaput dara & menghujamkan penisnya dalam-dalam sampai gadis muda belia itu merasakan kesakitan yang amat sangat.
Tapi bukan berarti aku ga bisa crot di wajah imut & toketnya yang aduhai itu kan, ujarnya dalam hati. Ruben duduk di samping Angel yang terkulai tak bergerak di sofa kecil kamarnya. Dikeluarkan penis tegangnya dari dalam celana lalu diraihnya tangan kanan Angel & diarahkan ke penisnya. Digunakannya tangan kecil lembut itu untuk mengocok penisnya. Tangan kiri Angel dilampirkan ke pundaknya hingga dia bisa menghisap & menjilati kedua bukit kembar Angel yang sedang tumbuh besar & bulat menantang itu.
Desahan & erangan kecil keluar dari mulut Ruben yang masih asyik dengan payudara ranum Angel. Lalu dia berdiri mengangkangi kepala Angel yang bersandar di kepala sofa dengan mulut sedikit terbuka. Dipaksakan penis besarnya masuk ke dalam mulut mungil itu lalu digerakkan keluar masuk.
"Aaah gilaaa enak banget mulutnyaaa .. Memeknya pasti lebih gurih niiih aaarhh" Desah Ruben semakin mempercepat gerakan penisnya. "Bangsaaat aku mau keluaaaar .. Rasain pejuku ini, amoy keciiiil" Begitu tercabut, penis itu langsung menyemburkan sperma di payudara indah & wajah imut Angel. Nafas Ruben tersengal-sengal. Dia lalu membersihkan tetesan sperma dengan tisu yang kemudian dimasukkan ke dalam tas sekolah Angel. Aroma khas sperma pasti akan tercium ketika Angel membuka tas sekolahnya di kelas besok.
Selesai memakaikan kembali tanktop & hotpants yang tadi dikenakan Angel & mengembalikan posisinya seperti semula, Ruben langsung angkat kaki. Satu hukuman awal sudah dia berikan. Masih banyak hukuman lainnya yang akan menanti Angel di saat dia sadar. Sabar ya Joni, kau pasti akan berterima kasih padaku, ucap Ruben dalam hati ke penisnya yang masih berdiri tegang itu.
Keberuntungan benar-benar berpihak kepada Ruben. Orangtua Angel memintanya untuk memberikan les intensif selama ujian nasional. Jam lesnya dimulai lebih awal dengan durasi lebih panjang karena Angel pulang cepat selama ujian. Terima kasih Yesus atas kado indah yang kau hadiahkan untukku ini, ucapnya.
Hari itu Angel masih mencoba idenya tanpa diketahuinya Ruben juga sudah memiliki rencana tandingan. Angel berharap Ruben akan gelap mata melihat bagian privat tubuhnya yang sengaja dia pamerkan. Jika sedikit saja Ruben menyentuhnya, dia akan segera lapor ke papinya supaya guru lesnya itu dipecat, bahkan dipenjara sekalian. Dengan hanya mengenakan daster tipis lamanya yang sudah kependekan tanpa memakai celana dalam & bra, Angel keluar dari kamar mandi kamarnya. Ruben tidak melihatnya sedikit pun & langsung memulai pelajaran. Tak habis akal, Angel duduk bersandar dengan tangan di ranjang dengan kaki terbuka & tali kecil daster yang dibiarkan melorot sampe ke siku. Hape di tangannya sudah dalam posisi merekam jadi jika sedikit saja Ruben menyentuh dirinya, video ini akan menjadi bukti kuat.
Ruben tahu rencana jahat muridnya itu lalu dia menyodorkan hapenya yang memperlihatkan tubuh telanjang Angel dalam berbagai posisi. "Anjing bangsat lo guru cabul. Apus ga tuh! Gua laporin papi biar lo dipenjara!" Teriak Angel marah sambil mencoba merebut hape Ruben. Tidak berhenti sampai di situ, Angel juga melemparkan apa saja yang ada di dekatnya ke Ruben. Semua emosinya dia luapkan dengan pukulan, tendangan & cakaran. Hape Ruben berhasil dia rebut lalu dilemparkan ke dinding hingga terbelah. Ruben hanya tersenyum menerima semua itu.
"Udah segitu doang?" Tanya Ruben tenang. Angel terengah-engah. Emosi yang baru saja dia luapkan menguras tenaganya. "Sekarang giliran bapak hehehe" Lanjut Ruben sambil berjalan ke arah Angel dengan senyum jahat terukir di bibir hitamnya. Dibekapnya tubuh lemas Angel & dicium paksa bibir mungil tipisnya. "Mmmhhp hmmmp anjiiing bau banget mulut lo, bangsaaat!" Teriak Angel dengan sisa tenaga yang masih dimilikinya. Aroma rokok kretek murahan dari mulut Ruben membuatnya mual.
Daster Angel ditarik lalu dirobek hingga kini dia bugil & mencoba menutupi bagian privat tubuhnya semampunya. Teriakan minta tolong tak ada yang mendengar. Angel kini hanya bisa menangis. "Aaaw sakiit .. Lepasin anjing!" Teriak Angel kesakitan ketika rambut indahnya dijambak oleh Ruben. Kini Angel bersimpuh di lantai. Kedua tangannya mencoba melepas jambakan tangan kiri Ruben tapi kalah tenaga. Tangan kanan Ruben melepas celana panjang yang dia pakai lalu dikeluarkan penis hitam besar & panjangnya yang sudah tegak berdiri itu. Jijik & takut menghampiri Angel.
Sambil terkekeh riang Ruben menampar-nampar wajah cantik & imut Angel dengan penisnya, "Muka kamu sekarang adalah tatakan kontol bapak hahaha". Angel tak bisa menghindar karena rambutnya masih dijambak. Tak hanya itu, Ruben lalu menjepit hidung Angel hingga anak itu gelagapan mencari udara, mulutnya otomatis terbuka. Kesempatan itu digunakan Ruben untuk menancapkan penisnya ke mulut mungil Angel. " Aaahh mulut amoy kecil emang enaaak .. Ayo sepong kontol bapak tapi awas jangan sampe kena gigi atau ku tampar kau nanti hahahaha".
Kali ini Angel benar-benar tak tahan ingin muntah. Ruben memang sengaja tidak mencuci penisnya. Bau anyir busuknya tercium oleh Angel. Ruben melonggarkan jambakannya hingga Angel bisa melepaskan diri lalu lari ke kamar mandi & muntah sejadi-jadinya. Ruben tertawa puas melihatnya, "Itu baru hukuman pertama". Lalu Ruben menanggalkan seluruh pakaiannya & berjalan ke kamar mandi. Angel dengan tubuh lemasnya bersimpuh di toilet sehabis muntah.
Ruben kembali menjambak rambut Angel & menariknya ke area basah kamar mandi yang masih kering. Ditindihnya tubuh telanjang Angel, kakinya dibuka lebar & penisnya diarahkan ke vagina mungil di depannya. "Anjing lo mo ngapain bangsat?! Gua laporin lo nanti!" Teriak Angel. "Laporin aja. Nanti foto video bugil kamu akan bapak sebar. Kalo sampe klien-klien papimu tau, bisa habis jatuh miskin keluargamu. Mau sampe begitu, hah?" Balas Ruben pas di depan wajah Angel. Diamnya Angel diartikan sebagai tanda setuju.
"Aaaaw sakiiiit .. Jangan dimasukiiiin .. Periiiih .. Aaaah" Angel berteriak kesakitan karena vagina mungilnya yang kering itu diterobos paksa oleh penis hitam besar Ruben. Air matanya tumpah. Dia mencoba memukul tapi tangan kanan Ruben dengan sigap mengunci kedua tangan Angel lalu ditempatkan pas di atas kepala gadis itu. "Rasain nih kontol pribumi bapak mengoyak-ngoyak memek cina kamu hahahaha".
Selaput dara Angel pun pecah. Darah perawannya mengalir membasahi dinding vaginanya & batang penis Ruben. " Liat tuh perawan kamu udah bapak ambil hahaha" Tawa Ruben sambil memaksa Angel melihat vaginanya dikoyak oleh penis raksasa Ruben. Sakit & perih yang amat sangat itu membuatnya hampir pingsan. Ruben menjaga Angel agar tetap sadar. Dia mau anak itu merasakan sakitnya hukuman yang kedua ini.
"Oooh sempit sekali memek cinamu, Angeeeel .. Kontol bapak keenakan nih dijepit memek kamu yang guriiih aaahh aghhh" Racau Ruben merasakan nikmatnya vagina perawan. Angel hanya bisa memaki dengan sisa tenaga yang dia punya. Air mata tak berhenti mengucur dari mata sipitnya. Tak ada kenikmatan seperti yang dirasakan guru cabul yang sedang menggagahinya itu, hanya sakit juga perih serta perasaan hina. "Bisa ketagihan nih kontol bapak ngentotin memek kamuuu aaaahhh".
Ruben semakin buas menyodok-nyodok vagina Angel hingga tubuh ramping itu terombang-ambing. Spermanya terasa sudah di ujung meronta ingin segera dikeluarkan. " Aaah bapak angetin rahim kamu pake peju bapaaak .. Terima pejuku ini, cinaaaa aaarrgghh" Ruben menggeram seraya mendesakkan penisnya dalam-dalam. Angel bisa merasakan semburan sperma di dinding vaginanya lalu mengalir ke rahimnya. Tubuhnya lemas tak berdaya. Tangisnya kembali pecah.
Tak puas hanya sekali, Ruben membalikkan tubuh Angel hingga tengkurap. Diangkat pinggul gadis itu hingga dia menungging. "Aiih aiih aiiih bagus banget pantatmu ini, Angel. Ku entot lagi ya" Ruben langsung tancap gas. Sisa-sisa sperma membantu penisnya tertancap sempurna. Angel hanya bisa mengaduh. Penolakannya tak digubris. Ruben terus saja menggagahi remaja seksi itu dari belakang. Pantat putih mulus Angel kini memerah terkena tamparan & remasan kasar tangan Ruben.
Ditariknya tangan Angel ke belakang. Payudaranya mencuat ke depan. Kepalanya terlempar ke sana ke mari seiring siksaan yang dilancarkan Ruben di vaginanya. Tidak ada desahan & erangan kenikmatan. Ini lah yang diinginkan oleh Ruben. Murid sombongnya ini harus merasakan akibat dari kekurangajarannya selama ini.
Dengan tiga kali sentakan keras, sperma Ruben muncrat di dalam vagina Angel. "Mulai sekarang, memek kamu adalah rumah buat kontol bapak hehehe" Ujarnya di telinga Angel. "Rawat terus memek kamu ya biar enak bapak ngentotinnya. Tanya sama mami gimana caranya ngerawat memek. Dia pasti tau hehehe" Lanjutnya lagi. Bangsat guru cabul ini malah bawa-bawa mami, gerutu Angel dalam hati.
Ruben lalu berdiri membiarkan Angel tengkurap di lantai kamar mandi. Diinjaknya kepala Angel lalu dengan bengisnya dia mengencingi tubuh tak berdaya itu sambil tertawa senang. Angel merasa sangat jijik & terhina. Air matanya sudah habis. Matanya nanar melihat vaginanya yang meneteskan sisa sperma & bercak darah perawannya. Gua bunuh lu, guru cabul bangsat, ucapnya dalam hati.
Ruben keluar kamar mandi lalu dengan santainya duduk di sofa & menyalakan sebatang rokok sambil menikmati cemilan & minuman ringan yang tadi disiapkan oleh pembantu di rumah itu sebelum pergi entah ke mana. Kamar berwarna pink itu kini beraroma rokok kretek murahan. Dia mendengar guyuran shower dari kamar mandi. Entotin lagi ah, pasti wangi nih abis mandi, batinnya.
Angel keluar dari kamar mandi dengan hanya berbalut handuk yang menutupi dada & seperempat pahanya. Jalannya tergopoh-gopoh. Kakinya tak bisa merapat dengan sempurna. Rasa sakit & perih di vaginanya tak kunjung hilang meski sudah disabuni. Aroma rokok murahan yang tadi membuatnya mual kembali tercium, kali ini di seluruh penjuru kamarnya. "Anjing lo ya, bau tengik kamar gua nih".
Ruben mematikan rokoknya lalu melangkah menghampiri Angel yang memasang wajah penuh angkara murka. Kedua tangannya menangkap kedua tangan kecil Angel yang mencoba memukulnya. Ditariknya handuk yang melilit tubuh gadis itu lalu dibanting tubuhnya ke ranjang. "Ayo buat bapak senang, cantik hehehe" Ujarnya cengengesan. "Najis lo, bangsat .. Cuih!" Angel meludahi wajah Ruben yang persis di depannya. Wajah Ruben berubah bengis. Ditamparnya pipi Angel dengan keras. PLAK!
Hampir pingsan Angel dibuatnya. Air matanya menetes karena perih yang dia rasakan di pipinya. "Berani main kasar ya lo, cina. Gua perkosa lagi luh!" Tanpa memperdulikan Angel yang berteriak kesakitan, Ruben kembali mengoyak vagina mungil Angel dengan kasar. Tubuh gempalnya hampir menutupi tubuh ramping Angel yang tertindih di bawahnya. Warna kulit Ruben yang hitam kasar sangat kontras dengan kulit Angel yang putih bersih.
"Hmmm wangi banget lu, cina .. Bikin gua tambah semangat ngentotin memek sempit lu .. Rasain nih kontol pribumi gua hahaha"
Kali ini Angel benar-benar sudah tak kuat lagi. Tenaganya habis terkuras, ditambah rasa sakit & perih di vaginanya. "Heh, jangan mati dulu lu" Ucap Ruben menghentikan aksinya menggagahi gadis chindo muda itu. Digoyangkan kepala Angel agar dia tetap sadar. Penisnya tetap tertancap di vagina. "Lu harus ngerasain bunting anak gua dulu. Biar anak gua nanti cakep kaya lu .. Atau jelek kaya gua biar lu malu hahahaha" Lanjutnya lagi. Angel tak peduli ucapan Ruben barusan. Dia lebih memilih mati saja.
"Aaah anjiiing gua mo keluar lagiii .. Tampung peju guaa, amoooy .. Aaaargghh" Ruben meggeram seraya menyemprotkan spermanya di dalam vagina Angel. Lelaki itu merasa bangga atas dirinya sendiri yang masih bisa menyemburkan banyak sperma meski sudah 3 kali keluar. Mampus lu gua bikin bunting cina jalang, batinnya. Spermanya ikut terseret keluar seiring dia mencabut penisnya. Sisa-sisa sperma itu dimasukkan kembali ke dalam vagina Angel menggunakan jarinya yang gemuk. Angel hanya merintih, lalu pingsan. Ruben pun pergi meninggalkan Angel yang pingsan dalam keadaan bugil di atas ranjangnya itu. Sebelum pergi, Ruben mengambil hape lama Angel sebagai ganti hapenya yang dibanting tadi. Udah dapet perawannya, dapet hapenya pula, untung banget hari ini, batinnya.
Keesokan harinya Ruben datang lagi. Kali ini dia juga membawa sebuah ring light yang akan digunakannya untuk menaruh hape di saat dia menggagahi Angel. "Yuhuuu Angel cantiiik .. Bapak dateng niih .. Bikin bapak seneng lagi dong kaya kemariiin" Ujarnya sambil membuka pintu kamar Angel. Tapi tak didapatinya gadis yang dicarinya itu di dalam kamar. Tetiba dari bayangan di cermin dia melihat Angel di belakangnya dengan pisau terhunus ke arahnya. Dengan sigap dia menangkap tangan Angel & direbut pisau itu. Percobaan pembunuhan terhadap orang yang telah memperkosanya gagal total. Justru kini Angel yang berada di bawah ancaman Ruben.
"Ooo masih main kasar kamu ya .. Minta diperkosa lagi kaya kemarin" Ancam Ruben dengan memainkan pisau di depan wajah Angel. "Bunuh aja gua .. Bunuh! Mending gua mati sekalian!" Tantang Angel yang mulai menangis. "Eh eh eeeh .. Jangan mati dulu, cantik. Cewe muda & seksi kaya kamu ini ga pantes mati. Pantesnya dihamilin terus sampe jebol memeknya hahahaha" Balas Ruben tertawa senang. "Najis gua hamil anak lu .. Ga sudi gua ngelahirin anak dari bapak-bapak tua cabul tukang perkosa kaya lu, bangsat"
Ruben hanya terkekeh mendengarnya lalu dia menyeret Angel ke ranjangnya. Kaki & tangannya diikat ke tiang ranjangnya yang bak tuan putri itu. Pakaiannya dirobek dengan pisau tadi & hanya disisakan celana dalam berwarna putih. Dengan bernafsu Ruben melumat kedua payudara ranum Angel yang sedang tumbuh besar itu. "Masih kecil tapi toketnya udah gede gini. Sering diremes cowo ya? Hehehe" Ujar Ruben. "Najis, lu kira gua cewe apaan, bangsat" Jawab Angel ketus. Dia merasa jijik payudaranya dihisap & diremas oleh orang yang sangat dibencinya itu. Tapi di satu sisi dia merasakan sensasi geli yang aneh yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Angel pun mulai mendesis & mengerang.
Untuk sesaat gadis belia yang tangan & kakinya terikat itu merasa lega karena lelaki tua yang tadi bersenang-senang di dadanya itu menghentikan aksinya. Tapi lalu matanya terbelalak. Rasa takut terpancar dari wajah & matanya. Dilihatnya Ruben sedang mempersiapkan hape untuk merekam & menyalakan ring light hingga menerangi dirinya yang terikat dalam keadaan topless itu. Dari dalam tasnya Ruben mengeluarkan sebuah dildo panjang berurat berwarna hitam legam, persis seperti penisnya.
"Heh, mo ngapain lo, anjing?! Jangaaaaan .. Sakiiit.. Aaaawww" Rintih Angel ketika dildo itu ditancapkan ke vagina mungilnya. Hanya seperempat yang bisa masuk ke dalam vaginanya, sisanya dijepitkan oleh Ruben di celana dalamnya. Ikatan kakinya dilepas. Ingin rasanya dia kabur tapi dildo yang menusuk vaginanya itu membuatnya susah bergerak. Angel hanya bisa mengangkang agar dildo itu tidak terlalu membuat vaginanya sakit & perih.
Ruben lalu menyalakan dildo itu dari remote di tangannya & hapenya mulai merekam. Angel merasakan dildo di dalam vaginanya bergetar. "Aaahh ahhh berhentiiii .. Jangaaan .. Aaaaw sakiiit .. Udaaah .. Stoooop" Rintih Angel. Ruben hanya tertawa melihat anak didiknya itu merintih dengan dildo tertancap di vaginanya. Lalu dia menekan tombol di remote lagi. Dia menambahkan kecepatan & tingkat getaran. Angel semakin menggeliat hebat. Desisan di mulutnya berubah menjadi desahan & erangan panjang yang diselipi dengan permintaan untuk disudahi saja aksi itu. Ada sensasi yang lebih aneh yang Angel rasakan. Ada sesuatu yang dirasanya ingin meledak di dalam vaginanya tapi dia tak tahu apa.
"Udah paaak .. Ampuuun .. Copot benda ituuu .. Angel ga kuat lagi, paaaak" Kali ini Angel menyerah. Dirinya akhirnya mengakui kekalahannya & meminta ampun. "Naaah, gitu dong minta ampun. Nih, bapak kasih kamu hadiah" Balas Ruben lalu menekan tombol remote hingga ke level maksimum. Rintihan Angel bertambah keras. Air matanya menetes, entah karena sakit atau tak kuat menahan sensasi baru yang dia rasakan. Dia lalu terduduk di lantai dengan tangan masih terikat ke atas. Kakinya dibuka lebar-lebar. Tubuhnya bergelinjang hebat. Tahu apa yang segera terjadi, Ruben menghampiri Angel lalu mencopot celana dalamnya & melepaskan dildo yang menancap di vaginanya itu. Spontan air kencing bercampur dengan cairan kewanitaan Angel muncrat dengan derasnya membasahi lantai kamar. Teriakan lega keluar dari mulut Angel yang disambut oleh tawa senang.
Rasa malu, marah, benci, sakit, perih & jijik bercampur menjadi satu. Belum pernah selama hidupnya Angel diperlakukan seperti ini. Dia ingin semua ini cepat berakhir, apapun caranya. Tubuhnya terasa lemas seperti tak memiliki tulang. Nafasnya memburu. Mata sipitnya terlihat begitu sayu. Air matanya mulai menetes. Angel menangis pelan.
Tak sedikit pun rasa kasihan terpancar dari wajah Ruben. Malahan kini tanduk setan mulai muncul di kepalanya. Setelah menanggalkan seluruh pakaiannya, dia lalu menggagahi Angel lagi dengan posisi tangan terikat di tiang ranjang. "Ngentotin memek becek amoy emang enaaak aaaahh .. Bapak pejuin memek kamu, Angel cantiiik .. Bapak kasih anak kamuuu .. Aaaaahhh" Lalu sperma Ruben muncrat banyak sekali di dalam vagina Angel.
"Ampun, pak .. Udaaah .. Angel ga kuat, pak. Jangan hamilin Angel .. Angel masih kecil, pak .. Tolong jangaan" Pinta Angel memohon ampunan. "Kecil kecil tapi udah bisa dibuahi hehehe .. Yuk, bapak entot lagi memek kamu. Pasti kamu nanti kalo hamil jadi tambah cantik deh hehehe" Jawab Ruben dengan santainya. Ngeri sekali Angel membayangkan dirinya yang masih 13 tahun ini harus mengandung anak dari orang yang memperkosanya habis-habisan.
Ruben lalu melepaskan ikatan tangan Angel & membopongnya ke ranjang. Dengan bengis diperkosa lagi tubuh ramping Angel yang sudah tak berdaya itu. Desahan kenikmatan dari mulut Ruben dibalas dengan rintihan kesakitan & permohonan ampun dari mulut Angel. Pinggul Ruben bergoyang semakin cepat & akhirnya dia mengerang melepaskan belasan juta sel sperma di dalam vagina Angel yang kini bentuknya sudah tak karuan itu.
Untuk kedua kalinya Angel pingsan. Tubuh mudanya tak kuat menghadapi siksaan yang begitu berat.
Ruben merebahkan tubuh gempal hitamnya di samping Angel yang tergolek pingsan. Kedua manusia berbeda usia & ras itu tak menyadari bahwa di dalam rahim Angel mengalir sperma Ruben yang berenang dengan kekuatan penuh ke arah sel telurnya yang sedang berkembang. Sel sperma itu berhasil menembus sel telur lalu membuahinya. Hari itu Ruben pulang dengan senyum di wajahnya. Dia sudah mempersiapkan senjata pamungkas untuk digunakannya besok.
Tabungannya yang tak seberapa itu terkuras habis tidak dipedulikannya. Toh suatu saat nanti tabungannya mungkin saja akan terisi kembali, bahkan lebih banyak dari yang pernah dia miliki selama ini, pikirnya. Di hari yang sudah ditunggunya sejak lama itu, didapatinya Angel hanya meringkuk di atas ranjang. Menurut info yang diterima dari pembantunya, sudah 2 hari ini majikan mudanya itu seperti tak bersemangat. Ruben tahu alasannya & dia hanya mengangguk ketika diberitahu. Lalu pembantu itu pergi entah ke mana.
Angel hanya diam meringkuk & tak melihat sedikit pun ke arah Ruben yang asyik memasang hape di ring light sambil bersiul riang. Setelah selesai, dia berjalan menghampiri Angel lalu duduk di sampingnya. "Tolong jangan perkosa Angel lagi, pak. Angel minta maaf kalo selama ini Angel bikin bapak kesel. Angel ga kuat, pak. Angel minta ampun" Ucapnya lirih. Ruben lalu mengelus rambut anak didiknya itu dengan lembut, "Oke, permintaan maafmu bapak terima. Karena hari ini adalah hari terakhir pertemuan kita, bapak tidak akan memaksa kalo kamu ga mau" Balas Ruben dengan lembut. "Bapak ga bohong?" Tanya Angel tak percaya. Ruben mengangguk dengan raut muka serius. "Ayo, makan dulu. Tadi si mbak bawain cemilan kesukaanmu loh" Ucap Ruben sambil menaruh makanan di depan Angel.
Aroma makanan yang masih hangat itu sungguh menggoda hidung Angel yang memang sejak pagi belum makan karena tertekan atas apa yang terjadi padanya di 2 hari belakangan ini. Diambilnya sepotong kecil lalu dimakan, lalu sepotong lagi, sepotong lagi, lagi & lagi, hingga hanya bersisa sedikit. Dia lantas menegak air mineral untuk melegakan tenggorokannya. Lalu lanjut rebahan & menyelimuti dirinya.
Ruben kembali ke sofa. Keduanya sibuk dengan hapenya, tak bersuara. Tiba-tiba Angel merasa tubuhnya panas seperti terbakar, tapi tidak sakit. Panas ini berbeda, tapi tetap panas. Bibir & dinding vaginanya terasa gatal seperti minta digaruk. Begitu juga buah dadanya yang seperti ingin diremas & putingnya yang seperti minta dipelintir. Mulutnya juga terasa seperti ingin mengemut sesuatu, apa saja. Matanya berubah menjadi sayu. Tersenyum Ruben melihat reaksi obat perangsang yang tadi dia berikan.
Angel mulai gelisah. Selimut yang menutup badannya kini sudah terjerembab di lantai ditendangnya. Tapi panas itu tak juga hilang. Dia lalu membuka hoodie-nya tapi tak ada perubahan. "Kalo panas, buka aja semuanya. Nih, bapak duluan ya" Ucap Ruben tenang. "Ga mau! Nanti Angel diapa-apain sama bapak kaya kemaren" Tolaknya. "Tanggung sendiri akibatnya ya" Balas Ruben santai lalu kembali duduk tanpa sehelai benang pun di tubuh gemuknya.
Akhirnya Angel menyerah. Dia melucuti seluruh pakaiannya sendiri yang lalu dibuangnya begitu saja hingga kini dia bergerak-gerak gelisah seperti cacing kepanasan dengan tubuh telanjang. Panas itu sedikit berkurang, tapi rasa gatal aneh yang dia rasakan belum juga mereda, bahkan semakin gatal. Tak disadarinya dia mulai menggaruk-garuk vagina & meremas-remas payudaranya sendiri. Ruben terkekeh melihatnya.
Aksi Angel itu terekam jelas di hape Ruben yang sudah menyala sejak tadi. "Mau bapak bantuin garuk ga?" Tanya Ruben sambil berjalan mendekati Angel. "Ga usah! Jangan sentuh gue!" Jawab Angel galak. Kedua tangannya bergantian menggaruk & meremas tapi ada banyak titik di tubuhnya yang membutuhkan sentuhan. Tangannya tidak cukup.
"Aaah Angel ga kuat, paaak .. Bantuin Angel garuuuk .. Aaaah gateeel" Rintih Angel. Menyerah juga amoy kecil ini, batin Ruben. "Bapak bantu dengan cara bapak mau?" Tanya Ruben. "Terseraaah .. Gatel banget niiih aaaaah" Rintihnya lagi. Ruben naik ke atas ranjang lalu dibukanya kaki gadis belia yang sedang menggaruk vaginanya itu. "Eeeh bapak mau ngapaiiin?" Tanya Angel kaget melihat Ruben menatap vaginanya dengan buas. "Memek kamu harus dikasih ludah biar gatelnya ilang hehehe" Jawab Ruben.
Belum sempat Angel merespon, lidah Ruben sudah menari-nari di liang kewanitaannya. Rasa jijik & geli yang tak bisa diungkapkannya itu bercampur menjadi satu. Dia hanya bisa mendesah & merintih. Rambut Ruben yang sudah mulai menipis itu habis dijambaknya. Tak puas hanya dengan lidahnya, jari gemuk Ruben dicolokkan begitu saja ke dalam vagina Angel yang mulai basah itu. Spontan gadis itu mengerang panjang. Jari gemuk itu keluar masuk vaginanya yang basah oleh ludah & cairan kewanitaanya.
Tubuh mungil Angel bergetar hebat, jemari kakinya menekuk, kepalanya terangkat, "Aaah geli bangeeet .. Mau pipiiiiiis aaaahhh". Ruben menghentikan aksinya lalu dengan cepat dia membangunkan tubuh Angel hingga terduduk lalu dia pindah ke belakang gadis itu. Diarahkan tubuh bugil gadis chindo kecil itu ke hapenya yang masih merekam setiap adegan. Lalu dia membuka kaki Angel & menyodok-nyodok kasar vagina gadis remaja itu dengan jari gemuknya. Angel hanya bisa pasrah. Dia cuma ingin rasa gatal itu hilang secepatnya.
"Liat nih memek anak SD sebentar lagi mo ngecrit hahaha .. Belum ada jembutnya nih memek, masih polooos ahahaha" Ucap Ruben di depan kamera. "Aaah anjiiiing gue pipiiiiis" Rintih Angel. Begitu jari Ruben tercabut, air kencing Angel yang bercampur dengan cairan vaginanya tersembur dengan derasnya membasahi ranjang. Tubuh Angel menggelepar lalu ambruk bersandar di badan Ruben.
Lelaki bertubuh gempal itu lalu mengangkat tubuh Angel dari sandarannya. Tubuh bugil tak berdaya itu dibuatnya menungging. "Mantab betul pantat anak SD jaman sekarang hahaha" Tawanya sambil meremas pantat putih bersih gadis belia itu yang kini mulai memerah. "Aaw aaaw aaaah oo yeaaaah aaah ahhh" Angel merintih & mendesah. Ini sakit tapi kenapa aku malah seperti membutuhkan & menyukainya, batin gadis itu. Vaginanya mulai berkedutan lagi. Tak disadarinya jari-jari kecilnya kembali menggaruk bibir vaginanya yang masih basah kuyub itu.
"Ooo masih gatel ya memeknya? Sini, bapak garukin pake kontol bapak" Ucap Ruben melihat murid nakalnya itu kegatelan. Dengan sekali sodokan keras & dibarengi rintihan Angel, penis hitam itu masuk sedalam-dalamnya ke dalam vagina Angel yang berwarna pink. "Aaah mentooook" Rintihnya ketika kepala penis besar milik Ruben menyentuh bagian terdalam dari vaginanya. Sambil memegang pinggul Angel, Ruben menggerakkan penisnya keluar masuk vagina sempit lawan mainnya itu. Gadis itu mendesah liar & meracau tak karuan. Sial, kenapa aku jadi seperti menikmati pemerkosaan ini, maki Angel dalam hati.
Ruben meremas-remas dengan kasar payudara ranum milik Angel dari belakang, lalu diangkatnya tubuh ramping itu hingga kedua payudara membusung ke arah hape yang masih terus merekam setiap adegan. "Enak banget nih toket baru jadiii .. Empuuuk hahaha" Ucapnya sambil memainkan kedua puting Angel yang belum terlalu besar. Sensasi gatal yang Angel rasakan seperti terobati oleh sodokan penis & putingnya yang dipilin-pilin kasar. Gadis itu kini mendesah-desah kenikmatan. Mata sipitnya menjadi tampak sayu. Rambutnya yang terombang-ambing dibiarkannya menutupi sebagian wajahnya yang mulai memerah.
"Sebentar lagi gua crotin nih memek amoy kecil hahaha" Ucap Ruben kesenangan. "Jangaaan .. Please, jangan di dalem" Rintih Angel. "Bodo amat! Hahaha" Balas Ruben. "Rasain nih peju bapak .. Aaaaarghhhhh" Desah Ruben panjang menandakan spermanya berhamburan membasahi setiap senti dinding vagina Angel yang berkedutan. Tak dibiarkan tubuh gadis itu ambruk ke ranjang. Setelah mencabut penisnya, vagina gadis itu yang meneteskan sisa-sisa sperma kental diarahkan ke hape yang terus merekam. "Hehehe liat nih memek cina abis dicrotin pake peju batak pribumi .. Mantab laaaaeee hahaha" Tawa Ruben membahana mengisi ruang kamar tidur berwarna pink itu.
Tak berhenti sampai di situ, lelaki tambun itu lalu mengarahkan penisnya yang berlumuran sisa sperma setengah tegang itu ke mulut Angel. Termegap-megap gadis belia itu dibuatnya. Aroma khas penis bercampur dengan sperma & cairan kewanitaannya tak lagi membuatnya mual. Dia seperti merasa membutuhkan benda itu di mulutnya. Ukurannya yang besar pun seakan tak lagi menjadi kendala seperti kemarin. Kini dia aktif mengulum & menjilati batang penis yang mulai membesar itu. Desahan & tawa Ruben semakin kencang melihat obat perangsang yang dia berikan bekerja dengan sempurna.
"Awas ya jangan dilepas!" Perintah Ruben. Angel mengangguk sambil terus mengulum, menjilati & mengocok batang penis itu. "Aaaahh ayo terus kocok yang cepet, cantiiiik .. Bapak udah mau di ujung niiih .. Iiiishhh mulut & memek sama-sama enaaaak aaaahh" Desah Ruben panjang. Kocokan Angel semakin cepat & lidahnya dia pakai untuk menjilati bibir penis Ruben. Tak kuat lagi lelaki itu menahannya, "Aaaaahhhh keluaaarrr .. Telen peju bapak, Angeeeeel" Erangnya keras. Spermanya memang tak sebanyak barusan tapi sudah lebih dari cukup untuk memenuhi rongga mulut Angel.
Dengan kasar Ruben membekap mulut & menutup hidung gadis itu hingga mau tak mau dia harus menelan sperma guru bejatnya itu agar dia bisa bernafas. Rasanya sungguh aneh tapi entah kenapa Angel tidak mempermasalahkan itu. Dia baru bisa bernafas lega ketika penis yang baru saja menyemprotkan sperma di mulutnya tercabut.
Rambut gadis itu kemudian dijambak & diseret dari ranjang ke depan kamera. "Buka mulut & keluarin lidah .. Kasih liat kalo udah ga ada peju lagi yang kesisa di mulut lacurmu itu!" Perintah Ruben yang dipatuhi oleh Angel. "Ayo bilang makasih!" Perintahnya lagi. "Mmmakasih paak udah keluar di mulut Angeel" Jawab gadis itu patuh. "Mau lagi?!" Tanya Ruben. Angel mengangguk pelan. "Mana suaranya?!" Hardik Ruben. "Ii iiyaa .. Mau, paaak .. Angel mau dicrotin bapak lagi" Jawab gadis itu lirih. Ruben pun tertawa senang. "Entotin Angel, pak .. Memek Angel masih gatel nih pengen digaruk kontol bapak lagi" Ujar gadis itu lirih. Mantab betul efek obat perangsang ini, batin Ruben. "Bapak crot di dalem terus ya biar kamu hamil hehehe" Balas Ruben cengengesan. "Terserah .. Yang penting memek Angel ga gatel lagi .. Dibikin sampe pipis ya, pak .. Pleaaase" Jawab Angel.
Hari itu entah berapa kali Angel muncrat membasahi kasur & lantai kamarnya, entah berapa banyak sel sperma yang mengalir ke rahimnya yang sedang tumbuh itu. Angel hanya ingin rasa panas & gatal di tubuhnya itu terobati apa pun caranya. Pil biru yang dikonsumsi oleh Ruben sebelum datang tadi membuatnya begitu perkasa. Selama 4 jam lebih kedua insan berbeda ras & usia itu bergumul. Akhirnya si gadis belia itu tumbang. Ruben pulang dengan senyum besar di wajahnya, meski mungkin saja ini terakhir kalinya dia bisa menikmati tubuh gadis cina 12 tahun yang sedang tumbuh berkembang itu.
EPILOG:
Suatu sore Ruben yang sedang mengendarai motor tuanya untuk pulang ke kontrakannya dicegat oleh segerombolan orang. Motornya dipepet & dia pun terjatuh. Orang-orang tadi langsung mengerumuni lalu memukuli dirinya yang terkapar di jalan yang kebetulan sepi itu. Ruben melawan sebisanya tapi dia kalah jumlah. "Mampus lu guru cabul bangsat!" Ujar salah satu pengeroyoknya. Oh, aku tahu ini soal apa, batin Ruben. Dengan sisa tenaga yang dia punya, dia melawan & akhirnya bisa sedikit mendapat ruang.
"Tunggu! Kalo saya sampe mati, bos kalian bakal sengsara hidupnya" Ujar Ruben mencoba bernegosiasi. "Halah tai lu! Udah matiin aja sesuai perintah bos" Balas seseorang dari gerombolan itu memberi perintah ke rekan-rekannya yang lain. "Liat ini dulu!" Teriak Ruben sambil menunjukkan layar hapenya. Gerombolan itu melihat seorang gadis yang mereka kenali sebagai putri dari bos mereka dalam keadaan bugil. "Ini belum seberapa. Masih banyak lagi yang lain. Bilang sama bos kalian, kalo saya sampe mati ato kenapa-kenapa, semua vidio bakal kesebar di internet" Lanjutnya lagi. Seseorang dari gerombolan itu berhasil merebut hape Ruben dari tangannya lalu dibantingnya hape itu. "Kalian kira saya bego cuma nyimpen di situ. Bilang ke bos kalian, temui saya di warung ujung jalan nanti malem" Ujar Ruben sambil tetap memasang kuda-kuda waspada. Akhirnya gerombolan itu pun pergi. Ruben bisa bernafas lega. Untuk saat ini.
Jam 8 malam Ruben berjalan ke warung yang tadi dia sebut. Di sana sudah menunggu seorang lelaki tua peranakan cina dikelilingi oleh beberapa lelaki berbadan tegap. "Ah, pak Wijaya .. Apa kabar?" Tanya Ruben basa-basi dengan senyum lebar seakan tak ada masalah. "Anjing lu ya guru bejat!" Maki lelaki tua itu lalu mencengkeram kerah kaos Ruben. "Sedikit aja kulit saya tersentuh, vidio Angel yang liar itu akan tersebar" Ancam Ruben dengan mimik muka serius. Pak Wijaya lantas melepaskan cengkeramannya meski hatinya terbakar amarah. "Sebentar lagi rekan saya akan mengirim sesuatu ke hape bapak .. Tunggu saja" Lanjutnya lagi lalu duduk dengan santainya di depan pak Wijaya yang wajahnya memerah menahan geram.
Tak lama sebuah pesan singkat masuk ke nomor pribadi pak Wijaya. Betapa terkejutnya dia ketika melihat isi dari pesan tersebut. "Itu belum seberapa hehehe" Ujar Ruben santai. "Kalo liat dari reaksi bapak, sepertinya udah ketauan ya kalo si cantik Angel lagi hamil hehehe" Lanjutnya lagi. "Masih hamil atau sudah digugurin? Hahahaha" Tanya Ruben. Mata sipit pak Wijaya melotot melihat mahluk durjana di depannya itu. "Mau lu apa? Duit?" Tanya pak Wijaya. "Ah, ini yang saya tunggu dari tadi hehehe" Jawab Ruben. "100 juta .." Lanjutnya. "Boy, kasih nih bangsat 100 jt dr koper di mobil. Gua udah kesel liat mukanya" Perintah pak Wijaya kepada salah satu pengawalnya. "Saya belum selesai, pak Wijaya" Balas Ruben santai. "100 juta setiap bulan sampai bayi di kandungan Angel lahir" Lanjutnya lagi. "Anjing! Meres gua lu bangsat" Hardik pak Wijaya sambil menggebrak meja.
Ruben hanya terkekeh melihat respon pak Wijaya. Setelah berpikir keras, akhirnya permintaan itu dikabulkan. Pak Wijaya tidak ingin skandal ini tersebar, bisa hancur reputasinya di dunia bisnis yang sudah dia geluti selama puluhan tahun. Toh uang segitu tidak begitu besar untuk ukuran pebisnis seperti dirinya. Hanya saja hatinya teriris pedih membayangkan darah dagingnya yang masih belia itu harus mengandung janin hasil pemerkosaan, bahkan harus sampai melahirkan.
5636Please respect copyright.PENANAkIDhTZhXMq
5636Please respect copyright.PENANAldbEA3Ieb8
5636Please respect copyright.PENANAxd8zhQ9bYN
5636Please respect copyright.PENANAOWTSvr79Gr
5636Please respect copyright.PENANAPbppTjvQ4w
5636Please respect copyright.PENANA9QAKMUrHn6
5636Please respect copyright.PENANAV3d6gikyf4
5636Please respect copyright.PENANAZYPih5Im4k
5636Please respect copyright.PENANAqLbi0ju5hd


