Mempunyai pacar pengertian adalah impian semua orang, apalagi jika orang yang dimaksud adalah perempuan yang sudah lama diincar sejak pertama kali berkenalan, seperti contohnya Arvan dan Fina yang dimana sudah lama sekali berkenalan, Arvan yang sudah lama menaruh hati dan merasa sudah cukup PDKT segera menyatakan perasaannya pada Fina. meskipun tidak langsung dijawab namun pada akhirnya Fina mau menerima Arvan.
Singkat cerita, sama seperti pasangan lainnya, Arvan dan Fina pun menjalani harinya seperti orang pacaran normal, sayang sayangan, pegangan, jalan bareng, makan bareng, nonton, dan lain sebagainya. Jelas pada bulan bulan pertama Arvan tidak berani menciumnya dulu.
Sampai pada bulan ketiga dimana hubungan Arvan dan Fina semakin dekat, tanpa sengaja Arvan menemukan grup porno dimana ternyata di dalamnya membahas semua perihal cuckold. Arvan memang sudah sering menonton bokep cuckold namun baru pertama menemukan grup yang benar benar fokus membahas perihal cuckold, sebut sama CAMI.
Awalnya Arvan hanya berpikir, “Oh ternyata ada grup kaya gini, ya udah lah.” Dan hanya fokus menonton dan membaca beberapa postingan yang dikirim. Sampai lama kelamaan Arvan mulai penasaran, apalagi Arvan juga menemukan banyak sekali pengalaman cuckold dan grup sejenis ini baik lewat telegram ataupun discord, sampai membayangkan, “Gimana ya kalau Fina kaya gini juga??”
Namun tentu tidak bisa direalisasikan dengan mudah, tentu Arvan pun tidak langsung berkata tujuannya pada Fina, bisa bisa dia takut, syok, dan kabur meninggalkannya, jauh lebih parah lagi kalau dia sampai laporan kesana kemari, bisa gawat.
Untuk itu, Arvan pun sengaja memperkenalkan dengan memperlihatkan beberapa bokep cuckold dan nonton bersama saat sedang pacaran, tentu seperti perempuan pada umumnya, Fina berpikir bahwa bokep yang sedang ditontonnya hanyalah threesome biasa dan hanya sebagian saja dan tidak memperlihatkan adegan saat lelaki kedua ngentot dengan perempuannya.
Sampai akhirnya setelah beberapa kali menonton, setelah lewat beberapa hari, Arvan pun bertanya, “Kamu tau ga ini bokep apa?”
“Threesome kan? Lakinya 2, cewenya 1.”
“Bukanlah, kalau threesome kan si cowo kedua ikut main.”
“Ya itu kan belum main, nunggu temennya dulu, abis gitu dia yang main kan?” Tanya Fina sambil mengerutkan keningnya.
“Bukan sayang, ini tuh namanya cuckold.”
“Cuckold? Apaan tuh? Baru denger.”
Arvan pun menjelaskan dengan serius jika cuckold adalah fantasi dimana seorang pasangan lelaki suka melihat pasangannya berhubungan dengan lelaki lain, namun tanpa disangka jawaban Fina akan sangat santai, “Oh gitu.” sehingga Arvan pun bingung harus melanjutkan apa, hingga akhirnya mereka kembali ngobrol santai sambil nonton bokep cuckold.
Semakin lama mereka bersama tentu hubungan semakin intens, Arvan mencoba meminta pada Fina, “Sayang, bisa ga aku minta buka bukaan? Ga mesti kebuka banget sih, sexy tipis juga boleh lah hehehe.”
Dan karena sudah percaya pada Arvan, akhirnya Fina pun memberikan fotonya, tidak terbuka namun bisa dibilang sexy, meski hanya mengenakan daster saja, “Wuih beneran dikasih dong, makasih banget sayang.”
“Jangan disebarin, tolong banget ini mah, cukup kamu aja.”
“Ya pasti dong sayang hehehe ya masa aku share foto kamu sama sembarangan orang.”
Namun Fina pun iseng dengan mengirimkan foto saat hanya memakai bh saja, “Tuh aku tambahin hihihi janji ya cuma di kamu doang.”
“Anjir mantep sayang, pasti dong, aku jaga kepercayaan kamu.” namun setelah itu mereka pun kembali ngobrol normal seperti sebelumnya.
Sampai akhirnya esok hari saat bertemu dengan Fina di rumahnya, dengan iseng Arvan bertanya, “emmhh sayang, mau dong liat langsung.”
Fina pun terkejut mendengarnya, “ih jangan, aku masih belum berani.”
“Emang kenapa sayang??”
“Aku belum pernah kalau langsung, lagian aku belum mau gituan.”
Arvan jelas mengerti maksudnya, dia pun memaklumi Fina dan berjanji padanya, “ya udah gini deh, aku janji ga kan masukin sebelum nikah, aku cuma pengen liat aja.”
Fina berpikir beberapa saat, sampai akhirnya, “ya udah, tapi kamu janji jangan dimasukin ya.”
“Wuih seriusan boleh?? Eh maksud aku, makasih ya sayang, janji, ga kan sampai masukin.”
Setelah menarik nafas beberapa kali Fina pun mulai melepaskan kancing bajunya, kemudian dengan perlahan mulai membukanya dan memperlihatkan Bh dan dadanya yang cukup besar, tidak sampai disitu, Fina pun melanjutkan dengan menurunkan celananya, hingga akhirnya untuk pertama kalinya Arvan melihat Fina hanya mengenakan pakaian dalam saja, jelas sebagai lelaki normal kontolnya langsung tegak berdiri.
“Udah ya kaya gini aja.” Kata Fina dengan nafas berat dan tubuh gemetaran.
“Iya ga apa apa sayang.” Tentu Arvan tidak memaksanya, Arvan merasa untuk hari ini sudah cukup sampai pakaian dalam saja, dia pun mengambil segelas air mineral supaya membuat Fina tenang.
Akhirnya sepanjang hari Fina hanya memakai pakaian dalam saja selama ngobrol bersama Arvan. Kejadian tersebut terulang sampai beberapa hari kedepan, hingga akhirnya Fina pun percaya pada Arvan dan mulai berani melepaskan pakaian dalamnya, dimulai dari bh, lalu beberapa hari berikutnya benar benar telanjang total, Fina jelas meminta Arvan pun ikut telanjang sekaligus memotret supaya aman jika seandainya Arvan berbuat macam macam.
Tentu sebagai lelaki Arvan bisa menepati janjinya sehingga dia pun menahan diri untuk tidak menyentuh atau memasukan terlalu dalam, namun tentu sebagai lelaki Arvan tentu terangsang melihat perempuan yang ada di hadapannya.
Merasa tidak enak dengan pacarnya, meskipun tidak mau melakukannya, namun Fina pun akhirnya mengizinkan Arvan, “ya udah, kalau mau gesek aja, tapi janji ya ga boleh keluar.”
“Asik!! Hahaha makasih ya.” Arvan pun dengan senang hati menggesek kontolnya ke tubuh Fina, kadang punggung, lengan, pantat, toket, dan tentunya kejadian itu terus berulang selama beberapa hari ke depan, Fina sebenarnya tidak terlalu nyaman dicrotin Arvan namun dia berusaha total menerimanya, toh Arvan selama ini sudah baik padanya dan Fina pun sudah percaya padanya hampir sepenuhnya.
Sampai akhirnya Arvan meminta, “sayang, gesek bagian itu dong, kan belum sama sekali.”
Beruntungnya, saat itu Fina juga sedang sange, “emmh ya udah deh, aku juga penasaran, tapi janji jangan dimasukin ya.”
“Janji sayang, kan selama ini aku selalu tepat janji.”
Fina pun menarik nafasnya, tiduran di atas kasur tanpa ranjang, kemudian melebarkan kedua kakinya, Arvan pun yang baru pertama merasa deg degan dengan sensasinya, dia pun menaiki tubuh fina untuk pertama kalinya, lalu meletakan batang kontol yang tidak terlalu panjang itu di belahan memeknya yang dicukur halus tanpa bulu sehelai pun.
Dengan lembutnya Arvan pun mulai menaik turunkan pinggulnya, bergesekan antara batang kontol dan belahan memeknya, tentu klitorisnya pun ikut bersentuhan.
“Emmhh.. Aahh..” Keduanya pun sama sama mendesah keenakan, Arvan pun semakin menekan kontolnya dan Fina membantunya sambil ikut menggoyangkan pinggulnya.
Berhubung ini adalah kali pertama Arvan menggesekan pada memeknya Fina, dia pun tidak tahan lagi, sambil mengerang panjang, Arvan pun mengangkat pinggulnya, mengocok kontolnya sendiri sampai akhirnya orgasme di atas perut, dan saking hebatnya, semprotan sperma pun sampai mengenai sedikit wajah Fina dan tentu toketnya juga.
“Kenceng banget, sini tisunya.” Arvan pun tertawa kecil dan akhirnya mengambil tisu untuk membersihkan tubuh dan wajahnya.
Hari pun berlalu, kejadian tersebut terulang beberapa kali, tentu semakin lama semakin bervariatif sampai pada suatu hari mereka petting sambil menonton film bokep, mulanya bokep yang mereka tonton hanyalah bokep standar, sampai tidak sengaja berpindah sendiri ke bokep cuckold. Arvan yang dulu sempat penasaran kini kembali teringat dengan fantasi barunya itu. Arvan pun akhirnya menggesekan kontolnya sambil membayangkan kalau yang menggesekan kontol ke belahan memek Fina adalah lelaki lain.
Selesai ngecrot di tubuhnya, Arvan dan Fina pun beristirahat, tentu masih sama sama telanjang dan video cuckold itu masih berputar, Arvan lalu mendekati Fina dan bertanya membahas video tersebut, “Seru ya filmnya.”
“Apa sih.” ujar Fina sambil tersenyum simpul.
“Aku jadi ngebayangin sih kalau kaya gitu gimana ya?”
“Maksudnya??” Tanya fina sambil mengerutkan keningnya.
“Iya kaya di video gitu.”
“Emang kamu mau kalau aku gituan sama lelaki lain.” Arvan tidak membalas namun tersenyum sambil sedikit mengangguk kecil, “Hahaha ngaco kamu.”
Fina pun tertawa dan menganggap Arvan hanya sebatas bercanda saja, namun melihat ekspresinya langsung serius membuat Fina bertanya kembali, “Beneran kamu pengen aku kaya gitu?? Ga masalah gitu aku sama cowo lain?”
“Ya aku ga maksa sih, tapi kalau mau juga ga apa apa hehehe.”
“Ih, gitu ya.”
“Lah kenapa emangnya?” Tanya Arvan sambil mengerutkan keningnya.
“Tau ah.” Fina pun cemberut dan kembali mengenakan pakaiannya.
“Ih napa sih??” Arvan tentu kebingungan melihat tingkahnya yang berubah drastis, dia pun ikut mengenakan pakaiannya dan kembali bertanya ada apa, namun Fina lagi lagi membalas dengan ketus.
“Tau ah, pikir aja sendiri, udah ga usah dibahas lagi.” Arvan yang merasa tidak enak hati pun memutuskan untuk tidak membahas lagi dan mengajaknya untuk makan diluar supaya moodnya kembali. Untungnya Fina mau dan akhirnya mereka berdua pun bergegas keluar dan pergi mencari tempat makan yang enak.
Tibalah mereka disana, memesan makanan, minuman dan cemilan, sampai akhirnya setelah sekian lama mengisi perut sekaligus ngobrol dan bercanda, mood Fina pun kembali seperti semula, sebenarnya Arvan takut untuk membahas lagi namun karena penasaran dia pun nekat bertanya perihal perubahan Fina, “Kenapa sih sayang, koq barusan tiba tiba cemberut, emang aku ada salah apa?”
Fina pun mendengus sambil melihat ke arah lain, “sebenarnya aku males sih bahasnya, tapi ya udah lah, toh kamu juga udah baik sama aku.. Ya aku kesel aja, ngerasa ga dihargain gitu, kalau kamu kaya gitu ya sama aja kaya nyerahin aku buat orang lain, artinya kamu ga beneran sayang dong sama aku?”
Arvan jelas kaget mendengar pengakuannya, “eh ngga gitu sayang, maksud aku ga sampe segitunya, kalau sayang sih udah jelas aku sayang banget, cuma kan kamu tau sendiri kalau fantasi itu tuh emang kaya gitu, bukannya aku mau ngasih kamu sama orang lain.”
“Terus gimana?” Tanya Fina sambil mengerutkan keningnya.
“Ya jadi aku cuma tanya aja, kalau kamu emang ga mau sama yang lain juga aku ga maksa, kan cuma sebatas fantasi doang, ga serius sampai jalani hubungan.”
Fina pun akhirnya terlihat lebih santai setelah Arvan menjelaskan panjang lebar, namun dirinya mencoba menegaskan, “Kamu yakin sayang?? Emang ga kan marah atau cemburu aku deket sama cowo lain?”
Merasa ada kesempatan, Arvan pun tersenyum lalu menjelaskan, “Ya kalau cemburu sih udah pasti, namanya juga kesaayangan, tapi kalau sampe marah sih aku yakin pasti ga kan marah, lagi pula aku kan udah sayang sama kamu.”
“Ciee..” Balas Fina sambil tersenyum, melihat responnya, Arvan berpikir kalau akhirnya bisa merasakan pengalaman dan sensasi sebagai cuckold.
Lalu bertanya, “Jadi gimana?”
Fina pun membalas, “aku pikir pikir dulu ya, soalnya kan belum tau juga tentang kaya gituan, gimana tulisannya?” Sambil bersiap dengan ponselnya dan sudah dalam pencarian google.
Dengan semangatnya Arvan berkata dan mngeja perkata, “Cuckold, c-u-c-k-o-l-d.”
Fina tentu menuliskan semua yang dieja Arvan di dalam mesin pencarian dan muncullah berbagai penjelasan disana, namun Fina tidak membacanya, dia malah mengunci ponselnya dan berkata, “nanti di rumah ya aku baca dan pelajarin, yang penting udah ada di browser aku.”
“Ok sayang, aku tunggu ya hehehe.” Balas Arvan dengan perasaan dag dig dug dan berpikir akhirnya bisa merasakan pengalaman menjadi cuckold. Singkat cerita, tidak lama dari itu Fina meminta diantarkan pulang dan Arvan pun langsung mengantar ke rumahnya.
ns216.73.217.39da2


