Bab 1: Perjumpaan Tak Terduga
10731Please respect copyright.PENANAJuzD2C0rjj
Matahari hari mulai terbenam di ufuk barat ketika Bima Simalindra, yang lebih akrab dipanggil Bima, baru saja bangun dari tidurnya.
10731Please respect copyright.PENANADdX8W4lDe8
Dengan mata masih mengantuk, Bima berusaha bangun dan mengambil handuk yang kemudian dililitkan dipinggangnya.
10731Please respect copyright.PENANAKEjx8MeqGA
Kemudian dia berjalan menuju sungai, yang jaraknya sekitar 500 meter dari rumahnya.
10731Please respect copyright.PENANAZuBuwtxlVR
Pemuda berusia 16 tahun, berwajah ganteng dan bertubuh atletis ini berjalan melintasi persawahan sambil bernyanyi kecil.
10731Please respect copyright.PENANAXDYifXg2BP
Bima adalah figur pemuda kampung yang supel, ramah dan pintar bergaul.
10731Please respect copyright.PENANATGYqMVKzOr
Ayahnya Pak Brata adalah seorang petani yang cukup berhasil. Pak Brata memiliki tiga orang istri. Bima anak satu-satunya dari isteri ketiga Pak Brata.
10731Please respect copyright.PENANAt6esX4jHva
Ibunya bernama Ani, biasa dipanggil Bu Ani, seorang penjual kue dipasar yang letaknya tidak begitu jauh dari kampungnya.
10731Please respect copyright.PENANAiuq7tqnU72
Menurut cerita orang-orang kampung, Bima bukanlah anak kandung Pak Brata. Ibunya sudah hamil tiga bulan ketika dikawin Pak Brata.
10731Please respect copyright.PENANA57McsWg51R
Ibunya dihamili majikannya sewaktu ibunya masih menjadi TKW di Arab. Makanya, wajah Bima mirip dengan orang Arab.
10731Please respect copyright.PENANAPVwDUs5UPy
Singkat cerita, Bima sudah hampir sampai disungai.
10731Please respect copyright.PENANAPY3JEsLnLs
Sore ini, Bima merasakan ada sesuatu yang lain dari biasanya. Dimana sungai tempatnya mandi, biasanya ramai.
10731Please respect copyright.PENANAe2Goivx2k8
Tumben hari ini sepi sekali. Oh, mungkin aku bangun kesorean, pikir Bima dalam hati. Sambil melanjutkan langkahnya berjalan.
10731Please respect copyright.PENANAKE8FQYdRFb
Bima dikejutkan oleh suara seorang perempuan sedang merintih dan mendesah-desah.
10731Please respect copyright.PENANAoyobtPpxN6
Suara itu datangnya dari arah sungai. Bima merasa penasaran oleh suara-suara itu. Dia mendekati arah suara itu.
10731Please respect copyright.PENANAArYu8kZzUe
Alangkah terkejutnya Bima melihat pemandangan didepannya, yang membuat berdiri terpaku.
10731Please respect copyright.PENANAVIxfM0XeHE
Pemandangan yang baru pertama kali dilihatnya langsung. Dimana, Mbak Siti tetangganya, sedang mandi sambil meraba-raba buah dadanya.
10731Please respect copyright.PENANAhcJ59u2KRc
Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, Bima segera mencari tempat yang agak tersembunyi, mengintip Mbak Siti.
10731Please respect copyright.PENANAWsjQ4W9G5O
Mbak Siti yang dalam keadaan telanjang bulat, tidak menyadari kalau didepannya seseorang sedang melihatnya dengan mata melotot dan jakun yang naik turun.
10731Please respect copyright.PENANAjbuzjH8mQX
Wanita berusia 25 tahun, yang sudah setahun ditinggal suaminya menjadi TKI ini, semakin asyik meremas-remas buah dadanya.
10731Please respect copyright.PENANAhpJgRO8NLE
“Akh.., ohh.., oohh.., ” desahan-desahan nikmat yang keluar dari mulutnya, membuat Bima semakin terpukau memandangnya. Bima merasakan penisnya menegang dibalik celana dalamnya. Tanpa sadar dia menyusupkan tangan ke balik celana dalamnya.
10731Please respect copyright.PENANAdXULPlFNdk
Bima meraba-raba kemaluannya yang makin lama makin mengeras. Bima semakin bernafsu saat Mbak Siti, meraba-raba vaginanya sendiri. Kemudian Mbak Siti memasukkan jari-jarinya ke dalam vaginanya.
10731Please respect copyright.PENANAPrQuI77wWP
Dicucuk-cucuknya vaginanya sendiri sambil mulutnya mendesah-desah. Membuat Bima semakin tak kuat menahan nafsu birahinya.
10731Please respect copyright.PENANAwVoUC7aHEx
Bima melepaskan handuk dan celana dalamnya lalu mengeluarkan penisnya yang sudah berdiri tegak.
10731Please respect copyright.PENANAetmTyED45s
Diraihnya kemaluannya, kemudian dikocok-kocoknya.
10731Please respect copyright.PENANAnQBFunv3im
Saat Bima sedang asik mengocok-ngocok penisnya. Tanpa disadarinya Mbak Siti telah berdiri tanpa busana didepannya.
10731Please respect copyright.PENANAH4k1dXIjs3
“Kamu lagi ngapaain Bima,” tanya Mbak Siti.
10731Please respect copyright.PENANArJHi7aBWgQ
“Maaf.., Mbak.., maaf,” sahut Bima tergagap, tanpa melepaskan pandangan dari tubuh telanjang Mbak Siti.
10731Please respect copyright.PENANA9IVoXZEu5n
“Kamu lihat ini ya,” tanya Mbak Siti sambil menunjuk vaginanya.
10731Please respect copyright.PENANARDMZoyJqSx
Bima hanya diam, tak menyahut. Hatinya berdebar-debar melihat tatapan mata Mbak Siti.
10731Please respect copyright.PENANA8VngkLhXLp
“Kamu suka Bima,” tanya Mbak Siti sambil tersenyum.
10731Please respect copyright.PENANA7t4pQQBGPu
10731Please respect copyright.PENANA03LhxZJBir
Tanpa menunggu jawabab Bima, Mbak Siti menggerakkan tangannya meraih penis Bima.
10731Please respect copyright.PENANA4ddb6tdhgH
“Aow, penismu gede sekali Bima, panjang lagi,” jerit Mbak Siti.
10731Please respect copyright.PENANA4byeVlLOxZ
10731Please respect copyright.PENANAi4ndJkxfXE
Mbak Siti mengelus-elus lembut penis Bima dengan tangan kanannya.
10731Please respect copyright.PENANAk1LtN8oCl3
Sementara tangan kirinya meraba-raba buah pelir Bima.
10731Please respect copyright.PENANAWfSfXX63km
10731Please respect copyright.PENANAVBQZl6fpqh
Bima merasakan badannya panas dingin. Baru kali ini penisnya dipegang dan dielus-elus seorang wanita.
10731Please respect copyright.PENANAruh7xKwywx
Mbak Siti yang sudah berpengalaman bersetubuh dengan laki-laki, sangat tahu kalau Bima sangat menginginkannya.
10731Please respect copyright.PENANA37wUwLmpmp
Tanpa melepaskan kocokkannya pada penis Bima, Mbak Siti mendekatkan mulutnya ke mulut Bima.
10731Please respect copyright.PENANAmDjXB3w2IN
10731Please respect copyright.PENANAu2yElna1lQ
Kelanjutannya ada di link bawah ini.
https://victie.com/novels/pejantan-kampung-tangguh
ns216.73.217.39da2


