Roamer 5
598Please respect copyright.PENANABD3NmbTaaW
Jonathan masih sibuk memeriksa berkas-berkas laporan yang dikirim asistennya melalui email, saat mendapat pesan singkat dari Mike yang memintanya mengawasi Cathy agar tidak terlalu dekat dengan Aster. Salah satu gundik yang pendiam di mansion itu.
Jonathan yang tidak mengerti maksud Mike hanya membaca pesan itu tanpa membalas, kemudian dirinya sibuk memeriksa laporan lagi.
Sudah dua hari Mike dan Lucas keluar kota untuk urusan bisnis, selama itu pula Jonathan jarang berhubungan dengan Cathy. Tidak ada alasan khusus kenapa ia jarang berbicara dengan wanita itu. Ia hanya masih sungkan, sehingga ia memilih tenggelam dalam pekerjaan dan membiarkan Cathy berkeliaran di mansion dengan ditemani para gundiknya. Yang ia tau, Cathy memang dekat dengan Aster dan Rose meskipun dengan gundik-gundik yang lain pun tampak akrab. Mungkin pembawaan Cathy yang periang, sehingga membuat wanita itu mudah bergaul.
Di lain sisi, Cathy yang bosan tengah bersantai di kamar ditemani Aster yang sibuk memijat kakinya. Perempuan yang lebih muda 5 tahun darinya itu sangat senang kalau Cathy menyuruhnya melakukan sesuatu. Karena di antara gundik-gundik lainnya, Aster sangat jarang melayani ketiga tuan mudanya selain Jasmin tentunya. Namun begitu Cathy di sana dan mengetahui kehebatan Cathy melayani 3 tuan mudanya itu, Aster merasa penasaran bagaimana Cathy bisa melakukannya. Sedangkan Aster sendiri merasa sex itu sangat menyakitkan, sehingga ia tidak begitu menyukainya.
“Kira-kira kapan Mike akan pulang ya?” gumam Cathy sembari memandangi taman di luar jendela.
“Nona sudah kangen ya?” goda Aster.
Cathy mengangguk, “tidak ada Mike, rasanya sepi.”
“Yakin karena kesepian saja, atau Nona kangen bercinta dengan Tuan Mike,” ucap Aster tidak berhenti menggoda Cathy.
“Kau ini!” protes Cathy mencembik kesal. Namun Aster justru terkekeh geli.
“Nona… Saya masih penasaran bagaimana Nona bisa bertahan bercinta dengan ketiga Tuan Muda sekaligus. Bukankah itu sangat menyakitkan ya?” ungkap Aster penasaran.
“Menyakitkan?” Cathy mengerutkan kening bingung. “Mana ada menyakitkan. Bercinta dengan mereka itu sangat nikmat sekali.”
“Tapi saat saya melayani Tuan Mike atau Tuan Lukas, rasanya sakit sekali,” ucap Aster dengan wajah polos.
Bibir Cathy sudah terbuka, tetapi mengatup kembali saat menyadari perempuan di depannya itu belum pernah sama sekali merasakan kenikmatan bercinta. Dengan tatapan nakal, Cathy menarik tangan Aster agar duduk di sampingnya.
“Aku bisa mengajarimu bagaimana caranya agar bisa merasakan nikmatnya bercinta,” kata Cathy tersenyum lebar.
“Mak…maksud Nona?”
Bukannya menjawab, Cathy beranjak menuju nakas di samping tempat tidur. Mike dan Lukas meninggalkan beberapa mainan kecil di sana. Ada vibrator dan dildo panjang yang biasa mereka gunakan untuk bermain. Ia mengambil dua benda itu dan membawanya mendekati Aster.
“Nona… itu buat apa?” tanya Aster dengan tatapan ngeri.
“Aku akan mengajarimu bagaimana menikmati permainan sex dengan ini.”
“Tapi Nona…”
“Sssttt… ikuti saja apa kataku. Aku adalah ahlinya.”
Aster terpaksa mengangguk walau sedikit takut.
Berbeda dengan Cathy yang tampak senang bisa memiliki mainan baru. Apalagi Aster memiliki tubuh yang ideal dan mengundang gairah.
“Aturan pertama sebelum memulai sex, kita harus melakukan pemanasan lebih dulu,” kata Cathy mengulurkan tangannya ke arah payudara Aster yang tersembunyi di balik gaun rumahan.
“Area ini menjadi salah satu yang sensitif di tubuh kita,” lanjut Cathy mengusap-usap payudara Aster dan sesekali meremasnya dengan lembut.
“Jangan dipikirkan Ast, cukup nikmati saja,” perintah Cathy melihat Aster tampak tegang.
“Nona… apa ini baik-baik saja. Bagaimana kalau Tuan Muda marah nanti?” tanya Aster ketakutan.
“Tenang saja, mereka tidak akan marah.”
Cathy menarik ret gaun Aster dan menurunkannya agar ia bisa dengan leluasa membelai payudara Aster.
“Payudaramu bagus sekali Ast,” puji Cathy yang langsung mencondongkan tubuhnya dan mengulum payudara Aster yang memiliki puting coklat muda itu.
Tubuh Aster sedikit tersentak, saat merasakan sapuan lidah yang basah milik Cathy.
“No… nona… aghhh….”
Desahan panjang lolos saat Aster merasakan sensasi geli yang nikmat di payudaranya. Tak hanya payudaranya saja yang terasa nikmat, tetapi tangan Cathy kini sudah membelai lembut vaginanya yang masih tertutupi g-string.
Baru kali ini Aster merasakan kenikmatan yang aneh dalam tubuhnya, sehingga tanpa sadar ia membuka lebar-lebar kakinya agar Cathy semakin leluasa memainkan tangan di vagina miliknya.
“Kau mulai menyukainya sekarang?” tanya Cathy yang perlahan menyusupkan jarinya ke dalam vagina milik Aster yang sudah mulai basah.
“Saya merasa aneh dengan tubuh saya Nona,” ucap Aster tersengal.
“Nikmati saja, kau akan menyukainya nanti.”
Tanpa ragu, Cathy memagut bibir Aster dan menciumnya dengan intens. Lidahnya dengan leluasa memasuki mulut Aster dan menjelajahi dalamnya. Sedangkan tangan kanannya sibuk mengocok vagina Aster yang semakin basah.
Setelah puas berciuman, Cathy menjauh sedikit dan meminta Aster untuk melepas pakaiannya sampai telanjang. Setelah itu ia berjongkok di depan Aster dan membuka kakinya lebar-lebar.
“Vaginamu sudah siap dimasuki,” ucap Cathy sembari mengeluar masukkan jari tengahnya ke dalam vagina.
“Tapi… Nona… ini rasanya aneh,” gumam Aster ragu.
“Sssttt… tenang saja. Nikmati permainan ini.”
Cathy kemudian meraih dildo yang tadi dibawanya dan mulai memasukkan benda itu perlahan ke dalam vagina Aster. Perempuan itu tersentak, tetapi tidak menghentikannya.
Dildo itu sebesar penis milik Mike, seharusnya cocok untuk melatih Aster agar bisa beradaptasi saat melayani Mike nantinya.
“Lebarkan kakimu kalau kau masih merasa sakit,” kata Cathy melihat Aster masih kesulitan menerima benda itu di vaginanya.
Aster mengangguk kecil dan melebarkan kakinya.
“Ooohh…”
Desahan panjang lolos dari bibir Aster saat benda itu masuk separoh dalam vaginanya. Desahan itu kembali terdengar saat Cathy mulai memainkan dildo itu. Ia mengeluar masukkan dildo itu perlahan, agar Aster bisa beradaptasi. Ia juga kembali mengulum payudara Aster bergantian. Posisinya kini menjadi setengah menungging di depan Aster. Keduanya sudah hanyut dalam kenikmatan sampai tidak sadar ada yang masuk ke kamar dan tercengang melihat mereka berdua.
****
Setelah diteror Mike dengan pesan singkat, akhirnya Jonathan beranjak dari kursi kerjanya. Ia menyerah dan memutuskan memeriksa Cathy seperti yang dipinta adiknya itu.
Jonathan langsung menuju kamar Cathy yang berada di depan kamar mereka bertiga. Mike sengaja memberikan kamar sendiri setelah diprotes Lucas karena Cathy tinggal di kamar Mike. Lucas merasa tidak adil kalau Cathy hanya dimonopoli Mike sendiri. Jadilah wanita itu memiliki kamar sendiri meski Jonathan tau, setiap malam Mike dan Lucas akan tidur bersama wanita itu di sana.
Saat ia sampai di depan kamar, Jonathan langsung masuk ke dalam pintu yang tidak tertutup rapat itu. Begitu masuk ke dalam, sekali lagi ia mendapatkan pemandangan erotis yang membuat kejantanannya langsung mengeras.
Di sofa ia melihat Cathy sedang bercumbu mesra dengan Aster sampai tidak mengetahui kehadirannya. Dan itu membuatnya akhirnya mengerti maksud Mike. Ternyata Cathy tidak hanya suka bercinta dengan pria, tetapi juga senang bermain dengan perempuan.
Tanpa mengusik keduanya, Jonathan mendekat sembari melepas pakaiannya. Cathy terlalu menggairahkan untuk dilewatkan begitu saja.
Begitu ia berada di belakang Cathy, ia langsung menyingkap gaun wanita itu dan memasukkan penisnya ke dalam vaginanya. Dua perempuan yang sedang hanyut dalam gairah itu tampak terkejut, apalagi Cathy yang langsung tersentak begitu merasakan vaginanya diterobos dengan kasar dari belakang.
“Jo…” lenguh Cathy merasakan penis Jonathan berusaha menerobos rahimnya.
“Bersenang-senang sendiri hmm,” kata Jonathan.
“Tidak, aku sedang mengajari Aster,” kilah Cathy.
“Begitu ya?”
Jonathan melayangkan tatapan ke arah Aster yang kebingungan. Ia mengulurkan tangan, mengambil alih dildo yang dipegang Cathy.
Ia tidak marah melihat kelakuan mereka berdua, tetapi justru semakin bergairah. Apalagi sebenarnya ia juga senang melihat tubuh Aster yang seksi, hanya saja ia tidak tega melihat Aster kesakitan setiap berhubungan sex dengannya. Jadi ia tidak pernah menyentuh Aster lagi.
“Aku juga bisa mengajari kalian,” kata Jonathan mengeluarkan penisnya dari dalam vagina Cathy.
Ia membimbing Cathy untuk naik ke atas Aster.
“Masukkan sayang,” pinta Jonathan meminta Cathy memasukkan sisa dildo yang panjang itu ke dalam vagina wanita itu.
“Ouhhh….” Cathy melenguh saat memasukkan dildo itu ke dalam vaginanya.
Kini dildo itu berada di vagina Cathy dan juga Aster, saat salah satu diantara mereka bergerak, dildo itu akan melesak ke dalam vagina secara bergantian.
Sedangkan Jonathan kini kembali memasukkan penisnya ke dalam vagina Cathy yang sudah sesak dijejali dildo.
“Fuck… vaginamu sempit sekali sayang. Haruskah aku menyumpalnya dengan dildo setiap waktu agar tidak menjepitku terlalu keras,” dengus Jonathan yang langsung bergerak liar.
“Ssss… itu enak sekali Jo… lebih dalam…” pinta Cathy yang kini tubuhnya bergerak mengikuti irama Jonathan yang memasukinya dengan keras.
Tidak hanya penis Jonathan yang membuat Cathy terus mendesah nikmat. Dildo yang ada di dalam vaginanya menekan klitorisnya sehingga membuat Cathy tak bisa berhenti meracau. Belum lagi payudaranya yang bergesekan dengan payudara milik Aster di bawahnya, semakin membuat Cathy melayang.
“Kau ingin merasakan penisku di dalam rahimmu Sayang?” Jonathan menghujamkan penisnya lebih dalam lagi, sampai ia bisa merasakan denyutan di dinding rahim Cathy.
“Ya…ya… masukin Jo… masukin penismu ke dalam rahimku…” racau Cathy.
Sedangkan di bawah. Aster yang merasakan juga gerakan dildo di dalam vaginanya, ikut mendesah nikmat. Apalagi melihat Cathy yang begitu menggairahkan, membuat Aster tidak lagi merasakan sakit di vaginanya.
“Oh… Nona… ini enak sekali,” desah Aster tak tahan.
“Kau harus merasakan penis Jonathan, Aster. Ini sangat nikmat,” sahut Cathy menggoyangkan pinggulnya.
“Aku mau keluar Jo… masuki aku lebih keras…”
Tanpa menunggu diminta lagi, Jonathan menghujamkan penisnya lebih dalam dan cepat ke vagina Cathy. Tak berselang lama ia bisa merasakan vagina wanita itu mencengkeramnya lebih kencang, membuatnya mengeram menahan diri agar tidak ikutan orgasme.
Setelah orgasme Cathy sudah tuntas. Jonathan menurunkannya ke samping Aster. Ia kemudian melepas dildo yang masih menyumpali vagina Aster, dan mulai memasukkan penisnya ke dalam vagina milik Aster.
“Tu… tuan…” rintih Aster berusaha menerima penis Jonathan.
“Kenapa? Kau tak mau merasakan milikku hmm,” kata Jonathan yang masih berusaha memasukkan penisnya.
Aster menggeleng pelan, tidak berani menolak. Tetapi ia juga takut merasakan sakit.
“Santai saja Aster, kau akan menyukainya nanti,” rayu Cathy yang mendekati Aster, kemudian mencium perempuan itu dengan lembut. Tangannya ikut sibuk meremas dan memilin payudara Aster untuk memancing gairahnya.
Berkat apa yang dilakukan Cathy pada Aster, penis Jonathan kini berhasil masuk dengan sempurna. Berbeda dengan saat ia memasuki Cathy dengan brutal, Jonathan memasukkan penisnya ke dalam vagina Aster dengan lembut.
“Vaginamu enak juga Aster,” ucap Jonathan mulai menaikkan tempo.
“Penis Tuan, terlalu besar. Rasanya sesak sekali…” lenguh Aster yang kini memperhatikan bagaimana penis Tuannya itu mengobrak abrik vaginanya.
“Penis besar ini yang membuat wanitaku ketagihan Ast,” sahut Jonathan sembari mengusap-usap vagina Cathy. “Sudah sempit lagi hmmm,” lanjutnya saat memasukkan jarinya ke dalam vagina Cathy.
Tak ada kata lembut saat Jonathan mengocok vagina Cathy dengan jarinya, tetapi wanita itu justru mendesah keenakan. Dengan tidak sabar, Jonathan akhirnya membenamkan kepalan tangannya ke dalam vagina Cathy. Wanita itu sempat tersentak sebelum mengikuti gerakan tangan Jonathan yang mengocok isi vaginanya.
“Yes… Jo… masukkan lebih dalam…”
“Oooohh… Jo… nikmat sekali…”
“Lebih cepat Jo… masuki rahimku Jo…”
Racauan bibir Cathy semakin membuat Jonathan bergairah, ia bisa merasakan Cathy menekan tangannya agar bisa lebih masuk ke dalam. Tentu saja Jonathan tidak mengabaikannya. Ia memutar-mutar tangannya saat menyentuh dinding rahim Cathy, membuat wanita itu semakin meracau di tengah kesibukannya mencium bibir Aster.
“Please… please… aku mau keluar Jo…” rengek Cathy.
Dengan semangat Jonathan mengeluar masukkan tangannya lebih cepat dan kasar sampai ia merasakan denyutan di dinding vagina Cathy terasa semakin intens, dan tak berselang lama Cathy melenguh panjang dilanda orgasme hebat. Setelah Cathy sudah tuntas orgasmenya, Jonathan mencabut tangannya dari lobang vagina Cathy. Wanita itu pun kini ambruk di samping Aster.
Kini Jonathan hanya tinggal berkonsentrasi memasuki Aster yang mulai bergairah berat. Wanita itu tak henti meracau dan melenguh, membuat Jonathan semakin cepat menggerakkan pinggulnya.
“Kau mau keluar juga Aster?” tanya Jonathan mendorong penisnya masuk lebih dalam sampai mentok di rahim Aster.
“I-iya Tuan,” jawab Aster terbata-bata.
Kedua tangan Jonathan langsung mencengkeram paha Aster dan menariknya ke atas agar penetrasi mereka semakin dalam. Ia mengeluar masukkan penisnya semakin cepat, seraya menikmati wajah Aster yang horny parah. Tak berselang lama, tubuh wanita itu menggelinjang dan dari mulutnya keluar lenguhan panjang. Aster orgasme menyusul Cathy.
Jonathan baru mengeluarkan penisnya setelah Aster tuntas orgasme, kemudian ia yang belum ejakulasi. Mengangkat tubuh Cathy yang membelakanginya dengan mudah dan membenamkan penisnya di vagina Cathy yang sudah sempit lagi.
“Milikmu sudah sempit lagi, Sayang,” dengus Jonathan langsung menyentakkan penisnya masuk dengan kasar.
“Oh tidak… pelan-pelan Jo, kau membuatku orgasme terlalu cepat,” rengek Cathy.
“Itu memang tujuanku Sayang.”
Jonathan menghujamkan penisnya kasar dan dalam, hingga tak butuh lama ia merasakan Cathy mengejan dilanda orgasme. Meski begitu Jonathan sama sekali tidak memperlambat sodokannya, hingga Cathy terus meracau dan mengerang disapu gelombang kenikmatan.
“Aster, jilati vagina Cathy,” perintah Jonathan melihat Aster sudah tidak lelah lagi.
“Baik Tuan.”
Aster hanya tinggal duduk tegak dan melakukan perintah Jonathan karena Cathy berada tepat di depannya. Dengan rakus Aster menjilat dan menghisap klitoris Cathy, sesekali menggigitnya kecil seakan dirinya sudah ahli dalam blowjob.
“Oh hentikan, ini membuatku gila,” erang Cathy yang merasakan ada sesuatu yang ingin meledak dalam dirinya.
“Come on baby, time to squirting,” desak Jonathan semakin intens menghujamkan penisnya.
“No… Jo…”
“ Jangan menahannya Sayang, keluarkan.”
Cathy menggeleng pelan, tetapi semakin ia menahan rasa itu semakin mendesak ingin keluar. Hingga akhirnya ia menyerah dan mengejang hebat saat cairan bening memancar dari sela vaginanya. Aster yang masih menjilati vagina Cathy, membuka mulutnya menikmati cairan bening itu hingga tetes terakhir. Kemudian sedikit mundur karena Jonathan semakin keras menghujamkan penisnya.
“Giliranku Sayang,” dengus Jonathan menghujamkan dalam-dalam penisnya hingga menyentuh rahim dan menyemprotkan spermanya kesana.
Setelah Jonathan tuntas orgasme, pria itu duduk di sofa masih dengan memangku Cathy yang tampak lemas.
“Waktunya kau membersihkannya Aster,” perintah Jonathan.
“Baik Tuan.”
Aster mengangguk singkat dan mulai mendekati Jonathan. Dengan lihai Aster menjilat dan mengulum penis Jonathan yang berlumuran sperma. Ia juga melakukan hal yang sama pada vagina Cathy hingga bersih.
598Please respect copyright.PENANAa9AbPFdLpo


