Bab 1: Perjumpaan Tak Terduga
11536Please respect copyright.PENANAT2VozslRxt
Matahari hari mulai terbenam di ufuk barat ketika Bima Simalindra, yang lebih akrab dipanggil Bima, baru saja bangun dari tidurnya.
11536Please respect copyright.PENANAn0DUufAJCB
Dengan mata masih mengantuk, Bima berusaha bangun dan mengambil handuk yang kemudian dililitkan dipinggangnya.
11536Please respect copyright.PENANASVEqC7KWh0
Kemudian dia berjalan menuju sungai, yang jaraknya sekitar 500 meter dari rumahnya.
11536Please respect copyright.PENANANUQQYj4hlr
Pemuda berusia 16 tahun, berwajah ganteng dan bertubuh atletis ini berjalan melintasi persawahan sambil bernyanyi kecil.
11536Please respect copyright.PENANAnRIZN3MWWn
Bima adalah figur pemuda kampung yang supel, ramah dan pintar bergaul.
11536Please respect copyright.PENANAAzeGA5X8qT
Ayahnya Pak Brata adalah seorang petani yang cukup berhasil. Pak Brata memiliki tiga orang istri. Bima anak satu-satunya dari isteri ketiga Pak Brata.
11536Please respect copyright.PENANAoOKImUzknU
Ibunya bernama Ani, biasa dipanggil Bu Ani, seorang penjual kue dipasar yang letaknya tidak begitu jauh dari kampungnya.
11536Please respect copyright.PENANAHEniRWEpAL
Menurut cerita orang-orang kampung, Bima bukanlah anak kandung Pak Brata. Ibunya sudah hamil tiga bulan ketika dikawin Pak Brata.
11536Please respect copyright.PENANAriKh3z4uep
Ibunya dihamili majikannya sewaktu ibunya masih menjadi TKW di Arab. Makanya, wajah Bima mirip dengan orang Arab.
11536Please respect copyright.PENANAZ70H2Ufcb0
Singkat cerita, Bima sudah hampir sampai disungai.
11536Please respect copyright.PENANAIbegzAA44M
Sore ini, Bima merasakan ada sesuatu yang lain dari biasanya. Dimana sungai tempatnya mandi, biasanya ramai.
11536Please respect copyright.PENANA8Ud9gyLMxx
Tumben hari ini sepi sekali. Oh, mungkin aku bangun kesorean, pikir Bima dalam hati. Sambil melanjutkan langkahnya berjalan.
11536Please respect copyright.PENANAqt4V2WCviD
Bima dikejutkan oleh suara seorang perempuan sedang merintih dan mendesah-desah.
11536Please respect copyright.PENANA8QCPcCRQUQ
Suara itu datangnya dari arah sungai. Bima merasa penasaran oleh suara-suara itu. Dia mendekati arah suara itu.
11536Please respect copyright.PENANA2xbCDXCGJy
Alangkah terkejutnya Bima melihat pemandangan didepannya, yang membuat berdiri terpaku.
11536Please respect copyright.PENANA9nw5a7ztE7
Pemandangan yang baru pertama kali dilihatnya langsung. Dimana, Mbak Siti tetangganya, sedang mandi sambil meraba-raba buah dadanya.
11536Please respect copyright.PENANAc9TJpGox5K
Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, Bima segera mencari tempat yang agak tersembunyi, mengintip Mbak Siti.
11536Please respect copyright.PENANAh2wpTiKXUn
Mbak Siti yang dalam keadaan telanjang bulat, tidak menyadari kalau didepannya seseorang sedang melihatnya dengan mata melotot dan jakun yang naik turun.
11536Please respect copyright.PENANAgXrtWhuZAq
Wanita berusia 25 tahun, yang sudah setahun ditinggal suaminya menjadi TKI ini, semakin asyik meremas-remas buah dadanya.
11536Please respect copyright.PENANAsNqvCtLriA
“Akh.., ohh.., oohh.., ” desahan-desahan nikmat yang keluar dari mulutnya, membuat Bima semakin terpukau memandangnya. Bima merasakan penisnya menegang dibalik celana dalamnya. Tanpa sadar dia menyusupkan tangan ke balik celana dalamnya.
11536Please respect copyright.PENANAs3Jmoo2Jz7
Bima meraba-raba kemaluannya yang makin lama makin mengeras. Bima semakin bernafsu saat Mbak Siti, meraba-raba vaginanya sendiri. Kemudian Mbak Siti memasukkan jari-jarinya ke dalam vaginanya.
11536Please respect copyright.PENANAMp0dqksdBL
Dicucuk-cucuknya vaginanya sendiri sambil mulutnya mendesah-desah. Membuat Bima semakin tak kuat menahan nafsu birahinya.
11536Please respect copyright.PENANApd1upeU9t0
Bima melepaskan handuk dan celana dalamnya lalu mengeluarkan penisnya yang sudah berdiri tegak.
11536Please respect copyright.PENANANYGamfG052
Diraihnya kemaluannya, kemudian dikocok-kocoknya.
11536Please respect copyright.PENANAKS7omvdMjF
Saat Bima sedang asik mengocok-ngocok penisnya. Tanpa disadarinya Mbak Siti telah berdiri tanpa busana didepannya.
11536Please respect copyright.PENANAaiBiowftJn
“Kamu lagi ngapaain Bima,” tanya Mbak Siti.
11536Please respect copyright.PENANAWpoys7L2hk
“Maaf.., Mbak.., maaf,” sahut Bima tergagap, tanpa melepaskan pandangan dari tubuh telanjang Mbak Siti.
11536Please respect copyright.PENANAUHNz41eABn
“Kamu lihat ini ya,” tanya Mbak Siti sambil menunjuk vaginanya.
11536Please respect copyright.PENANA9oVpXLgJAw
Bima hanya diam, tak menyahut. Hatinya berdebar-debar melihat tatapan mata Mbak Siti.
11536Please respect copyright.PENANAE7fFE3MfJm
“Kamu suka Bima,” tanya Mbak Siti sambil tersenyum.
11536Please respect copyright.PENANAqeZFQcjK91
11536Please respect copyright.PENANAJVjtm6HRXO
Tanpa menunggu jawabab Bima, Mbak Siti menggerakkan tangannya meraih penis Bima.
11536Please respect copyright.PENANAez0zlQJef8
“Aow, penismu gede sekali Bima, panjang lagi,” jerit Mbak Siti.
11536Please respect copyright.PENANAihLLhmRbDn
11536Please respect copyright.PENANA10PyHPl66L
Mbak Siti mengelus-elus lembut penis Bima dengan tangan kanannya.
11536Please respect copyright.PENANAQBAfg8S7d7
Sementara tangan kirinya meraba-raba buah pelir Bima.
11536Please respect copyright.PENANAcAB76aM0hP
11536Please respect copyright.PENANAx0pkFCAnMJ
Bima merasakan badannya panas dingin. Baru kali ini penisnya dipegang dan dielus-elus seorang wanita.
11536Please respect copyright.PENANAKCCTVk3BYV
Mbak Siti yang sudah berpengalaman bersetubuh dengan laki-laki, sangat tahu kalau Bima sangat menginginkannya.
11536Please respect copyright.PENANAUjkP3iTfZs
Tanpa melepaskan kocokkannya pada penis Bima, Mbak Siti mendekatkan mulutnya ke mulut Bima.
11536Please respect copyright.PENANAVdOaaIsmyR
11536Please respect copyright.PENANA5GhAdf1Dph
Kelanjutannya ada di link bawah ini.
https://victie.com/novels/pejantan-kampung-tangguh
ns216.73.217.139da2


