Cerita Sex Hai, perkenalkan namaku Erina. Usiaku sekarang 18 tahun. Teman-temanku sering memuji wajahku yang bulat dan manis dengan rambutku yang hitam sebahu yang menurut mereka amat serasi dengan bentuk wajahku. Tubuhku yang mungil dengan tinggi 152 cm, memberi kesan imut yang sering menjadi daya tarik tersendiri bagi teman-temanku.
6242Please respect copyright.PENANAiXu4M9VXfD
Sehari-harinya aku bekerja sebagai guru les privat yang mengajar anak-anak sekolah yang pada umumnya adalah anak-anak SMP atau SD.
6242Please respect copyright.PENANAHCH2DpDMPX
Aku melakukan ini untuk membiayai uang kuliah dan segala keperluanku. Maklumlah, sebagai pendatang baru di kota besar seperti Jakarta, aku harus bisa membiayai segala keperluanku sendiri.
6242Please respect copyright.PENANALCtM2CV7IB
Apalagi keluargaku yang berasal dari daerah juga bukan tergolong keluarga yang cukup mampu untuk membiayaiku, maka aku memutuskan untuk mandiri sendiri di perantauanku.
6242Please respect copyright.PENANAuPUPBy7Rh3
Suatu hari, aku mendapat panggilan dari sebuah keluarga yang ingin agar aku mengajar les anak tunggal mereka. Mereka menawarkan gaji yang bagiku amat tinggi dan kurasa cukup untuk membiayai kehidupanku di Jakarta.
6242Please respect copyright.PENANAXo10oo3ml2
Tanpa pikir panjang lagi, segera kuterima tawaran keluarga itu, dan kami setuju bahwa aku akan mulai mengajar anak mereka besok sore harinya sepulang kuliah.
6242Please respect copyright.PENANAI36Q5Sj4cR
Esok harinya, aku pun datang untuk mulai mengajar murid baruku itu. Sesampainya di rumah itu, aku tertegun melihat arsitektur rumah itu yang seperti sebuah istana yang dilengkapi taman hijau dan dikelilingi pagar terali yang tinggi.
6242Please respect copyright.PENANARKB9Cy7W47
Dibandingkan dengan rumahku di daerah yang hanya ¼ luas rumah itu, apalagi tempat kosku yang kecil dan sumpek, tentu saja memiliki rumah seperti ini sudah menjadi impianku sejak kecil.
6242Please respect copyright.PENANAXDx9eEBHe0
Siapa? terdengar suara wanita di Interkom yang terletak di samping bel pintu itu.
6242Please respect copyright.PENANA5Ny8Gd0kqw
Saya Erina, guru les privat anak anda yang baru! jawabku
6242Please respect copyright.PENANAgFNYr7EcVP
Oh, Erina! Ayo, silakan masuk!
6242Please respect copyright.PENANAbQluYa0mXE
Tiba-tiba, gerbang terali rumah itu terbuka. Aku pun segera masuk kedalam. Pintu garasi itu terbuka dan keluarlah seorang wanita paruh baya, usianya sekitar 40-an tahun. Dari penampilannya yang necis seperti seorang business-woman, sudah jelas bahwa ia adalah pemilik rumah ini. Wanita itu segera menyambut kedatanganku.
6242Please respect copyright.PENANAnGMu2malLw
Halo, Erina! Bagaimana kabarnya?
6242Please respect copyright.PENANAEMrc0YAnF8
Baik-baik saja bu. Anda Bu Diana? Ibu Rendy? tanyaku dengan sopan.
6242Please respect copyright.PENANAxpLUzbGcjf
Ya, betul! Ayo masuk, kita bicara didalam! ujarnya mempersilahkanku masuk.
6242Please respect copyright.PENANARvtjNRrBC3
Sambil menuju ke ruang tamu, kami berbincang-bincang sejenak. Dari situ aku tahu bahwa bu Diana adalah pemilik Bridal Studio ternama di Jakarta sekaligus seorang desainer gaun pengantin yang sering pergi ke luar negeri untuk melihat pameran-pameran di luar negeri. Bahkan, di rumahnya banyak terpajang piala penghargaan bagi desainer di pameran luar negeri.
6242Please respect copyright.PENANASOSwYIZMr2
Aku pun dipersilahkan untuk menunggu di ruang tamu sementara bu Diana mengambilkan minuman untukku. Aku hanya terpaku melihat hiasan-hiasan indah di rumah itu. Rasa-rasanya, harga salah satu hiasan patung ataupun lukisan itu cukup untuk membiayai uang kuliahku untuk satu semester.
6242Please respect copyright.PENANAio6HLyKSBs
Hayo, kok malah melamun? aku dikagetkan oleh suara bu Diana yang segera menyajikan segelas es sirop untukku.
6242Please respect copyright.PENANAeqvrAeXW3w
Eh tidak maaf, Bu! aku tergagap salah tingkah, namun bu Diana hanya tersenyum melihatku.
6242Please respect copyright.PENANAOjgMdx34AH
Bu Diana segera duduk di sofa ruang tamu didepanku.
6242Please respect copyright.PENANAmtKhMIaOpr
Nah, Erina. Kamu akan mengajar Rendy mulai hari ini. Ibu harap kamu bisa memperbaiki nilai-nilainya di sekolah.
6242Please respect copyright.PENANABN9ggRjTmO
Baik bu. Saya akan berusaha sebaik mungkin.
6242Please respect copyright.PENANAMfpo1ZPIXy
Saya senang melihat semangatmu. Tapi apa kamu tahan menghadapi anak-anak nakal?
6242Please respect copyright.PENANAlgMv7X1WML
Memangnya ada apa, bu? tanyaku penasaran
6242Please respect copyright.PENANA3CqZQ9XNbt
Rendy sekarang duduk di kelas 2 SMP, usianya tahun ini 14 tahun. Kamu tahu, itu masa yang rawan bagi anak remaja. Nilai Rendy terus menurun, ia lebih sering menghabiskan waktunya buat bermain atau menonton di kamarnya. Bu Diana tampak menghela napas.
6242Please respect copyright.PENANAzD3tndvnbc
Tenang saja, bu. Saya akan berusaha untuk membuatnya belajar. Saya yakin, nilai Rendy pasti akan segera membaik.
6242Please respect copyright.PENANAej1t70Ojy6
Bagus. Kinerjamu akan dinilai lewat nilai-nilai ujian semester mereka Juni ini. Berarti, 5 bulan dari sekarang?
6242Please respect copyright.PENANAA2oKFJPLUw
Benar. Tunggu sebentar ya, Erina? Ibu akan memanggil Rendy dulu.
6242Please respect copyright.PENANAHKwfQ77qYg
Aku mengangguk menyetujui. Bu Diana lalu beranjak pergi ke lantai atas. Tak lama kemudian, Bu Diana turun beserta seorang anak laki-laki. Wajah anak itu cukup tampan, menurutku. Tubuhnya juga tampak besar untuk anak seusianya, bahkan lebih tinggi dariku. Tapi mukanya tampak masam saat melihatku yang duduk dihadapannya.
6242Please respect copyright.PENANAKOVWMv5eRA
Ayo, beri salam ke Kak Erina! Mulai hari ini dia yang akan menjadi guru privatmu!
6242Please respect copyright.PENANAfPJ7AUf9Ly
Rendy. Anak itu tampak acuh dan menyodorkan tangannya untuk bersalaman denganku.
6242Please respect copyright.PENANAlHjI3vqpki
Erina, salam kenal! Aku berusaha tersenyum sambil membalas uluran tangannya.
6242Please respect copyright.PENANAGSWC6OP61q
Baiklah, ayo antar kak Erina ke kamarmu dan mulai belajar! perintah bu Diana, yang hanya dijawab oleh gerutuan dari Rendy. Aku tersenyum dan mengikuti Rendy ke kamarnya.
6242Please respect copyright.PENANAc61TQin388
Sejak hari itu, aku mulai mengajari Rendy sebagai guru privatnya. Hari demi hari berlalu. Tidak terasa, sudah 3 bulan berlalu sejak hari itu. Tiap hari Senin hingga Jumat sore, aku terus mengajari Rendy sebagai guru privatnya secara rutin. Lama-lama aku pun semakin mengenal Rendy. Rendy sering bergaul dengan teman-temannya, namun sayangnya Rendy salah memilih pergaulan.
6242Please respect copyright.PENANAouDKcdxg3p
Ia bergaul dengan anak-anak nakal di sekolahnya. Aku pernah melihat teman-temannya yang nakal itu, mereka selalu saja mengajak Rendy untuk membolos saat aku mengajar, yang seringkali dituruti olehnya, belum lagi sikap mereka yang menurutku tidak sopan maupun cara mereka bergaul yang lebih condong ke arah pergaulan bebas.
6242Please respect copyright.PENANA90aFjHeNCm
Aku selalu bersabar mengajari Rendy, tapi anak itu benar-benar bandel. Setiap kali aku mengajarinya, ia hanya mengacuhkanku ataupun bengong melamun. Semua tugas yang kuminta untuk dikerjakan tidak pernah disentuhnya sama sekali. Parahnya lagi, tidak jarang kulihat kepingan DVD porno yang disembunyikannya di bawah kasurnya.
6242Please respect copyright.PENANA5NsUMsSO6o
Aku tidak pernah menghiraukan hal itu, karena tugasku di sini adalah untuk mengajarinya bahan pelajaran, bukan untuk menceramahinya. Mungkin karena pengaruh DVD itu dan pergaulannya, dia juga sering menggodaku untuk menjadi pacarnya. Aku memang masih single, tapi pacaran dengan anak dibawah umur? Tak pernah sama sekali terlintas di benakku untuk melakukan hal itu, apalagi Rendy adalah muridku.
6242Please respect copyright.PENANAkSDcfikIiE
Sering aku nyaris kehilangan kesabaran karena ulah Rendy, namun aku selalu teringat akan janjiku pada bu Diana untuk memperbaiki nilai Rendy dan mengingat biaya yang dikeluarkan bu Diana untuk membayarku, sudah cukup untuk membuatku selalu tegar menghadapi kebandelan Rendy. Namun seberapapun aku berusaha menahan kesabaranku, rupanya kesabaran bu Diana mulai habis.
6242Please respect copyright.PENANAiBH5zkWXgf
Erina, saya pikir kamu sudah tahu kalau nilai Rendy selama ini sama sekali tidak membaik. Ujarnya agak keras
6242Please respect copyright.PENANA5jTOLgBxGj
Maaf, bu. Saya sudah berusaha, tapi Rendy
6242Please respect copyright.PENANAokOin9vZLc
Saya tidak mau mendengar alasan, Erina. Kamu tahu berapa gajimu setiap bulan bukan? Saya berharap pengeluaran itu setimpal dengan hasil yang kamu berikan. Tapi kalau begini hasilnya, saya benar-benar kecewa ujarnya dengan nada agak ketus
6242Please respect copyright.PENANAMUIpWfP4qb
Tapi
6242Please respect copyright.PENANAvKotbQi8aC
Begini saja. Saya akan tetap berpegang pada janji saya untuk menilaimu lewat hasil Rendy pada semester ini. Kalau nilainya masih juga belum membaik, saya terpaksa mencari pembimbing yang lebih mampu.
6242Please respect copyright.PENANAPGAGWGTCLO
Tapi bu aku berusaha memberi argumen dengan Bu Diana.
6242Please respect copyright.PENANA4iV8XwE0fc
Sudahlah Erina, saya harus pergi ke studio sekarang! Saya harap, kamu bisa memperbaiki nilai Rendy secepat mungkin! tegas bu Diana sambil berlalu pergi keluar dari rumahnya.
6242Please respect copyright.PENANAUJ4LWLIY6s
Kata-kata bu Diana benar-benar membuatku mulai patah arang. Bagaimana cara menggerakkan anak sebandel itu untuk belajar? Yang kutahu ia hanya tertarik dengan game PlayStation dan koleksi film miliknya, baginya memegang buku pelajaran pasti lebih susah daripada berenang melintasi samudra!
6242Please respect copyright.PENANA1JZlx1IT6a
Rasa putus asa menyelimutiku saat aku membayangkan bagaimana membiayai kuliahku apabila bu Diana meberhentikanku.
6242Please respect copyright.PENANAnxpiQcoNgd
Apa yang lucu?! ketusku dengan muka masam.
6242Please respect copyright.PENANA5YhBOvE4w8
Mau dipecat ya, Kak? Kasihaan deeeh! ejeknya sambil tertawa.
6242Please respect copyright.PENANA17GgcAMSZQ
Mendengar ejekan Rendy sudah lebih dari cukup untuk membuat amarahku yang sudah lama terpendam, meledak seketika.
6242Please respect copyright.PENANA3kZ68goYaL
Kamu maunya apa sih?! Kakak sudah memberimu penjelasan dan latihan-latihan, tapi sama sekali tak digubris!! Bagaimana nilaimu bisa bagus kalau kamu tidak pernah belajar!! Setiap hari yang kamu tahu cuma main game atau bengong saja!! bentakku pada Rendy.
6242Please respect copyright.PENANAUzfCIDTGqA
Aku benar-benar merasa marah dan dipermainkan oleh anak itu. Tapi Rendy hanya tersenyum mendengar bentakanku itu.
6242Please respect copyright.PENANAwX89PZKSqd
Oke deh, kalau Kakak maunya begitu. Rendy akan minta Mami untuk mencari guru baru. Kakak cari saja murid yang mau menurut!! Ujarnya dengan sombong.
6242Please respect copyright.PENANAGyxUABQF0P
Seketika itu juga aku ambruk ke lantai, air mataku menetes karena putus asa. Aku sudah harus membayar biaya kuliahku bulan depan yang rencananya akan kubayar dengan gajiku bulan ini.
6242Please respect copyright.PENANAA7KduPWkXl
Apabila aku diberhentikan sekarang, bagaimana caraku untuk membayar uang itu? Tidak mungkin meminta kiriman uang dari keluargaku, aku tidak memiliki kerabat di Jakarta dan lagipula mana mungkin teman-temanku mau meminjamkan uang untuk mahasiswi miskin sepertiku ini?
6242Please respect copyright.PENANAgXMgNQl8Pv
Pikiran bahwa aku harus berhenti kuliah membuatku galau dan putus asa. Aku pun menangis terisak di hadapan Rendy.
6242Please respect copyright.PENANAmoxHMNZq0W
Waah, malah nangis Dasar cengeng! ejek Rendy saat melihatku menangis, namun itu tidak menghentikan isak tangisku.
6242Please respect copyright.PENANAfGJWD2qeDk
Oke, oke. Aku mau belajar, tapi kakak harus menuruti permintaanku, Oke?! Rendy mulai membujukku.
6242Please respect copyright.PENANAXEc1ME3wKX
Aapa yang kamu mau?! jawabku sambil terisak.
6242Please respect copyright.PENANAjPgpWVZEoH
Pertama, kakak berdiri dulu ya? Rendy memegang tanganku dan membantuku berdiri.
6242Please respect copyright.PENANAOvNMzQQDdr
Aku pun segera beranjak bangun. Kulihat mata Rendy tampak menggerayangi lekuk tubuhku. Ia lalu berjalan berputar-putar mengelilingiku. Aku pun mulai risau melihat gelagat anak itu.
6242Please respect copyright.PENANAcp20ErZlal
Sudah! Jangan putar-putar melulu! Kepala kakak pusing tahu!! Kamu maunya apa sih?! bentakku tidak sabaran.
6242Please respect copyright.PENANAkBO261Xtc1
Kak, Rendy penasaran deh ungkap Rendy.
6242Please respect copyright.PENANA1iRdEeZW22
Apanya?!
6242Please respect copyright.PENANAAICGDvOqzw
Kakak itu cewek kan?
6242Please respect copyright.PENANAOuv8zIpR52
Lalu kenapa? Bukannya sudah jelas kan?! jawabku kesal.
6242Please respect copyright.PENANA4ONFSRGCod
Kalau begitu, kakak punya memek juga doong balas Rendy dengan nada mengejek.
6242Please respect copyright.PENANAIXslUV7Why
Rendy penasaran nih Memek kakak mirip nggak ya, dengan memek cewek-cewek yang sering kulihat di film-film porno? sambungnya dengan santai.
6242Please respect copyright.PENANA1TkMeMGfHQ
Oh, astaga! Bagai tersambar petir, aku benar-benar marah mendengar ucapan Rendy itu. Moral anak ini benar-benar sudah hancur sama sekali!! Bagaimana bisa dia menanyakan hal seperti itu didepan seorang gadis dengan santainya? Anak ini benar-benar sudah kelewat batas!
6242Please respect copyright.PENANAYrnzzgw4Jd
PLAAK Tanpa sadar kutampar pipi kiri Rendy hingga anak itu terjatuh ke lantai. Rendy pun merintih kesakitan.
6242Please respect copyright.PENANAiUKhp2MYbB
Aduh, sakiit rintihnya pelan.
6242Please respect copyright.PENANAZVn0dNLpb2
Ya ampun! Apa yang telah kulakukan? Sesaat aku sontak tersadar, namun sudah terlambat. Tamparanku sudah keburu mendarat di pipi Rendy. Melihat Rendy yang terjatuh, aku pun merasa semakin panik. Segera kuhampiri Rendy yang masih merintih di lantai.
6242Please respect copyright.PENANAIscz9OSIzD
Rendy, Rendy! Kamu nggak apa-apa kan?! Maaf ya, kakak tak sengaja. Maaf tanyaku cemas.
6242Please respect copyright.PENANAv34v7Mt1DI
Aku berusaha menggenggam tangan Rendy, namun ia segera menepis tanganku.
6242Please respect copyright.PENANAHTxGcBq8Il
Pergi sana! Rendy akan laporkan kakak ke Mami!! Biar nanti kakak dituntut ke polisi!! teriaknya.
6242Please respect copyright.PENANA5WAXhVYyM7
Rendy Kakak minta maaf ya? Kakak benar-benar tak sengaja aku benar-benar panik mendengar ancaman Rendy, yang sangat mungkin menjadi kenyataan mengingat keluarganya yang cukup terpandang.
6242Please respect copyright.PENANAzVg8MHinPK
Nggak mau! Pergi sana!! Tunggu saja sampai Mami pulang, Kakak pasti kulaporkan! ancam Rendy sekali lagi.
6242Please respect copyright.PENANAIX0FEPTLto
Rendy segera beranjak, hendak keluar dari kamarnya. Aku benar-benar putus asa dan kebingungan. Masalah yang datang menghampiriku silih berganti. Bagaimana ini? Sebelumnya, ancaman pemecatanku sudah diambang mata dan sekarang malah aku terancam dituntut oleh keluarga kaya ini. Pikiranku pun mulai buntu dan tanpa pikir panjang lagi, kutarik tangan Rendy untuk mencegahnya keluar kamar.
6242Please respect copyright.PENANAFZrIK1c0vX
Tunggu Rendy!! Kakak akan menuruti permintaan Rendy! Apapun! Tapi tolong jangan laporkan kakak ke bu Diana! bujukku pada Rendy.
6242Please respect copyright.PENANAINtooVXxbv
Langkah kaki Rendy terhenti sebentar. Rendy lalu melirik melihatku.
6242Please respect copyright.PENANAe9dfX1dcGM
Benar nih? Kakak nggak bohong kan? tanyanya tidak percaya.
6242Please respect copyright.PENANAPvFt4VvW2g
Iya, iya! Kakak janji! Tapi cuma sekali ini saja ya! jawabku putus asa.
6242Please respect copyright.PENANA01O7sg5XXV
Oke deh kalau begitu. Rendy mau lihat memek kakak sekarang. Perintahnya padaku.
6242Please respect copyright.PENANACKZS6avUyr
Tapi cuma lihat saja ya! Jangan macam-macam!
6242Please respect copyright.PENANAONyX0KXXmS
Iya, deeh jawab Rendy puas.
6242Please respect copyright.PENANAzP9h93v8a9
Aku lalu berdiri didepan Rendy, perlahan-lahan kunaikkan rok putihku yang selutut dihadapan anak itu. hingga akhirnya rokku mencapai pinggul, menampakkan pahaku dan celana dalam pink berendaku dengan jelas. Rendy tampak takjub saat melihat celana dalamku yang masih menutupi selangkanganku.
6242Please respect copyright.PENANA87xL2gUbwm
Tunggu Kak! Jangan bergerak dulu! perintah Rendy mendadak.
6242Please respect copyright.PENANAxs1trhDsiP
Aku pun tak punya pilihan lain selain memamerkan celana dalamku dihadapan Rendy.
6242Please respect copyright.PENANAUNGREL0xAO
Perasaanku campur aduk saat melihat mata Rendy yang tampak berbinar-binar takjub melihat celana dalamku. Aku pun bisa mendengarnya menelan ludah. Pasti ini pengalaman pertamanya melihat celana dalam seorang gadis yang asli. Kurasa selama ini dia hanya melihat celana dalam wanita lewat film pornonya saja.
6242Please respect copyright.PENANAT1TmOus6iX
Ia tampak gugup sekaligus senang melihat celana dalamku. Sementara jantungku berdegup kencang sekali saat mengingat seorang anak kecil sedang mengamati celana dalamku dengan seksama. Wajahku sekarang pasti sudah lebih merah dari buah tomat yang matang karena malu.
6242Please respect copyright.PENANASJX7s6NyNM
Rendy menoleh sejenak ke belakang sambil menghela nafas. Kurasa ia juga amat gugup karena dari tadi mengamati celana dalamku tepat didepan wajahnya. Tapi, ia segera kembali menoleh melihat celana dalamku dan kali ini kulihat sorot matanya yang secara khusus mengamati bayangan vaginaku dibalik celana dalamku.
6242Please respect copyright.PENANAxvEJrQdioz
Semakin lama, kepalanya semakin maju hingga memasuki rokku dan tampaknya ia benar-benar menikmati saat mengamati celana dalamku. Aku dapat merasakan dengan sangat jelas detak jantungku yang berdegup semakin kencang. Aku merasa bingung mengapa jantungku bisa berdetak sekencang itu hanya karena Rendy sedang mengamati celana dalamku?
6242Please respect copyright.PENANA0m5rNYdK36
Rendy, sudah ya Kakak sudah capek nih bujukku pada Rendy.
6242Please respect copyright.PENANAuuU5iF1WNs
Belum kak. Kakak masih belum menepati janji kakak! protesnya padaku.
6242Please respect copyright.PENANAj8LSeNPMu0
Apa lagi, sih, Rendy?!
6242Please respect copyright.PENANAlcbyyjqEyL
Aku mau melihat memek kakak! Bukannya tadi kakak berjanji untuk menuruti keinginanku? Ayo, buka celana dalamnya dong kak! pintanya padaku.
6242Please respect copyright.PENANApC6lKNkC8J
Tapi tapi aku berusaha mencari alasan untuk menolak permintaan Rendy, namun pikiranku buntu sama sekali.
6242Please respect copyright.PENANAVquuI286SR
Memang benar tadi Rendy sempat berkata bahwa ia ingin melihat kewanitaanku. Tapi bagaimanapun, aku merasa amat keberatan kalau seorang anak kecil melihat vaginaku yang selalu kujaga baik-baik untuk suamiku di masa depan.
6242Please respect copyright.PENANAlR4cwmvxba
Ayo, kak! Kalau tidak aku akan melaporkan kakak ke Mami lho!! ancamnya sekali lagi.
6242Please respect copyright.PENANAJGGNU47dgZ
Aku sadar, aku tidak mungkin meloloskan diri dari permintaan Rendy.
6242Please respect copyright.PENANA0Knh9Igm0E
Iya deh! Tapi cuma sebentar saja ya! gerutuku.
6242Please respect copyright.PENANAhh6NiaYDdc
Saat mendengar kata melapor ke Mami, aku sudah kalah telak tanpa bisa membantah atau menolak permintaan anak ini.
6242Please respect copyright.PENANAyDkN3irQc1
Oke deh!! serunya dengan riang setelah mendapat izin dariku.
6242Please respect copyright.PENANAb3bHC4lk6i
Tanpa menunggu lama, ia segera melorotkan kedua sisi celana dalamku dan menurunkan celana dalamku hingga celana dalamku tergulung di pahaku. Sekarang, tanpa pelindung apapun, kewanitaanku terpampang jelas dihadapan Rendy yang kini mengalihkan perhatiannya ke vaginaku.
6242Please respect copyright.PENANAB9Jtv3oPpI
Pikiran dalam hatiku berkecamuk. Apa yang sebenarnya kulakukan? Bukankah bu Diana membayarku untuk mengajar les privat anaknya? Namun kenyataannya sekarang, celana dalamku sudah ditarik turun oleh muridku sendiri yang kini sedang sibuk mengamati kewanitaanku. Kalau bu Diana mengetahui hal ini, aku tidak tahu apa yang akan dilakukannya padaku.
6242Please respect copyright.PENANASjFwh7pNBm
Waah, beda sekali dengan memek cewek-cewek di film porno. Memek kakak bersih ya! Nggak ada rambut-rambutnya! puji Rendy padaku.
6242Please respect copyright.PENANAteWKWvJ8BY
Tentu saja! Aku paling menjaga dan merawat daerah kewanitaanku sebaik mungkin. Aku selalu teratur membersihkan vaginaku dan mencukur rambut kemaluanku. Mana mungkin vaginaku disamakan dengan vagina para perempuan di video porno yang pasti tidak dirawat dengan teratur! Pikirku kesal.
6242Please respect copyright.PENANAEEFwfRwvhv
Hei, Rendy. Sudah cukup ya? pintaku pada Rendy.
6242Please respect copyright.PENANAIq2Msiieav
Sebentar lagi, ya. Kak!
6242Please respect copyright.PENANAgDFZq19cg1
Ampuun! Aku benar-benar terjebak! Memamerkan kewanitaanku didepan anak SMP sudah lebih dari cukup untuk membuatku malu seumur hidup! Aku tak berani membayangkan kalau ada orang yang melihat hal ini. Badanku terasa panas dan keringatku mulai mengucur deras hanya karena kewanitaanku diamati oleh Rendy.
6242Please respect copyright.PENANAMrwPzX8DLV
Waah kok memek kakak makin lama makin basah sih?! tanya Rendy tiba-tiba.
6242Please respect copyright.PENANA9TWHJsSyNB
Ah Eh?! mendadak aku tersadar dari lamunanku, saat itulah aku baru menyadari kalau jari telunjuk Rendy sudah menyentuh bibir vaginaku.
6242Please respect copyright.PENANAFDb2vwlrDP
Ujung jari Rendy sudah mulai masuk sedikit kedalam liang vaginaku dan mulai menggosok-gosok bibir vaginaku yang sudah basah karena luapan cairan cintaku tanpa sadar.
6242Please respect copyright.PENANAazdyK72nze
AAH!!! Hei!! Hentikan, Rendy!!! aku benar-benar panik melihat jari Rendy di vaginaku itu.
6242Please respect copyright.PENANAZFHsUHEAnz
Aku takut kalau keperawananku malah terenggut oleh jari-jari Rendy. Namun Rendy tidak berhenti.
6242Please respect copyright.PENANATpEjDq0Pjj
Rendy! Sudah cukup, hei!! Bukannya kamu berjanji hanya melihat saja?! protesku pada Rendy.
6242Please respect copyright.PENANAXCdWvXkg0V
Aargh! Berisik! Diam saja! Kalau tidak, kutusukkan jariku kedalam memek kakak dalam-dalam, mengerti?! bentak Rendy padaku.
6242Please respect copyright.PENANAb2e5S9Rc8H
Aku benar-benar takut. Rendy memang memegang kendali saat ini, apalagi dengan jarinya yang masih sibuk memainkan bibir vaginaku, mudah saja baginya untuk memperawaniku dengan jarinya. Aku berpikir daripada aku diperawani jari-jari Rendy, mungkin lebih baik kalau aku menuruti kemauannya. Aku kembali menangis terisak, namun Rendy tidak menghiraukan tangisanku, ia malah menggosok-gosokkan jarinya di sela vaginaku dengan pelan.
6242Please respect copyright.PENANA5d5cTTUKG3
Ah ohh aakh tanpa sadar, aku mendesah nikmat karena gosokan jari Rendy.
6242Please respect copyright.PENANAEyXi46kHUp
Ada apa, Kak?! tanya Rendy padaku.
6242Please respect copyright.PENANA6TABxNJ4mE
Aahh hentikan Rendy jangan auuch Suaraku sudah mulai bercampur dengan lenguhanku.
6242Please respect copyright.PENANAGHnrzTLdGE
Lho, kok kakak mau berhenti? Bukannya rasanya enak Kak? balasnya setengah mengejek.
6242Please respect copyright.PENANAZjjwB6V7fX
Eegh itu itu tanpa sadar, aku pun melepaskan rokku yang dari tadi kupegang, tapi Rendy segera menyibakkan rokku kembali.
6242Please respect copyright.PENANA808Bpyz75M
Rendy terus mengamati wajahku untuk melihat reaksiku, aku berusaha tidak menatap wajahnya, walaupun sesekali dapat kulihat ia tersenyum dengan reaksiku. Badanku terasa limbung ke belakang, tempat meja belajar Rendy berada. Aku pun menyandarkan diri di meja belajar itu dan kedua tanganku memegang bibir meja itu agar aku tidak jatuh.
6242Please respect copyright.PENANAzrXAQFXHfr
Nah, kita mulai sekarang ya, Kak? ujarnya padaku dan ia mulai mempercepat gosokannya di bibir dan celah-celah vaginaku.
6242Please respect copyright.PENANAdEKmlnx9em
Aku pun tidak lagi menolak. Lagipula, aku tidak ingin Rendy menghentikan aktivitasnya saat ini, aku sudah terlanjur dikuasai kenikmatan yang melanda tubuhku
6242Please respect copyright.PENANAGPBhcWOzf5
Ouchhh aahh aahhh desahku menahan kenikmatan di vaginaku, akal sehatku sudah lenyap dan aku sepenuhnya dikuasai oleh kenikmatan di kewanitaanku.
6242Please respect copyright.PENANAj7qwdHRDqh
Entah mengapa, fakta bahwa yang mengocok vaginaku adalah muridku sendiri yang masih SMP malah membuatku semakin bernafsu.
6242Please respect copyright.PENANAyhDrsEolTx
Aduuh aw aw aww rintihan-rintihan kenikmatan keluar dari mulutku setelah 3 menit berlalu sejak bibir kewanitaanku dilayani oleh jari-jari Rendy.
6242Please respect copyright.PENANA10Y0z8Wy9M
Aku pun sudah tidak tahan lagi, aku merasa akan segera mencapai orgasmeku untuk pertama kalinya.
6242Please respect copyright.PENANAjGjrBnRX2n
Namun, tiba-tiba terdengar suara decitan mobil di halaman rumah. Bu Diana telah pulang! Aku dan Rendy segera menghentikan aktifitas kami, dan aku segera merapikan celana dalam dan rokku kembali.
6242Please respect copyright.PENANAqUw7A8xc6B
Kami lalu bergegas kembali ke meja belajar untuk melanjutkan les. Walaupun aku merasa agak kecewa karena nyaris saja mencapai orgasme, namun aku tetap melanjutkan mengajari Rendy walaupun suasana hatiku amat galau saat itu.
6242Please respect copyright.PENANAtnoGBzOugF
Akhirnya aku pun selesai mengajar Rendy hari itu. tapi harus kuakui, Rendy tampak lebih bersemangat menyimak penjelasanku sehabis kejadian itu. Hanya saja aku tampak kacau karena banyak hal yang terjadi hari itu. Tapi bagaimanapun aku juga masih bersyukur karena selaput daraku tidak sampai robek akibat ulah Rendy tadi.
6242Please respect copyright.PENANA8pT4xYKPg0
Sebelum pulang, Rendy sempat meminjam Handphoneku. Alasannya, ia mau mengirimkan lagu-lagu baru untukku, aku pun hanya mengiyakan saja permintaan Rendy itu.
6242Please respect copyright.PENANAlbLwLN3jgW
Setelah Rendy mengembalikan Handphoneku, aku pun segera pamit kepada bu Diana dan kemudian pulang ke tempat kosku. Aku berharap semua kejadian hari ini hanyalah mimpi buruk semata.
Bersambung...
Selengkapnya ada di part 2 yang berjudul Anak SMP Nakal
ns216.73.216.69da2


