(Bagian 1: Senyum yang Duduk di Sampingku)
405Please respect copyright.PENANA8OZwVYeedf
"Pernahkah Anda hanya duduk diam di sudut kelas, lalu tiba-tiba alam semesta menempatkan seseorang di samping Anda, dan setelah itu... semuanya berubah?"
405Please respect copyright.PENANAoB17LbIpgo
────────────────────────────────────
405Please respect copyright.PENANAsSMEsZdPn9
Aku selalu duduk di barisan paling belakang, dekat jendela. Tempatnya terasa seperti zona nyamanku—tenang, sejuk, jauh dari gangguan dan candaan-candaan membosankan geng cowok di kelas.
405Please respect copyright.PENANAlL0ctGbZfB
Biasanya, kursi di sebelahku berisi Dara—sahabatku perisai sekaligusku dari dunia luar yang bising dan mencekam. Tapi sejak Dara pindah sekolah minggu lalu, kursi itu kosong. Rasanya... sepi. Apalagi lebih sepi dari biasanya.
405Please respect copyright.PENANA1KLEE7V3qV
Dan hari ini, pagi-pagi sekali, aku tiba lebih awal dari biasanya. Aku meletakkan tugasku di meja, duduk, dan menatap ke luar jendela. Gerimis masih menempel di kaca. Aroma tanah basah dan detak jam kelas menciptakan perpaduan yang menenangkan.
405Please respect copyright.PENANAKCrzsa1iKD
Sampai...
405Please respect copyright.PENANAXZZ1XMtTbR
“Hei, Nad…bolehkah aku duduk di sini?”
405Please respect copyright.PENANAJpNtzZAl8V
Suara itu datang dari ambang pintu.
Aku berbalik… dan langsung merasakan detak jantungku kehilangan iramanya.
405Please respect copyright.PENANAtwyaU3188r
Rayhan Alvaro.
Cowok paling berisik di kelas, pelawak paling ulung, dan yang bisa berteman dengan siapa saja—bahkan guru-guru.
Dan sekarang, dia… ingin duduk di sampingku?
Saya terdiam selama tiga detik sebelum mengangguk pelan.
405Please respect copyright.PENANAI3Vi01Bzqy
“Kursiku dipindahkan ke dekat papan tulis. Melelahkan sekali, Nad, ditatap Bu Risa setiap kali aku tertidur.”
Ray pelan-pelan, sudah meletakkan tasnya di samping tugasku. "Tenang saja, aku tidak akan mengganggumu saat kamu sedang menulis coretan di buku harianmu."
405Please respect copyright.PENANAxhzTW0XqCi
Aku memperhatikan tajam.
“Itu bukan buku harian,” gumamku lirih.
405Please respect copyright.PENANALuPN4J5uej
"Yakin? Soalnya aku pernah melihat kamu senyum-senyum sendiri waktu nulis di situ."
Dia pemburu.
405Please respect copyright.PENANALlsIKMxZeI
Aku dikutuk.
Saya lupa dia ada di baris yang sama saat ujian minggu lalu.
405Please respect copyright.PENANAvgGIfHP8RZ
“Aku hanya… mengerjakan pekerjaan rumah,” kataku cepat sambil menunduk.
405Please respect copyright.PENANAdsxJZrX3AB
Ray tertawa lagi. Tawanya ringan, seperti hujan yang baru saja reda.
Dan anehnya... aku tidak keberatan suara itu berada dekat denganku.
405Please respect copyright.PENANADVJoQxBJQV
405Please respect copyright.PENANAa7kuiNtHQt
Pada hari-hari berikutnya, Ray terus duduk di sampingku.
Kadang-kadang dia ngobrol tentang hal-hal acak: tugas, drama TikTok terbaru, makanan kafetaria. Saya hanya menjawab singkat.
405Please respect copyright.PENANARbzAaDzqV3
Namun dia tidak pernah berhenti.
“Nad.”
"Hmm?"
“Tidakkah kamu lelah terus-terusan bermimpi misterius?”
405Please respect copyright.PENANAt0uGBdabQW
Aku meliriknya. "Tunggu, siapa yang misterius?"
405Please respect copyright.PENANAQjyETn6U6w
"Anda."
Dia menoleh ke arahku, matanya bertemu dengan mataku. "Setiap hari kau menulis sesuatu, tapi kau tak pernah membagikannya."
405Please respect copyright.PENANAgVsiX3zJq0
Aku segera menutup bukuku.
“Tidak semuanya harus dibagikan.”
405Please respect copyright.PENANABP8LaxzZSO
Ray tidak menjawab. Tapi dia tersenyum. Bukan senyum menggoda.
Senyum yang...hangat. Senyum yang tak kuduga bisa membuat pipiku memerah.
405Please respect copyright.PENANA0jvFH6AfpD
Suatu hari, saat istirahat, aku menemukan selembar kertas kecil terselip di bawah buku catatanku.
405Please respect copyright.PENANAuflYu2fxuc
> “Saya tahu kamu menyukai puisi.
Tapi hari ini, bisakah kau menjadi puisiku?
- R
405Please respect copyright.PENANAAaX9lNfTAF
Aku menahan napas sesaat.
Aku tahu siapa penulisnya. Dan itu cukup membuat dadaku... sesak dan hangat, sekaligus.
────────────────────────────────────
405Please respect copyright.PENANAJWY6BT1R0Q
🌸 Bersambung...
405Please respect copyright.PENANAQHD8khWnGn


