Sekarang aku sedang duduk menghadap jendela kamarku. Tetes demi tetes terus mengguyur jalanan. Udara hujan ditambah lagi udara malam, seakan-akan rohku ditusuk-tusuk olehnya. Lampu mobil dan lampu jalanan sinarnya terlihat memudar tidak terlalu jelas. 311Please respect copyright.PENANAOEfBjtKHZZ
Entah tiba tiba aku meneteskan satu air mata. Satu saja, tak lebih tak kurang. Aku mengambil napas dalam-dalam, lalu meneguk air. Segar. 311Please respect copyright.PENANA0kzq4RPqVG
Kembali ku memandang ke luar jendela. Terlihat beberapa orang memakai payung bermotif warna berjalan dibawah air hujan yang mengguyur. Dan beberapa lainnya menunggu hujan reda karena tidak membawa payung. Beberapa mobil mengurangi kecepatan kendaraannya. 311Please respect copyright.PENANAT9DQhnb4tL
Ketika aku masih terdiam dalam lamunanku, mataku menangkap sebuah sosok. Matanya hitam pekat, rambutnya tergerai indah ditambah bulan yang terselip dari gumpalan awan meneranginya. Satu kata menjelaskannya. Cantik.311Please respect copyright.PENANA72glIujlHv
Kembali aku menatap langit yang sebagian tertutup oleh gumpalan awan yang mengepal. Hanya ada satu tanda tanya yang berputar putar di kepalaku yang mampu memutar mutar diriku. “Siapa aku sebenarnya? Apa tujuanku hidup?” 311Please respect copyright.PENANAj9M5aLTlSB
Kembali aku meneteskan satu air mata gara gara pertanyaanku tersebut. Aku menghembuskan napas, kembali meneguk air. Merenung. 311Please respect copyright.PENANA7ksQ5qD2uV
***311Please respect copyright.PENANAl27dzHhfWj
“Bruk…”
Suara itu membangunkan lamunanku. Aku merasa ada yang ganjil dengan suara tersebut. Aku melihat sekeliling, ternyata benar ada mobil yang menabrak lampu lalu lintas. Aku menarik payungku dan bergegas melihat apa yang sedang terjadi. 311Please respect copyright.PENANAImIM5a4BFv
Aku baru membuka pintu rumah kos-kosan. Aku lari penasaran apa yang sedang terjadi. Suara tadi sangatlah aneh jika didengar. Terlihat orang orang berkumpul mengelilinginya. Aku merobek robek kumpulan yang tak berhak dirobek.
Aku lihat mobil tersebut tidak terlalu parah. Badanku menggigil, aku melihat sosok gadis yang kulihat tadi kini berlumuran darah. Gadis tersebut terhimpit antara mobil dan tiang lampu lalu lintas. Apakah nanti aku akan merasakan seperti itu? Setelah mati ada apa? Apakah hanya hampa atau sudah tamat?311Please respect copyright.PENANAlC5GOw8dOm
Mobil polisi dan ambulans datang, langsung mengeksekusi peristiwa tersebut. Aku tidak sanggup melihat peristiwa tersebut. Sebenarnya peristiwanya oke-oke saja. Yang tidak oke oke ialah banjir darah dari gadis perawan tersebut. 311Please respect copyright.PENANATXI9IfqC5F
Mengapa sekarang aku tambah cengeng dari dulu. Dulu aku suka melihat film yang tak lazim seumuranku dulu. Sekarang? Gak kuat lagi. Aku tak tahu mengapa aku sangat berbeda dengan aku yang dulu. 311Please respect copyright.PENANAllfjomgmbi
Aku mengintip di jendela. Gadis tersebut diangkut ke ambulans tersebut. Mobil itu terus bergerak ke arah barat. Suara sirine polisi dan ambulans saling beradu pilu. Satu dua mobil minggir saling memberi jalan. 311Please respect copyright.PENANAiryJLP916o
Aku masuk ke dalam, siap-siap bermimpi indah. Aku buang air kecil, gosok gigi, yang terakhir wudhu. Kumatikan lampu kamarku. lalu kurebahkan tubuhku yang lelah bekerja pagi, siang, sore, dan beberapa jam malam. 311Please respect copyright.PENANAEUv9PnxC6i
Aku tutup rapat-rapat mataku, dan ku bungkam seluruh pikiran yang seharian belum terefresh. Terlelap.
311Please respect copyright.PENANA512UlTGJVa
311Please respect copyright.PENANAmAKj50f3Dy
311Please respect copyright.PENANAg1oudvjYrs


